
Aku terdiam sejenak menatapi wajah Jerry yang sudah pucat dan mengelus wajah Jerry mencium keningnya,air mataku kembali mengalir kali ini mengalir dengan lembut dan jatuh ke pipi Jerry dan air mata tersebut membuat seperti titik namun bersinar putih,melihat itu aku langsung bangun dan melihat wajah Jerry
"Jer"Ucapku dengan wajah terkejut dan memegang pipi Jerry
Aku melihat perut Jerry naik turun,dan aku juga melihat jari-jari Jerry bergerak kecil,lantas aku berteriak Agus
"Gus,Agusss liat Jerry,liatt diaa!"Teriakku
"Jer,Jerry"Ucap Agus
"Jerry hidup,Jerry hidup lagii Gus Jerry masih hidup"Teriakku lagi
"Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang"Ucap Agus
"Gung kalian semua bantu gue angkat Jerry dan pake mobil gue kita kerumah sakit sekarang"Ucap Agus
"Dan Dani,bawa mobil lo dulu,bawa Visha sama lo pastikan dia baik-baik aja"Perintah Agus
"Oke Gus"Jawab Dani
Semua bergegas menuju mobil dan pergi ke rumah sakit,Jerry sementara di ruang UGD untuk di tangani dan di periksa,sementara Jerry di bawa ke UGD,kami menunggu di luar ruangan,aku duduk di kursi dengan badan bergetar dan masih menangis,Dani duduk di sampingku dan menenangkanku
Dani memelukku dan mengelus rambutku,dan berusaha menenangkanku
"Vish,Jerry bakal baik-baik aja percayalah dan soal Riski semua udah di tangani polisi sudah menangkap mereka semua"Ucap Dani
"Aku takut Jerry kenapa-kenapa Dan"Ucapku yang menangis di pelukan Dani
Dani kembali mengelus rambutku,entah kenapa aku nyaman sama pelukan ini Agus yang melihat kami hanya berdiam diri,sebenarnya Agus ingin memisahkan tapi sepertinya Agus melihatku nyaman dan bisa sedikit tenang di pelukan Dani jadi dia membiarkannya,ya selagi aku bisa tenang Agus tidak tak masalah dengan ini
Dokter keluar dari ruangan dan memberitahu keadaan Jerry bahwa Jerry sampai saat ini masih belum sadar karena tembakan Riski tadi mungkin mencapai empat peluru dan itu di lain tempat,ada yang di bahu,dada dan di perut terdapat dua peluru jadi Jerry sangat lemas dan Jerry juga kehilangan banyak darah
Dokter memberikan surat perjanjian dan menyuruh keluarganya menyetujui dan menandatanganinya untuk setuju akan di operasi,Agus langsung menandatangani dan Jerry di bawa ke ruangan operasi sedangkan aku kembali menangis dan Dani memelukku lagi dan menenangkanku
"Vish,tenanglah tuhan ga akan ngambil Jerry dari lo,dan jangan nangis gue yakin Jerry belum sadar juga pasti rohnya keluar dan pasti dia ada di sekitar sini,pastinya dia melihat kita,jadi tenanglah buat Jerry menjadi kuat agar bisa bertahan"Ucap Dani menenangkanku
Aku sungguh nyaman bersamanya,kata-katanya membuatku tenang dan aku masih memeluknya begitupun dia
Hampir tiga jam operasinya masih belum selesai juga dan membuatku semakin Khawatir,aku mencoba menenangkan diri dengan mengingat ucapan Dani,aku harus tegar dan selalu berdoa akhirnya setelah tiga jam setengah dokter keluar dari ruangan operasi dan dengan sigap aku meloncat ke arah dokter dan menanyakan banyak pertanyaan
"Dok gimana keadaan Jerry? Apa dia baik-baik aja? Operasinya lancar kan dok? Dan apa dia udah sadar? Dok dia ga bakal kenapa-kenapakan? Dan dia bakal sehat kan? Dok jawabbb dok!"Tanyaku dengan khawatir dan terjatuh ke lantai
__ADS_1
Agus langsung membangunkanku dan memberikanku kepada Dani,Agus mengira Dani bisa menenangkan aku sedangkan Agus maju kehadapan dokter
"Maaf dok,Visha sangat khawatir jadi mohon di mengerti"Ucap Agus
