
"Papa,nanti aku dan Taki mau ikut ke festival ya."kata Saki setelah sampai diguild.
"Baiklah,kalian boleh pergi asal kalian bawalah 2 orang level 50 ke atas."pesan Papa Saki.
"Tapi Pa kami sudah kuat."Kata Saki.
"ya kalian memang sudah kuat karna level 13 dan 10 tapi dikota ini rata rata memiliki level diatas 50 Saki."
"Tapi,pa kami menda-"Taki refleks menutup mulut Saki.
"Tapi,apa?"Tanya papa Saki lagi.
"Tapi mereka gak boleh ganggu kami bersenag senag ya om."kali ini Taki yang berbicara.
"oooo....tentu saja."kata papa Saki.
"Ngomong ngomong kenapa kalian membawa kucing kecil dan musang hitam itu?."tanya papa Saki lagi.
"Ap-"Sekarang justru Mika yang harus menutup mulut Fast.
"Itu karna kami kasihan melihat mereka om."alasan Taki.
"Ya sudah om kami mau keatas bersiap siap dulu."kata Taki.
"silahkan."
Taki pun langsung menarik tangan Saki untuk beranjak kekamar.
"Taki kamu kenapa sih?"tanya Saki saat mereka sudah berada dikamar.
"Hah....kalian bertiga kemarilah."kata Taki sambil duduk diatas ranjang Kamar Saki.
Fast,Mika dan Saki pun mendekat.
"Kita belum cukup kuat untuk menyebarkan segalanya,mengerti."kata Taki.
"Tapi pa,kalian kan mendapat warisan kekuatan dari ayah dan papa,belum lagi kami hewan mythic level 100 lebih."kata Fast memberi jawaban.
Taki menghela nafas lagi.
"Nef,Pipo keluarlah."perintah Taki.
Nef dan pipo pun keluar dari bayangan Taki,hal ini tentu membuat mereka bertiga terkejut karna aura yang dikeluarkan Pipo tak kalah besar dengan Nef.
"Pa papa membangkitkan yang kuat lagi?"tanya Mika.
"ya kurang lebih begitu,tapi kalian bayangkan jika mereka berdua adalah musuh tentu kita tak bisa melawannya kan?"
Mereka bertiga menunduk menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Bagaimanapun bisa jadi ada yang lebih kuat dari mereka,walaupun sejauh ini belum ada yang mencapai level 200 lebih tapi tetap saja kita tak tau kalau ada yang memiliki rahasia besar seperti ini."jelas Taki.
Mereka bertiga mengangguk,memahami kesalahan mereka.
"Oleh karna itu aku memiliki rencana yang sangat seru."
Semua yang diruangan itu refleks melihat Taki,Bahkan 2 makhluk bayangan itu. Taki hanya menyeringai jahat.
------------
"Nef bagaimana apakah mereka mengikuti kita."tanya Taki lewat telepati.
"baiklah,kalau begitu kalian berdua bisa keluar."
"Baik tuan."Nef dan Pipo pun langsung keluar dari bayangan Taki.
"jagalah disini dampaikan kalau ada yang mendekat."perintah Taki.
"Baiklah."
"Taki,kamu yakin dengan ini."tanya Saki sekali lagi.
"Tentu saja,ayo kita tak mau membuat Fast dan Mika menunggu bukan?"Taki pun langsung menggenggam tangan Saki.
"Shadow teleport."
"Aaaa-"teriak Putri bangsawan itu terhenti setelah mulutnya dibekap oleh Taki.
"Tenang saja nona,kami hanya ingin bernegosiasi denganmu."kata Taki berbisik.
"si-siapa kalian."tanya putri bangsawan itu.
"Ntah."jawab Saki singkat karna ia tak senang saat Taki dekat dengan putri itu walau hanya Npc.
"Kami ingin mrngajukan negosiasi."kata Taki.
"apa maksud kalian?."tanya Putri bangsawan itu lagi.
"Begini,kau pasti tau kan sayembara yang akan diadakan orang tuamu."kata Taki mengangkat sebelah alisnya.
"ya."
"Lalu bukankah kau tak suka dijodohkan seperti ini."kata Taki.
"Dari mana kau tau?"tanya putri bangsawan itu lagi.
Taki hanya tertawa kecil,lalu mengeluarkan buku tipis dari inventory nya.
"Ini adalah salah satu bab dalam kitab yang ingin dicari orang tuamu."kata Taki.
__ADS_1
"Dari mana aku bisa yakin itu bab yang asli."tanya Putri itu penuh selidik.
Taki hanya menghela nafas pelan.
"Pipo kemarilah."perintah Taki.
"ada apa tuan?"Pipo pun muncul dibalakang Taki.
"Tunjukkan bentuk panda mu."kata Taki.
Pipo pun manunjukkan bentuk pandanya,walau ia telah menjadi mirip manusia tapi ia tetap bisa berubah jadi hewnya begitu juga Nef.
Putri itu terkejut dengan apa yang dilihatnya,walau tak pernah melihat langsung tapi ia pernah melihat sketsa dari orang yang pernah bertemu pipo.
"Ba-bagaimana mungkin."kata Putri itu terbatas bata.
"Pipo,Nef kambalilah kebayanganku."perintah Taki langsung dituruti dua makhluk bayangan itu.
"Kami kasini hanya ingin mengajukan negosiasi,bab ini adalah bab awal kitab kekuatan pertahanan yang dicari semua orang,aku akan memberikannya padamu tapi tentu saja tak gratis."kata Taki.
"Kami minta sekarang uang 1000 keping emas."lanjut Taki,putri itu langsung mengeluarkan uang itu dari cincin ruangnya.
"Ok baiklah dan satu lagi,kami harap bangsawan Fan ingin bekerja sama dengan guild Kinanti dan ini tak bisa kau tolak."
Setelah berpikir beberapa saat,akhirnya Putri bangsawan itu menyetujuinya.
Taki pun menyerahkan bab itu lalu bersiap pergi tapi sebelum itu putri bangsawan itu memberi semacam kartu berwarna emas kepada Taki. Kartu itu adalah kartu istimewa yang hanya dimiliki beberapa tamu istimewa bangsawan.
"Fan yun,tidak buruk,akan aku pegang kartu ini."kata Taki.
"kalau begitu ayo Saki kita pergi."Saki hanya mengangguk karna memang ia hanya sekadar menemani Taki untuk memastikan hanya negosiasi saja.
"Putri anda telah bersiap untuk pemotongan kue."tanya pelayan mengetok pintu kamar.
Taki dan Saki pun langsung berniat kabur.
"TUNGGU!!,aku bisa memanggil kalian siapa?"kata Fan yun.
"panggil saja aku kami King of dead dan queen of live."kata Taki.
Ceklek...."putri anda bicara dengan siapa?"tanya pelayan itu.
Taki sudah menghilang dari kamar itu.
--------------------
**Sory ya updatenya telat,soalnya author ada sekolah online jadi gak bisa langsung update banyak tapi perhatian diusahain 2 chapter kok....VOTE dan LIKE ya....
LETS READ AND ENJOYYYY**......
__ADS_1