The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 17 - Undangan Party


__ADS_3

hari berikutnya....


'Dreet, Dreet .. kring... kringg'


pagi hari suara dering handphone berbunyi bersamaan dengan getarnya saat saya sedang menonton televisi,. saya pun mengangkatnya dan mengecilkan volume suara televisi.


"halo ini dengan Fahr" suara wanita terdengar dari


"iya benar saya sendiri, ini dengan siapa ?" saya menjawab dengan santai


"saya Rini, ..ada waktu ?, apa saya mengganggu kamu sekarang ?" ujar rini yang takut Fahr sedang sibuk


"oh tidak ada, saya sedang tidak sibuk, memang nya ada apa ?"


"Syukurlah kalau sedang tidak sibuk, begini Fahr , apakah bisa ketemuan agar saya bisa menjelaskan tentang detial yang nanti saya akan jelaskan? " dengan nada gelisah akan rasa takut akan penolakan undangan kepada Fahr,


"oh kalau memang harus secara langsung penjelasannya saya rasa bisa ketemuan,," dengan singkat saya menjawab


"benarkah,, hehe syukurlah, kalau begitu kita ketemuan di sekitaran alun-alun kota saja yah..ditempat makan xxx. apakah bisa sekarang ?" ujar Rini yang cukup kegirangan dengan diterimanya undangan kepada Fahr


"baiklah, bisa . . setengah jam saya sudah sudah sampai ke lokasi"


"oke Fahr, aku tunggu di lokasi..terima kasih" ujar rini dengan nada yang semangat


dengan cukup santai Fahr sedang bersiap-siap untuk pertemuan dari undangan Rini. hanya mengenakan pakaian sederhana dan tidak mencolok berwarna hitam Fahr segera berangkat kelokasi dengan menggunakan masker hitamnya juga.


Rini yang sudah sampai dilokasi dengan gelisah menunggu kabar dari Fahr , sambil terus mengecek handphone nya.


setengah jam kemudian Fahr sudah sampai kelokasi melihat-lihat yang mana Rini, karena dia belum pernah melihat wajah nya, karena saat pertemuannya terakhir Rini menutupi terus kepalanya dengan hoodienya.

__ADS_1


suara wanita pun terdengar dari pojok sebelah kiri yang dekat dengan jendala di rumah makan tersebut memanggil-manggil nama Fahr..


"Fahr sebelah sini.."


Fahr pun menoleh dan menyangka itu adalah Rini..


wajah Rini yang ternyata cantik dengan postur yang ideal sebagai wanita, membuat sebagian pria yang ada di rumah makan selalu memandangi dia.


namun sikap tenang dan acuh nya Fahr tidak memperdulikan apakah Rini cantik atau tidak, karena tujuan Fahr adalah perbincangan yang akan di jelaskan oleh Rini.


Fahr pun segera duduk di tempat Rini yang telah sediakan,


"Fahr mau pesan apa ? biar aku yang traktir.." tawaran Rini yang tidak ingin mengecewakan Fahr karena sudah hadir


"pesankan apa saya yang kamu pilihkan, saya tidak begitu familiar dengan tempat ini.." ujar Fahr dengan santainya


sambil menunggu pesanan Rini mulai menjelaskan maksud undanganya ini.


"Jadi begini Fahr, saya ingin mengundang kamu ke party teman saya yang akan melakukan raid ke kabut D, tapi mungkin ini akan terlalu mudah bagi kamu untuk menyelesaikan nya" ujar Rini yang seakan-akan tahu bahwa Fahr memiliki level yang tinggi


"oh jadi kamu ingin mengundang saya ke party untuk penyerangan kabut level D, tapi dengen level saya apa bisa diterima?" jawab Fahr yang mengecoh agar tidak ketahuan kemampuan sebenarnya


"hah .. memang kamu level berapa ? apakah 75 ? " ujar Rini yang penasaran


"saya masih level 25.." saya menunjukan tangan kiri saya kepada Rini yang benar berlevel 25


setelah Fahr menunjukan level nya Rini sungguh terkejut Fahr yang masih level 25, dia tidak menyangka bahwa Fahr level 25 bahkan 15 level dibawah Rini.


"eh yang benar Fahr, ta..tapi kamu pada saat raid terakhir itu gimana ?"Rini yang terbata-tidak tidak bisa menyangka akan hal ini. tapi dia terus meyakinan bahwa itu Fahr yang melakukan pembasmian di kabut dengan 3 king monster ini

__ADS_1


"iya benar, tanda bicom tidak bisa di palsukan, kamu juga mengertikan." ujar Fahr tidak ingin menambah kecurigaan Rini


tapi dengan keyakinan kuat nya Rini tetap meyakini bahwa itu adalah Fahr yang membantu membersihkan kabut tersebut


"iya tidak masalah juga sih kamu level 25, tapi dengat niat baik ini kamu bersedia ikut party denganku ? kita bukan sebagai pengangkut kali ini." Rini tetap mengundang Fahr, karena ingin memastikannya kebenaran kekutan Fahr.


"ya baiklah saya tidak akan menolak juga, karena mumpung kosong" jawab Fahr dengan santai yang sebenarnya butuh uang.


setelah beres berbincang dari pembicaraan undangan dari Rini, Fahr bergegas untuk kembali pulang.


---


sore hari ini Fahr menuju ke lapangan yang cukup luas yang masih dekat dengan rumahnya, dia membawa Busur barunya yang berwarna putih ke abu-abu an seperti bulan sabit kelapangan tersebut.


Latihan menembak pun dilakukan, dia berlatih menembak tanpa menggunakan energi sihir, dan hasilnya cukup mengesankan, akurasi dari tembakannya 90%.


dia berfikir "mungkin ini efek dari sering menggunakan energi sihir ke panah, sehingga terbiasa dengan akurasi yang akurat".


dia ingin mencoba sekali menggunakan energi sihir nya, namun sebisa mungkin ditahan, karena ditakutkan akan menghancurkan sarana umum tersebut dan itu akan membawa masalah.


setelah beres latihan Fahr memandang ke langit sore yang berwarna orange dengan dikelilingi awan-awan yang tidak terlalu banyak.


dan tanpa disengaja Fahr mengeluarkan begitu banyak anak panah sihir di langit yang jaraknya cukup jauh.


dari kejauhan sedikit orang yang menyadari ada yang aneh di langit tersebut, dan ada pula yang menyadari hal tersebut adalah sebuah anak panah yanh begitu banyak.


Fahr yang memandangi langit tersadar dia mengeluarkan panah sirih nya, seketika dia langsung menghilangnya panah sirih nya dengan cepat.


dia melirik kanan dan kiri takut ada yang melihat dirinya, dan setelah mengecek keadaan dia langsung bergegas pulang dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2