"Tidak apa-apa saya mengerti,dan ya untuk saat ini pasien masih belum sadar tapi Alhamdulillah operasinya lancar tapi pasien masih perlu di rawat di rumah sakit paling cepat dua atau tiga minggu"Jelas Dokter
"Baik dok terimakasih atas penjelasannya,dan sekarang apa kami boleh masuk?"Tanya Jerry
"Untuk saat ini kalian masih belum bisa menjenguk pasien karena keadaan pasien masih koma dan sangat lemah,jadi harap bersabar"Jelas dokter
"Baik dok"Singkat Agus
"Baik,kalau begitu saya duluan ya!"Ucap Dokter yang berjalan meninggalkan kami semua
Aku melihat di kaca pintu yang berbentuk melingkar,bisa terlihat Jerry terbaring lemah dengan infus air dan infus darah,aku kembali menangis dan menyalahkan diriku sendiri di pelukan Dani
Waktu demi waktu berjalan dan aku sudah bisa tenang dan bisa mengontrol Jerry,di rumah sakit ini sudah satu minggu berlalu,dan belum ada kabar yang pasti dari Jerry
Sampai suatu ketika kami sedang makan di depan ruangan Jerry,dokter datang dan masuk ke ruangan Jerry,dengan cepat aku berdiri dan melihat ke arah kaca yang bulat,setelah beberapa menit dokter berjalan keluar ruangan Jerry dan dengan cepat juga aku duduk di tempatku semula,Agus yang melihat tingkahku menahan tawanya
Dokter pun keluar dari ruangan Jerry dan menjelaskan keadaan Jerry saat ini
"Dok gimana keadaan Jerry?"Tanyaku
"Apa kita boleh masuk dok?"Tanyaku
"Silahkan,tapi jangan terlalu membuat pasien tertekan ya"Jawab dokter
"Baik dok terimakasih"Ucapku
"Ya sama-sama"jawab dokter yang melenggang pergi
Aku dan Agus masuk keruangan Jerry,terdapat Jerry sedang berbaring disana dengan wajah yang lumayan membaik
Aku duduk di samping Jerry dan kembali meneteskan air mata,Jerry memegang pipiku dan menghapus air mataku dengan Jarinya
"Hei kenapa?"Tanya Jerry
"Kamu ga akan ninggalin aku kan?"Tanyaku
Jerry pun tersenyum lalu mengatakan"Ngak,aku ga akan ninggalin kamu,karena aku tau tanpa kita berdua semua ini ga ada artinya"
__ADS_1
"Kalau kamu pergi aku bakalan ikut dan aku gamau tau soal yang lainnya"Tangisku
Jerry melihat Agus yang berdiri di sampingku
"Gus wanita tersayang lo ternyata punya rasa sayang juga ya"Ucap Jerry tertawa
"Heh iya lah,wanitaku ini udah menemukan orang yang lebih sayang sama dia dari pada aku"Balas Agus tersenyum
"Apa sih Gus,ya ngak lah! Kalian berdua itu sama-sama punya aku akan selalu sama aku,kalian ga boleh di miliki siapapun"Ucapku kesal
Agus mencubit pipiku dan menariknya hingga memerah
"Auugh,sakit tauu"Ucapku kesal
"Suatu saat juga aku akan nikah kali Vish"Balas Agus
"Terus? Aku kan adik kamu jadi aku akan tinggal di samping rumah kamu,dan biasanyakan wanita itu suka selingkuh nah kalau istri kamu berani kaya gitu biar aku yang maju beri dia pelajaran"Ucapku tersenyum
Agus mengelus rambutku dan tersenyum
"Ehm kita semua pasti akan satu kompleks"Ucap Agus
"Jadi aku di kacangin nih"Ucap Jerry tersenyum
"Eh ngak kok"Ucapku
"Sayang"sambungku pelan
"Hah apa?"Tanya Jerry terkejut
Aku terkejut dan melompat kecil
"Ehm ngak kok,ga ada apa-apa kamu salah dengar pasti"Ucapku dengan pipi memerah
"Visha sayang"Sambung Agus yang membuatku malu
Jerrypun tersenyum dan membalasnya
"Ehm sayang juga"Balasnya
Langsung aku salah tingkah dan sedikit malu,karena baru kali ini aku ngucapin sayang langsung sama orangnya,di tengah perbincangan kami Dokter kembali masuk untuk mengganti infus
__ADS_1
Dengan dokter yang masuk Agus keluar ruangan untuk membeli minuman dan cemilan