The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 38 - Perubahan Peringkat Petualang


__ADS_3

dimeja makan yang telah tersedia berbagai macam makanan khas sunda yang telah dibuat oleh ke 7 anggota silver tiger.


Hopi dan Tora tidak membantu karena tidak bisa memasak, mereka hanya memperhatikan ketua dan sibuk dengan diamnya mereka di meja makan.


"apa yang dari tadi ketua lihat di handphone, tidak biasanya ketua fokus ke handphonenya" ujar Junar yang bingung


"nanti juga kamu tahu" ujar Fahr


"tsk.."gumam Junar yang sedikit kesal


"baiklah..baiklah,.. itu tidak terlalu penting Junar. sekarang waktunya kita makan-makan untuk menyambut kita semua yang telah berkumpul kembali setelah 1 bulan lamanya" ujar Reni yang mengalihkan pembicaraan Junar kepada ketua


"iya kamu benar Ren.."ujar Ratu


"Mari kita makan.."ujar Reni


"ayo kak kita makan, hentikan kesal mu itu" Ratu


"siapa yang kesal " balas Junar


"Itu terlihat dari wajah konyolmu itu kak..haha" ujar Ratu


"hei siapa yang kamu bilang konyol" Junar


"haha...haha" semua orang tertawa menanggapi percakapan kakak beradik itu


"yoshh baiklah mari kita makan..." Ujar Junar yang telah bersemangat kembali dari wajah konyolnya itu


"yoosssshhh"


anggota silver tiger mulai menyantap makanan mereka dengan riang gembira, tanpa ada kekhawatiran apapun.


Fahr memandangi mereka semua sambil menyantap makanannya.


perbincangan demi perbincangan melengkapi makan bersama tersebut.


"ayo kita harus banyak makan, Raf, Fi " Ujar Bima


"Sepertinya kamu bersemangat sekali Bim, dan aku perhatikan juga tubuh kalian bertiga bertambah besar, apakah itu lemak karena banyak makan? haha" ujar Junar


"hei lihat ini " ujar Raffa yang menunjukan otot-otot kekarnya kepada semua orang.


"wooo,." semua orang terkejut


"bagaimana bisa, dalam 3 bulan sebesar itu" Ujar Rika


"hemhemm,, ini tritment khusus dari Bima ..haha" Raffa


"hehe, itu cerita yang panjang..." Ujar Bima yang menjelaskan apa saja yang mereka lakukan selama 3 bulan (penjelasannya ada di kisah chapter 30)


"sungguh ?" Ujar Rika, Ratu dan Reni setelah mendengar penjelasan Bima


"hehe kami juga tidak kalah dengan kalian..tunggu sebentar..." Junar yang tiba-tiba bergegas ke ruangan penyimpanan.


"taa..daa.." Junar yang memperlihatkan Armor dan senjata barunya..

__ADS_1


"haaahh... kamu dapat uang darimana ,..apakah kamu bekerja selama 3 bulan ini " ujar Raffa penasaran


Ratu, Rafi, Raffa dan Bima penasaran dengan Junar yang bisa membeli perlengkapan..


"kami semua mendapatkan uang dari lantai pertarungan..setelah mengikuti turnamennya" Ujar Junar yang membanggakan diri


"apa .. apakah itu benar ? kalau saja aku tahu, aku akan memilih pergi ke lantai pertarungan" Ujar Rafi


"Biiimaa..." Ujar Raffa dan Raffi yang memandang Bima, seakan-akan mereka bertiga tidak bisa membeli armor karena kesalahan Bima.


"hei..hei kalian sendiri yang mengikutiku " Bima yang membela dirinya


"hmm itu..yah itu.." Raffa yang tidak bisa mengelak , sedangkan Rafi hanya terdiam yang juga tidak bisa mengelak alasan Bima.


"tunggu Jun, apa yang kamu maksud dengan kami?" Bima yang bingung dengan pernyataan Junar dengan kata 'kami'


"Hehe sebenarnya aku, Junar dan Hopi pergi bersama ke lantai pertarungan, dan dapat membeli perlengkapan baru" ujar Reni yang malu-malu berbicara


"apa ?? Reni juga.."Ujar Ratu dan Rika


"iyapp. itu memang benar" Junar


"iya kami membeli perlengkapan baru" Hopi yang berbicara cukup bangga


saat Hopi berbicara semua orang terdiam..


