
~Mafia dan Hijab~
"Jaga kesehatan dan keselamatan mu, tuan.Nona Sela membutuhkan mu."
Will mengangguk kemudian ia masuk kedalam mobil hanya untuk mengecup kening Sela. "Aku akan kembali untuk mu."
××××××××××××
Di saat Sela mulai menunjukkan perkembangan yang berarti, Will malah tak ada di sampingnya. Pria itu tengah pergi untuk beberapa hari ke depan. Mengurus sedikit kutu kutu kecil yang menganggu kenyamanan hidup Will.
Sela sudah di pindahkan menuju apartemen Will. Tepat saat mobil yang di gunakan untuk mengantar Sela berjalan, Will pun mulai bergerak. Alex, Will utus untuk menjaga Sela daru jauh. Bukan untuk menjaga Sela dari dekat karena itu sangat Will larang.
Dokter Sena, adalah dokter yang di tugaskan khusus untuk menjaga dan merawat Sela. Ada pula suster Aina, asisten dokter dari dokter Sena.
"Pukul sembilan malam nanti, berikan suntikan vitamin ke nona Sela. Jangan sampai terlambat. Aku akan pergi sebentar untuk mengambil beberapa kantong infus."
"Hati hati, dokter. Ah, belikan aku makanan ringan juga, oke?"
"Jangan khawatir. Aku pergi..."
Kini tinggal suster Aina dan juga Sela yang tengah terbaring lemah. Pukul sembilan itu masih setengah jam lagi. Aina duduk di kursi samping ranjang Sela sembari memainkan ponselnya. Hingga beberapa saat kemudian, Aina sungguh terkejut bukan main saat mendengar suara sesak nafas dari Sela dan kepala Sela mulai bergerak gelisah seolah mencari udara dengan mata yang masih rapat tertutup.
"Astaga,ya tuhan.Nona?! Nona?!" suster Aina masih mencoba untuk menyadarkan Sela,lalu mengecek semuanya mulai dari infus, oksigennya hingga ke alat deteksi detak jantung itu.Alat itu berbunyi lebih cepat.
Masih sama seperti tadi Sela sesak nafas atau bahkan intensitasnya melebih awal tadi,Suster Aina bahkan mengecek secara detail ke tekanan darah, bola mata dan rongga mulut Sela.
"Bagaimana ini." tidak tahu harus apa lagi karena semua yang ia cek normal, akhirnya ia putuskan untuk menelfon dokter Sena.
"Ya, hallo! Cepat kembali dokter. Nona Sela sesak nafas! Namun anehnya semuanya normal, tekanan darah dan semua normal. Cepat kembali!"
"Ah, baik lah..."
Klik!
Setelah memustus panggilan dengan dokter Sena, suster Aina segera keluar dan mencari keberadaan Alex. Peluh di keningnya mulai terlihat. Tangannya bergetar tanpa henti. Sungguh, ia tidak melakukan apa pun. Ia takut akan di tuduh, lalu Will tahu maka riwayatnya akan habis sampai di sini.
Dokter Aina keluar kamar dengan tergesa gesa. "Tuan Alex! Tuan Alex!" teriak suster Aina.
Dengan tergesa gesa pula, Alex datang. "Ada apa?"
__ADS_1
"Cepat, siapkan mobil!"
"Terjadi sesuatu dengannya?" tebak Alex.
"Ya. Nona Sela sesak nafas di dalam. CEPAT!" sentak suster Aina karena saking takut dan khawatir. Alex berlari pergi.
Alex pergi, dokter Sena datang.
"Ada apa?!"
Suster Aina segera menarik masuk dokter Sena.
"Bagaimana bisa?! Kau jaga dia dengan baik bukan?!"
Dokter Sena mengambil stetoskopnya dan memasangkan di telinganya.
Setelah di cek beberapa titik, dokter Sena segera menyimpan stetoskopnya dan berkata, "Cepat cari seseorang di luar dan kita bawa dia kerumah sakit."
***
Tubuh Sela yang tiba tiba mengalami syok, langsung di bawa menuju rumah sakit tempat di mana dokter Sena bertugas. Sampai di ruang tindakan, dokter Sena pun yang menangani Sela sebagai dokter pribadi. Di bantu dengan 4 dokter lain, 2 dokter coas dan 2 dokter senior.
