
~Mafia dan Hijab~
Will meletakan sendok dan garpunya.
Menatap gadis yang sudah memberi pelajaran kepada Will,bahwa ia harus belajar untuk sabar.
"Ah... Tidak,Aku dan Mark sudah membuat perjanjian kau akan menjadi pelayan pribadi atau mungkin lebih untukku." ucap Will dengan sorot mata nakal.
Sela tidak tahu itu. Sebab, dari tadi gadis itu hanya tertunduk saja.
"M-maksud mu, Tuan?"
"Sepertinya, si pecundang Mark belum memberi tahu kepadamu mengapa ia menjual mu pada ku. Benar?" tebak Will yang di angguki Sela dengan ragu.
"Sebenarnya, kau ku beli untuk menjadi wanita pemuas nafsu sex ku yang bisa di bilang cukup berlebihan"
Nafas Sela tercekat saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Will.
"Tapi, melihat dari cara berpakaian mu saja, Shhhh... Sungguh aku tidak tertarik."Sela masih menunduk dan hingga suara isakan dari mulut kecilnya itu terdengar oleh Will.
"Hey! Kau benar benar merusak selera makan ku!"sentak Will dan membuat gadis itu terkejut.
"Makan!" sentak Will yang kali ini lebih keras.
Namun Sela masih juga belum menyentuh makanannya.
"Aku belum pernah terlalu sabar seperti ini pada barangku."
Will bangkit dan mengambil sendok di piring Sela Menyendok nasi goreng yang ada. Kemudian mengarahkan ke mulut Sela "Makan." ucap datar Will.
Gelengan kembali di kepala Sela membuat emosi Will membuncah hingga
Prank!
~Mafia dan Hijab~
__ADS_1
Sela terkejut saat suara pecahan piring terdengar keras menggelegar,Will mencengkeram rahang Sela agar mata mereka bertemu."Kau. Benar benar keras kepala! Kau sepertinya ingin bermain main denganku, hm?"
Sela menggeleng.
Plak!
Satu tamparan mengenai pipi kanan Sela hingga ujung bibir gadis itu sobek dan mengeluarkan darah.
"BUKAN GELENGAN KEPALA YANG KU INGIN KAN SEBAGAI JAWABAN!" sentak Will di depan wajah Sela.
Gadis berhijab itu tambah menangis sesegukan Lain hal dengan Will, ia mengacak rambutnya frustasi.
"Arrgghh! Ikut dengan ku!" Will menarik Sela dengan kuat.
"Tolong lepaskan! Jangan sakiti aku... Hiks!"
Will menyeret Sela hingga gadis itu terseok- seok dan tertatih-tatih menyeimbangkan langkah Will yang yang lebar.
Tangan Will mencengkeram kuat pergelangan tangan Sela. Tangisan dan raungan dari gadis itu, tidak membuat Will berhenti melakukan hal tersebut.
Langkah Will berhenti saat sudah masuk ke kamar Sela,Will mendorong kasar tubuh mungil Sela hingga membentur salah satu sudut ujung ranjang yang ada.Sela meringis kesakitan saat punggungnya terasa sakit.
Saat Will akan melangkah pergi, Sela dengan cepat menangkap salah satu kaki Will dan memeluknya.
"To-tolong. Jangan lakukan hal seperti itu pada ku.Hiks,La-lakukan apa pun yang kau mau, tuan.Asal jangan tubuhku." mohon Sela dengan menangis.
"Aku mohon, hiks."
Will, dengan tatapan wajah yang lurus kedepan, menendang kaki yang Sela peluk hingga gadis itu tersungkur ke belakang.
Will berjongkok di depan Sela yang tengah menangis sesegukan. "Apa hak mu untuk menolak perintahku? Hah?!"
Sela diam dan menangis.
"Mengapa kau menolak? Katakan dengan jelas alasanmu."
__ADS_1
Sela mengangguk.
"Aku tidak akan menyerahkan tubuhku, selain pada suami sah ku nantinya." gumam Sela.
Will berdecih sengit
~Mafia dan Hijab~
Will lagi-lagi mencengkram rahang Sela.
"Hidup mu, kini di tanganku,Kau tidak bisa bebas tanpa se izinku.Jadi, apa kau bisa menikah dengan pria pilihan mu nantinya? Aku ragu dengan itu."
"Tak apa aku mati di tangan mu tuan. Asal jangan nodai tubuhku,Aku mohon... Hiks."
Prak!
Will menamparkan ponsel yang ia pegang ke pipi Sela dengan kencang hingga pusing terasa di kepala Sela. Pandangan gadis itu mengabur.
Setelah itu, gadis cantik berhijab itu pingsan.Di susul dengan kepergian Will yang tak lupa untuk mengunci pintu kamar Sela hingga sebanyak 3 kali.
"Jaga kamar ini dengan ketat,Perintahkan juga mereka untuk menjaga di luar kamar gadis itu." ucap datar Will pada Ansel.
"Baik,Tuan." ucap Ansel.
×××××××××
Sesuai janji pagi tadi, Will akan menemui Sela untuk memuaskan kerinduannya akan sex. Setelah melewati hari yang panjang dengan dokumen dokumen. Namun, Will kembali di sore hari dan bukan malam hari.Will,masih lengkap dengan setelan tuxedo yang melekat di tubuhnya. Berjalan dengan gagah menuju lantai 2 mansionnya,Tempat dimana kamar Sela berada.
Cklek!
Will membuka pintu tersebut Betapa terkejutnya ia saat melihat Sela tergeletak di lantai kamar yang di lapisi karpet tersebut.Segera pria itu menuju gadis yang tengah kehilangan kesadarannya itu.
"Sela." panggil Will dengan menepuk pelan pipi Sela.
Will mengambil posisi menggendong Sela, kemudian mengangkatnya dan membaringkan di ranjang. Menyelimuti tubuh Sela dengan lembut.Dapat ia lihat, luka memar di pipi kanan gadis tersebut.
__ADS_1
"Ini akibat jika kau membangkang pada ku, baby." gumam pelan Will.
"ANSEL!"