"oh iya apakah kalian tahu, di lantai pertarungan kami melihat satu peserta yang luar biasa?" Junar menceritakan apa yang dia lihat dilantai pertarungan


"seberapa luar biasanya dia Jun,?" ujar Bima


"apaaa,, itu perbandinganya 40 level.." Rafi


"siapa orang itu Jun?" Bima


"dia hanya dipanggil Andi saja?" Junar


Junar panjang lebar menceritakan kejadian di lantai pertarungan ke semua orang, Fahr yang mendengarkan nama Andi keluar dari penjelasan Junar. dia tiba-tiba tersedak oleh makanannya, namun tidak diketahui oleh semua orang


"kenapa mereka ada disana saat itu" gumam Fahr dengan ekspresi cemas dan berharap mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah dirinya


"tapi kira-kira jika ketua bertemu dengan orang itu, apakah ketua dapat mengalahkannya tidak ya, bagaimana menurutmu ketua ?" Junar bertanya


"ya siapa yang tahu" jawaban singkat Fahr dengan tenang tampak diluar, yang sebenarnya cukup cemas.


sebenarnya kecemasan Fahr adalah hal yang tidak mendasar, (haha)


"tentu saja ketua pasti yang akan menang, bukankah begitu ketua, hehe " ujar Ratu yang mendukung Ketua yang tampak wajahnya sedikit memerah


"ya...ya kamu benar Ratu, ketua mana mungkin kalah..."ujar Rika yang tidak mau kalah untuk memujo ketua..


"tapi benar apa yang dikatakan ketua, siapa yang tahu. mungkin jawabannya bisa diketahui saat ketua dan orang itu bertemu langsung" Junar


"bagaimana dengan pelatihan kalian bertiga, apakah metode saya cocok dengan kalian ?" ujar Fahr bertanya kepada Ratu, Rika dan Tora untuk mengalihkam pembicaraan Junar


"Hmm, lumayan ketua.. " balas Ratu yang malu untuk membicarakannya

__ADS_1


"kenapa harus malu Ratu, sebutkan saja" Junar yang menggoda Ratu


"Kakak..." Ratu yang kesal ke kakaknya


"nanti kami tunjukkan hasil pelatihan kami saat berada didalam kabut, ketua.. apakah boleh seperti itu ?" Rika yang membantu Ratu berbicara


"Rikaa.." Ratu menatap Rika dengan perasaan terima kasih.


"jika harus seperti itu .. kita tunggu saja, setelah berada di dalam kabut" Fahr dengan bijaknya


"ya ketuaa.." Ratu dan Rika


"ya baiklah cukup cerita untuk sekarang, jika sudah selesai makan segera bereskan piring-piringnya , ada yang mau saya rapatkan" ujar Fahr yang mengalihkan pembicaraan lagi.


"Baik ketuaa.." mereka pun segera berhenti bercerita dan segera membereskan meja makan.


"huuh untung saja mereka tidak lanjutkan pembicaraan yang Junar mulai" gumam Fahr yang merasa lega dapat mengalihkan pembicaraan anggotanya.


semua anggota silver tiger mulai membersihkan meja untuk persiapan rapat. piring dan gelas kotor dibawa kedapur. meja dilap bersih, kursi dirapihkan.


setelah selesai bersih-bersih mereka segera duduk rapih ke kursi dan fokus untuk mendengarkan Fahr.


suasana cukup tegang di meja rapat tersebut...


"pasti ada hal aneh lagi yang akan ketua rencanakan nih" gumam junar dan hampir semua anggota berfikir yang sama


Fahr mulai memandangi semua anggotanya dan merasa canggung didalam dirinya, karena mereka fokus hanya kepada Fahr..


"sekarang aku akan memberitahukan ini kepada kalian...ini baru saja update langsung dari website resmi serikat petualang.." ujar Fahr


semua diam dan hanya mendengarkan Fahr...


"ada situasi yang cukup berubah signifikan untuk peringkat rank petualang,..data nya seperti ini.." Fahr


Rank Petualang dan Level Bicom


Rank S : diatas level 150


Rank A : 121 - 150


Rank B : 91 - 120


Rank C : 76 - 90


Rank D : 51 - 75


Rank E : 31 - 50


Rank F : 1 - 30


"kenapa bisa seperti itu ketua?" semua anggota kaget mendengar perubahan drastis rank petualang yang dikeluarkan oleh serikat..


perubahan rank yang tiba-tiba ini membuat hampir semua petualang di negara ini menjadi terguncang dan marah, begitupula anggota silver tiger...


"tenanglah ini tidak begitu buruk..serikat hanya ingin melindungi petualang, sebentar lagi pers konfress serikat petualang akan segera dimulai, untuk memberitakan hal ini di seluruh saluran televisi dan media sosial lainnya ..." ujar Fahr yang sudah menyiapkan layar proyektor yang terhubung ke handphone nya untuk streaming.

__ADS_1


semua anggota silver tiger cukup serius terkait pemberitaan ini...


__ADS_2