Dokter Sena keluar terpisah dari Sela. Ia keluar dan menemui Alex dan beberapa orang yang berjaga di depan.
"Bagaimana?" tanya Alex
"Tidak apa,tidak ada yang perlu di khawatirkan.Hanya syok sesaat. Apa,,,kita akan memberi tahu keadaan nona Sela kepada tuan Will? Ini semua hanya kecelakaan tanpa ada unsur sengaja." jelas dokter Sena pada Alex.
"Tapi, bisa saja bukan,suster teman mu itu yang-"
"Tidak,Bukan dia.Semua kondisi alat vitalnya aman dan stabil. Hanya syok sesaat saja.Bahkan,tadi di dalam kaki para dokter hanya menyuntikan vitamin dan obat penenang.Aku percaya pada asistenku."
"Baiklah,Jika memang begitu.Tapi jika suatu saat terjadi apa apa kau yang harus berhadapan dengan tuan Will."
"Ah. Di mana ruangan nona Sela?" tanya Alex saat akan pergi.
"VVIP nomor 1,2 lantai dari lantai ini." jelas dokter Sena.
Dokter Sena menundukan tubuhnya saat Alex dan lainya pergi.
__ADS_1
***
Hari pertama Sela setelah masuk dari rumah sakit.Masih sama,gadis itu masih koma.Entah kenapa, padahal jika menurut dokter seharusnya Sela tidak selama ini komanya.Tapi, mau bagaimana lagi Sela masih suka menutup matanya.
Di ruangan itu, ada Mia dan dokter Sena. Terus memantau apa saja perkembangan Sela. Hingga sekarang pukul 1 siang, keadaan masih sama.
"Kapan nona akan siuman, dokter?" gumam Mia.
"Kami tim dokter sudah berusaha sebaik mungkin saat operasi tempo hari. Operasi berjalan lancar, buktinya, nona Sela masih menunjukan kemajuan kesehatannya meskipun sedang koma."
"Atau mungkin, kalian melakukan kesalahan kecil saat operasi, hingga membuat nona koma
"Prosedur operasi rumah sakit besar seperti di rumah sakit ini, sangat baik dan selalu di lakukan dengan benar."
Keduanya diam sesaat.
"Nona Sela sebenarnya budak yang tuan Will beli dari seseorang.Aku pikir nasib dia akan seperti wanita wanita lainnya, di perkosa, lalu di bunuh dengan kejam.Tapi, ini tidak, nona Sela menolak saat tuan Will menginginkannya.Aku pikir,Tuan akan marah dan langsung membunuh nona.Tapi, sepertinya, tuan Will telah menemukan tambatan hatinya."
Dokter Sena menatap Mia dan menyimak setiap cerita yang Mia ceritakan.
"Tuan Will,sepertinya akan menjadi gila jika nona Sela meninggalkannya. Walaupun dia tidak mengatakannya, aku ini wanita tua yang sudah banyak pengalaman tentang percintaan anak muda. Tuan Will menunjukan itu lewat perilaku lembut tersirat untuk nona Sela."
"Apa, nona Sela sudah lama bersama tuan Will?"
"Belum.Belum ada satu bulan dia bersama tuan.Hanya beberapa minggu dan nona Sela berhasil mengubah perlahan tuan Will menjadi lebih baik."
Mia menceritakan dengan tersenyum menahan tangis yang akan pecah.
"Dia gadis malang,Aku jadi teringat dengan putriku.Nona Sela sama seperti nona Sela,Kisah hidupnya sama persis."
"Apa putri mu...Sama di siksa seperti ini oleh tuan Will."
"Berbeda,Akulah pengasuh tuan Will sejak kecil.Aku tahu bagaimana menjinakkannya.Tapi,tidak jika di sudah memerintah.Itu mutlak harus di laksanakan.Suatu hari,tuan Will mengenalkan putriku dengan temannya, kolega bisnis di bidang property."
Dokter Sena nampak penasaran dengan kisah Mia.
"Entah apa alasannya,putriku di paksa harus menikah dengan teman prianya itu."
"Apa teman pria tuan Will sudah tua? Apa anakmu di jual kepada pria tua?"
__ADS_1
Mia terkekeh.