
"Sia* aku harus kemana!"Ucapku sendirian
Aku menelfon Dani untuk cepat datang kemari,namun mereka telat datang. Ketika teman-temanku datang aku sudah tidak ada di rumah,namun aku juga tidak bodoh,aku melepaskan semua perhiasan,aksesorisku bahkan sandal pun aku jatuhkan satu persatu di sepanjang jalan supaya Agus,Jerry dan yang lainnya tau kalau aku ada di pabrik ini
Sesampainya di pabrik,tanganku di gantung dengan tali
"Siapa kalian?"Tanyaku
"Buka topeng kalian,pengecut beraninya main di belakang cuih"Bantahku
Seseorang membuka topengnya
"Kamu lupa sama aku?"tanyanya dengan senyum jahat
"Lo!"Teriakku
"Iya,aku yang dulu kamu tolak mentah-mentah!"Ucap Riski
Ya dia Riski,orang yang dulu pernah nembak aku beberapa kali,karena sangat muak aku mempermalukannya di depan umum sewaktunya menembakku untuk terakhir kalinya
"Ki lo jangan gila ya! Lo mau balas dendam sama gue?"Rontaku
Riski mendekat lalu menurunkan aku dengan kasar yaitu langsung menjatuhkan aku dari ketinggian tetapi tetap tanganku masih terikat
"Sakit?"Tanyanya
"Apa yang lo mau? Bilang sekarang!"Tanyaku teriak
Riski hanya terdiam dan mendekat lalu memegang pipiku dengan lembut
"Lepasinn!" bentakku
__ADS_1
"Lo mau bunuh gue? Bunuh sekarang!"Teriakku
"Bunuh kamu? Ngak,aku ngak akan ngelakuin hal itu,aku hanya mau kamu jadi istri aku dan hidup bahagia selamanya"Ucapnya yang mencium pipiku
"Sia* menjauh lo dari gue! Gue ga sudi hidup sama lo! Mending gue mati dari pada hidup sama lo perset**"Ucapku ganas
Riksi memegang pipiku dengan kasar hingga membekas
"Murahannn!"Ucapnya yang menamparku
Seketika darah di hidungku mengalir akibat tamparan kerasnya
"Vish,ma maaf aku ga sengaja kamu gpp? Aku obati ya?"Ucapnya
"Cukup! Gausah lo pegang-pegang gue,emang ini kan yang lo mau! Dengar ya sampai kapanpun gue ga akan sudi sama lo ga akann!"Teriakku
Riski sangat kesal,ia melempar barang-barang yang ada di sekitarnya lalu menyuruh teman-temannya mengantungkanku kembali,aku masih sangat kuat tapi aku tidak berdaya jika sudah di gantung seperti ini
Di sisi lain,Agus Jerry dan teman-temannya menerobos masuk,teman-teman Agus dan Jerry melawan teman-teman Riski,sementara Agus melawan Riski dan Jerry berusaha menurunkan aku tapi gagal
Jerry terjatuh,dan Agus terbangun lalu Agus memukul Riski dan terjatuh lalu menyelamatkan aku,dan membuka ikatanku. Setelah itu aku terjatuh karena pukulan dari teman Riski yang masih bertahan,Agus berusaha menyingkirkannya tapi Agus juga tidak sadar kalau Riski masih sadar,dengan gesit dari jauh Riski mengeluarkan pelurunya lagi,dan Jerry melompat dan mengenai peluru itu lagi,kali ini Riski menembaknya berkali-kali hingga Jerry banyak kali tertembak,melihat itu aku berteriak dan menolak Jerry ke arah lain,Agus yang melihat itu sontak langsung memukul kayu di kepala Riski yang membuatnya betul-betul pingsan
Disisi lain aku menangis kuat karena melihat Jerry tak berdaya dan penuh darah dimana-mana,lalu mengangkat kepalanya dan memangkunya
Jerry memegang pipiku dengan satu tangannya yang penuh darah segar
"Vish,aku pernah bilang sama kamu kalau aku punya firasat ga enak,dan aku pernah bilang mungkin aku akan mati malam ini,dan ini menjadi kenyataan"Ucap Jerry terengah-engah
"Ngak Jer,kamu gausah bicara dulu,kamu kuat ya? Kamu pasti akan sembuh sebentar lagi"Ucapku
"Ngak Vish,aku udah ga tahan hah lagi,dan hah aku m,mohon ca,carilah yang baru hah yang lebih ba,baik dari aku o,oke?"Yakin Jerry terbata-bata mengingat nafasnya mulai pendek
__ADS_1
"Ngak Jer,ngakkk aku mohon"Teriakku
Melihat itu,Agus berlari menuju ke arah kami dan membelit luka-luka Jerry yang mengoyak akibat peluru di dalamnya dengan kain
"Jer,bertahanlah"Ucap Agus yang memegang tangan Jerry dengan erat
"Gus,gu,gue nitip Visha hah gue u,udah ga bisa nahan hah,tot,tolong jaga dia baik-baik,dan jika dia butuh pendamping ca,carilah yang lebih baik da,dari aku dan pas,pastikan dia hah jangan kesepian d,dan jangan biarkan dia menangis gu,gue mohon"Ucap Jerry yang menahan sakit dengan hampir kehabisan Nafas
"Tapi Jer"omongan Agus terpotong
"Ini permintaan terakhirku"Ucap Jerry yang meregang nyawa
"Gue janji,gue bakal kabulin semua permintaan terakhir lo"Singkat Agus mengeluarkan air mata
Setelah berbicara semuanya,tangan Jerry yang tadinya memegang pipiku terjatuh lemah seketika,aku terkejut lalu melihat wajah Jerry yang memucat,Jerry sudah menghembuskan nafas terakhirnya tepat di pangkuanku yang membuatku berteriak
"Jerryyyy! Ngak Jer,Jerry aku mohon demi aku Jerry"Teriakku menangis kencang dan memeluk jasad Jerry
"Vish,ikhlaskan"Ucap Agus
"Ngak ngakk ngakkk!!!"Teriakku
"Jerry bangunn,Jerry bangun aku mohon"Tangisku semakin menjadi-jadi
"Vish,ikhlasin Jerry udah tenang"Ucap Agus yang juga menangis
"Jerry bangunn,Jerry aku mohonn bangunn"Ucapku menggoyang-goyangkan tubuh Jerry
"Jerry demi aku bangunlah aku mohon,kalau kamu ga bangun aku ikut dengan kamu,aku ikut Jer"Ucapku menangis tragis
"Vishh,sadar yang kamu katakan,Jerry juga gamau liat kamu kaya gini"Bantah Agus
__ADS_1
"Jer aku mohon bangunlah,kalau ngak aku yang akan ikut kamu,kamu ingatkan perjanjian kita,bahwa kita akan sama-sama terus,dan aku mau tepatin janji kita"Tangisku
"Vish sadarlah jangan kaya gini,kalau Jerry liat,dia juga ga akan terima kalau kamu kaya gini"Ucap Agus