Tidak Ada

Tidak Ada
Chapter 25 : Risih.


__ADS_3

"Fast,Mika,Nef,kami berdua akan log out dulu. Saat kami log out kalian harus menaikkan level ok!"pesan Taki.


"siap pa"ucap Fast dan Mika kompak.


"siap tuan."kata Nef.


"Jangan lupa kalo pergi bareng bareng jangan sendiri."kata Saki diangguki oleh mereka bertiga.


[Log out]


Taki dan Saki bangun dari posisi duduknya,dilihatnya sudah jam 05:00.


"Saki mandilah lebih dulu,aku akan menyipkan makanan."kata Taki. Saki mengangguk dan segera berjalan ke kamar mandi,sedangkan Taki langsung ke luar kamar ke arah dapur.


2 jam kemudian mereka telah selesai makan dan langsung pergi ke sekolah sambil berjalan kaki.


"Taki,bagaimana kau bisa bertemu panda itu kemarin?"tanya Saki penasaran.


"ahhh...itu."Taki pun mulai menceritakan apa yang dilaluinya saat bertemu panda itu.


"Kau sangat beruntung."kata Saki.


"Kita sangat beruntung."balas Taki.


"Saki kita harus membuat gabungan jurus agar lebih kuat."kata Taki.

__ADS_1


"Tapi bagaimana?"Tanya Saki.


"walau kita berlawanan elemen,tapi aku yakin bisa menggabungkannya seperti kaisar kematian dan kehidupan."jelas Taki.


"Baiklah mari kita mencobanya."Kata Saki.


Mereka pun terus mengobrol hingga sampai disekolah,tepat digerbang sekolah mereka tak sengaja berpapasan dengan Jaya.


Jaya langsung menarik tangan Saki,dan pergi menjauh dari Taki.


"apa apaan sih kamu."kata Saki kesal.


"Hei sayang kita harus membicarakan masalah pertunangan kita."kata Jaya.


"Hei kau kenapa Saki?"tanya Taki. Saki tak menjawab justru memeluk Taki dengan erat. Sontak itu membuat seluruh kelas terutama para cowok menatap kearah Taki dengan tatapan membunuh.


Taki tak menghiraukan itu,ikut membelai rambut Saki. Jaya yang baru masuk kelas tentu saja marah melihat itu. Jaya langsung berjalan ke arah Taki dan melayangkan tinjunya membuat Taki menghantam salah satu meja.


Saki yang terkejut karna Taki diberi tinju langsung menghalang Jaya memberikan tinjunya yang ke dua. Taki hanya mengusap ujung bibirnya yang berdarah dan bengkak,Saki langsung pergi memapah Taki menuju ke ruang kesehatan diiringi tatapan jijik ke arah Taki.


Setelah sampai ruang kesehatan Saki langsung mencari obat obatan sedangkan Taki langsung mengambil hpnya lalu menelpon seseorang.


"Cari kelemahan mereka."haya 3 kata itu yang dikatan Taki lalu kembali mematikan hp nya.


"Maafin aku ya,gara gara aku kamu jadi begini."kata Saki sambil mengobati Taki dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Sudahlah,tak perlu seperti itu,kita akan mencoba melawan mereka bersama ya!"kata Taki sambil mengusap air mata Saki. Saki mengangguk lalu tersenyum manis.


------------


Triiiing.....Bel istirahat berbunyi. Taki dan Saki langsung berjalanan beriringan ke arah Kantin karna masih lapar.


"Mang pesen mi ayam 1 mangkok 2 porsi ya."pesen Saki.


"siap neng."kata mamang bakso itu.


Taki dan Saki memang sering makan semangkak berdua seperti saat ini. Mereka makan sambil berbincang sesekali ketawa.


Jaya dan gengnya yang baru datang langsung menambil posisi disamping Saki,Saki tentu saja merasa risih dengan itu. Akhirnya makanpun dilanjutkan dengan hening,sesekali Jaya berceloteh tentang pertunangannya dengan Saki yang entah iya atau tidak.


Selesai makan Taki langsung membayar dan pergi diikuti Saki dari kantin menuju kelas karna sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi.


Jaya hanya mengepalkan tangan,menahan emosi melihat itu.


'Awas kau anak miskin akan kubuat hidupmu menderita."ucap Jaya dalam hati.


-------------------------------------------


**Makasiiiiiih dukungannya jangan lupa VOTE dan LIKE ok......


LETS READ AND ENJOYYYYY**.....

__ADS_1


__ADS_2