
"Iya"Singkat Agus
"Yaudah sona katanya lo mau pergi"Ucap Agus
"Iya-iya"Balas Putra yang berjalan menuju pintu
"Maaf ya,adik gue emang songong bat"Ucap Agus
"Iya gpp,maklum Gus"Ucapku
"Mau pulang?"Tanya Jerry
"Kalau kalian masih mau ngobrol gpp aku nonton tv aja"Balasku
"Pulang yuk? Kasian kamu kayanya cape"Ucap Jerry
"Ya terserah"Kataku
"Gus gue sama Visha pulang dulu makasih makanannya"Ucap Jerry
"Yoi,hati-hati bawa Visha"Ucap Agus
"Sip"Singkat Jerry
Agus mengantar kami sampai kedepan pintu,setelah masuk mobil dan berjalan pelan,aku melambaikan tangan kepada Agus dan Agus pun membalasnya
Sesampainya di rumahku~
"Mau mampir?"Tanyaku
"Lain kali aja ya? Soalnya udah mau maghrib kamu pasti butuh istirahat"Jawab Jerry
"Oh yaudah"Ucapku
"Makasih atas waktunya"Ucap Jerry
"Iya"Jawabku
Jerry kembali masuk ke mobil,setelah ingin jalan tak lupa Jerry mengucapkan "I Love You"
"Love you too"Balasku teriak
Aku kembali masuk ke dalam dan terlihat bibi dari tadi di depan pintu tertawa kecil melihat kami
__ADS_1
"Eh bi Sumi"Sapa ku
"Wah emang beda ya orang lagi jatuh cinta"Ucap bibi tertawa
"Iih apaansih bi"Pipiku memerah
"Bibi setuju kok hubungan non Visha sama tuan Jerry,tuan Jerry itu baik banget sama non bahkan sudah seperti suami"Ucap Bibi
"Ah bibi,belum waktunya"Ucapku tersenyum lalu melenggang pergi ke kamar
Terlihat wajah bibi sangat bahagia melihatku seperti ini,yang dulunya sangat jutek dan dingin tapi sekarang sangat ramah dan murah senyum
Skipp~
Satu minggu semuanya berjalan dengan lancar,namun pada hari selanjutnya seperti biasa masalah datang lagi kepadaku,apalagi kalau bukan mereka yang dari kemarin mengejarku dan berebut ingin memilikiku
Di kampus~
"Vishaa"Teriak seseorang
Aku menoleh kebelakanh dan mendapati Jerry yang lari dan mendekatiku
"Eh kenapa kamu lari-lari sih"Tanyaku
Aku menepuk bahu Jerry kesal aku kira apaan rupanya cuma mau bilang itu
"Aku rindu"Ucap Jerry yang memelukku
Aku membalas pelukannya ya walaupun dengan keadaan binggung
"Kenapa Jer? Tumben?"Tanyaku heran
"Ga ada apa-apa kok"Senyumnya
Sambil berjalan pelan kami mengobrol dan tertawa bersama
"Vish,perasaan gue gaenak"Ucapnya
"Gaenak kenapa?"Tanyaku
"Misalnya aku mati kamu mau cari yang lain gak?"Tanyanya yang sontak membuatku terkejut
"Jerry! Apaansih ngomongnya ngelantur ahh!"Kesalku
__ADS_1
"Ya aku cuma nanya aja,serius apa kamu mau cari yang lain?"Tanyanya
"Ngak! Gabakal,udah ahh jangan ngomongin ituu ih"Kesalku
"Kayanya malam ini aku bakal mati"Ucapnya senyum
"Jerry diam ngak! Aku gasuka kamu ngomong gini,emang kamu tau kapan kamu mati"Bantahku
Jerry memegang pipiku dan menatap wajahku sambil tersenyum
"Kalau aku mati,kamu cari yang lain aja,yang lebih baik dari aku tapi di surga tetap kamu kembali sama aku karena kamu milik aku"Ucapnya
"Dan aku ikhlas kalau harus mati lebih dulu,asalkan kamu ada di samping aku. Kamu boleh cari yang lain asal lebih baik dari aku dan jangan lupa kalau aku mati kamu harus nganterin sampai rumah terakhirku jangan nangis,karena aku juga akan nangis"Ucapnya
Tiba-tiba air mataku mengalir mengenai tangannya yang dari tadi memegang pipiku,kesal mendengarnya berkata yang tidak-tidak
Jerry menghapus air mataku dengan Jari-jari lembutnya,dan aku sangat heran padanya hari ini dia benar-benar beda,seperti bukan dirinya pada umumnya
Sepulang dari kampus,aku langsung pulang tidak mampir kemanapun,setelah sampai di rumah aku masuk ke dalam kamar dan mandi lalu rebahan sampai malam
Malam ini pukul 03.12 aku tertidur pulas sementara di lain tempat Agus,Jerry dan teman-temannya yang lain lagi nongkrong seperti biasa,tetapi Agus ingin membeli sesuatu yang kebetulan lewat di depan rumahku,dan Agus melewati gang yang di mana terdapat pabrik yang sudah tak terpakai dan Agus mendengar suara seseorang di balik pagar tinggi nan lebar itu,sepertinya bukan satu atau dua orang melainkan sangat ramai,Agus mengira sepertinya mereka sedang minum-minum dan bermain ju**
Agus tak menghiraukannya namun Agus mendengar ada yang membicarakanku lantas Agus berhenti dan menguping pembicaraan mereka
"Eh bro,udah jam tiga rencana lo jadi?"Tanya Seseorang
"Ya jadilah,hari ini dan selanjutnya Visha bakal jadi milik gue untuk selamanya"Jelas seseorang
"Jadi jam berapa mau berangkat? Ntar kesiangan nih"Tanya seseorang
"Kita berangkat sekarang,tapi ingat! Kalian bertiga bius satpamnya,kalian berdua bius pembantunya,dan kalian berdua jagain di luar jangan sampai ada yang tau, dan lo sama gue masuk ke kamar Visha dan bawa dia ke pabrik bekas ini dengar semua?"Bantah seseorang
"Oke"Serentak
Agus yang mendengar itu langsung menuju ke markasnya dan memberitahu semua yang ada di sana
"Sia* masalah lagi"Kesal Jerry
"Kita harus sampai di rumah Visha terlebih dahulu di banding mereka"Ucap Agung
"Kalian duluan aja,biar gue yang coba telfonin Visha supaya dia bersembunyi dulu"Ucap Dani
Semuanya menuju ke rumah Thavisha sedangkan Dani menelfonku untuk mengabari apa yang akan terjadi,lalu aku mencoba menenangkan diri dan melihat ke jendela,yang benar saja mereka sudah sampai bahkan sudah membius satpamku
__ADS_1
Next~