
"Kau dari mana saja,aku sangat mengkhawatirkanmu hiks...hiks..."ucap Saki sambil memeluk saat Taki yang baru masuk kedalam guild.
"Hei sudahlah kenapa kau harus menagis,lihat bukankah aku baik baik saja."balas Taki sambil mengelus rambut Saki.
"Hei Saki disini banyak orang loh,apa gak malu diliatin banyak orang."Kata Taki saat melihat banyak pasang mata melihay mereka berdua bahkan beberapa menyoraki dan mengambil gambar.
"gak,biarkan aku seperti ini dulu."ucap Saki masih dengan tangisan lirih.
Hampir selama 15 menit mereka saling berpelukan,Taki yang mulai kesemutan mencoba bicara pada Saki,namun Saki tak menjawab,yang terdengar malah suara nafas teratur.
"Aiis,malah tidur pula."ucap Taki saat melihat Saki yang masih tertidur sambil memeluknya.
Taki pun menggendong tubuh Saki dan bertanya dimana kamar Saki lalu bergegas kekamarnya dan meletakkan dirinya yang masih tidur.
"Tuan,aku merasa ada seseorang mendekat kearah sini."ucap Nef lewat telepati.
"Apakah ia berbahaya."tanya Taki.
"Tidak tuan."
Ceklek...
Pintu terbuka dan menampilkan seorang bapak bapak dengan lencana gambar Naga dan Mawar.
"Om..."Kata Taki.
"Oh,Taki dari mana saja kau tadi?"Tanya leader guild itu.
"Tadi saya hanya mencari udara segar om."
"Taki,papa."ucap Saki yang baru bangun dari tidurnya.
"oh Saki,kau sudah bangun nak."
"Iya pa."
__ADS_1
"oh ya om kenapa dikota ini ramai sekali?"Tanya Taki.
"ah...itu karna akan diadakannya pesta ulang tahun putri bangsawan kota ini,dan juga akan dilangsungkannya sayembara?"
"Sayembara apa?"
"Sayembara mendapatkan kitab pusaka. Kitab itu berada dihutan timur dan dijaga oleh Panda besar,konon katanya kitab itu adalah salah satu jalan menjadi yang Sekuat Dewa."jelas papa Saki.
Deg....
"Pipo apakah yang dimaksud itu dirimu."Tanya Taki lewat telepati.
"Ku rasa begitu tuan."jawab Pipo.
"Hah....kira kira hadiahnya apa om?"tanya Taki.
"Hmmm....kalau tak salah seribu kepingin emas dan dinikahkan dengan putri bangsawan itu."jelas Papa Taki.
Setelah mendengar itu spontan Saki melihat Taki dengan Tatapan tajamnya.
"Te-tentu saja tidak Saki."jawab Taki.
"hahaha....dasar anak muda."kata papa Taki.
"Oh ya Saki bagaimana kalau kita keliling kota sambil menikmati senja."bujuk Taki.
"ok ayooo."kata Saki kegirangan.
"Om kami pergi dulu ya."izin Taki.
"Ya,jangan lupa jaga calon mu dengan baik ya."kata papa Saki. Perkataan itu spontan membuat Saki memerah wajahnya.
---------------------------------------------------
"Saki kita ketoko baju dulu ya,untuk beli jubah."kata Taki.
__ADS_1
"eh....bukannya jubah yang diberi kaisar belum kau pakai dan jubah yang diberi kaisar kan termasuk mythic."
"Aku beli jubah bukan untuk diriku."kata Taki.
"lalu untuk siapa?"curiga Saki.
"Sudahlah nanti akan ku jelaskan."Balas Taki.
---------------------------------------------------------
"Eh sudah dengar belum kalau hutan yang diselatan kota tempat berkumpulnya serigala sudah pergi,serigala itu pergi tanpa meninggalkan jejak,padahal sebelumnya banyak yang menyerang mereka tapi gagal."bisik bisik orang di kedai makan itu.
"Pa,sepertinya papa seudah membuat sesuatu yang luar biasa."kata Fast sambil memakan ikan bakar yang dipesan.
"betul pa,mereka pasti kaget kalau tau papa yang mengalahkan serigala itu."sambung Mika.
"Sudahlah,lebih baik kita mengumpulkan sekutu yang kuat dulu agar kalau ada ancaman kita bisa bertahan."kata Taki.
-----------------------------------------------
"Walau ini cuman game tapi kelihatan indah ya."kata Saki sambil menopanh kepalanya di bahu Taki.
"Ya."Jawab Taki singkat.
"Taki kumohon jangan pernah pergi dari ku ya."kata Saki.
"Bukankah sudah kubilang aku akan menjagamu dimanapun Senja ini menjadi saksinya."kata Taki.
Saki sangat senang mendengar perkataan Taki dan langsung memeluknya.
Mereka berdua menikmati sunset sambil memperkuat ikatan antara satu sama lain.
---------------------------------------
**Makasih yaaaa.....Dukung terus author biar SUPER CRAZY UP OK!!!
__ADS_1
LETS READ AND ENJOYYYY**......