Tidak Ada

Tidak Ada
Menginap


__ADS_3

Dokter masuk dan memeriksa keadaan Jerry dan Mengganti obat Jerry


"Dok,apa Jerry belum bisa pulang? Apa Jerry masih dalam keadaan buruk? Kapan Jerry bisa pulang?"Tanyaku lengkap


"Mungkin akan pulang minggu depan,walaupun keadaan pasien sudah mulai membaik tapi pasien juga perlu perawatan dan pengecekan obat setiap saat"Jelas Dokter


"Baiklah"Balasku


Dokter kembali keluar,sedangkan aku masih menatap wajah Jerry dan Jerry juga menatapku dengan senyum yang sangat manis


"Ngapain liat-liat!"Tanyaku


"Cantik"Balasnya


"What?"Tanyaku


"Ngak,tadi ada capung lewat"Balasnya tertawa


Aku kesal,tapi aku mendengar ucapannya hanya saja aku ingin mendengarnya sekali lagi tapi tidak bisa


"Kamu cantikk"Ucapnya pelan dan mengelus pipiku


"Oh"Balasku singkat


"Oh doang? Padahal pipi kamu merah tuh"Ucapnya tersenyum


"Ngak"Balasku


Agus kembalu masuk kedalam ruangan dan menemukan kami berdua saling bertatapan


"Udah jangan lama-lama liatin wajah satu sama lain,nanti wajah kalian ketukar lagi"Ucapnya Tertawa


"Agus"Sapaku "ehm kalian ngobrol aja aku keluar dulu"Ucapku


Aku berdiri dan membalikkan badan tapi Jerry memegang tanganku


"Disini aja,emang mau kemana sih?"Tanyanya


"Aku mau beli minuman,haus banget"Alasanku


"Jadi obat nyamuk yaa?"Ucap Agus


Aku melepas tangan Jerry dan pergi keluar mencari minuman karena tenggorokanku rasanya sangat kering


"Jer lo yakin lo udah baikan?"Tanya Agus


"Masih ada sakit sedikit,tapi biarin lah ntar juga sembuh sendiri"Balas Jerry


"Gue senang kalau lo akhirnya bisa sadar karena sebelum lo sadar Visha nangis terus,gue udah nyoba nenangin dia, emang bisa tapi nangis lagi kalau liat lo"Jelas Agus


"Visha"Ucapnya tersenyum "tapi di depan aku ngajak ribut mulu dah"Ucap Jerry tertawa


"Mana gue tau,tapi Jer gue heran dah ketika Visha kemarin udah meninggal pas kena air mata lo dia hidup lagi padahal dia benar-benar udah meninggal,dan sekarang giliran lo! Kemarin gue liat dengan mata kepala gue sendiri kalau lo emang benar-benar udah meninggal juga,tapi pas Visha nangis dan air matanya jatuh di pipi lo,lo malah sadar lagi"Heran Agus


"Emm,mungkin udah di takdirkan alias udah jodoh"Balas Jerry


"Dan kemarin lo bilang kalau Thavisha sangat sulit untuk didekati apalagi itu seorang laki-laki,dan gue liat omongan lo benar! Awalnya susah banget buat dekatin dia, tapi belum genap satu bulan dia udah jadi milik gue,dan sekarang gue nyaman banget sama dia!"Jelas Jerry


"Gue percayain lo Jer,gue harap lo ga bakal nyakitin hati Visha!"Ucap Agus


"Jangankan nyakitin,ngeliat Visha nangis aja gue udah rapuh"Ucap Jerry


Aku kembali ke kamar Jerry dan melihat mereka masih mengobrol,Agus menyadari kedatanganku yang berdiri di depan pintu sambil meminum susu kotak


"Jer gue keluar dulu ya,tuan putri udah dateng"Ucap Agus tersenyum


"Oke"Singkat Jerry


Agus berjalan menuju keluar ruangan Jerry,tapi Agus berhenti dan berbisik

__ADS_1


"Buatlah Jerry bahagia pasti Jerry akan cepat keluar dari rumah sakit dan pulih total"Bisiknya


Aku tersenyum dan berjalan menuju ranjang Jerry


"Jer kapan kamu sembuhnya?"Tanyaku


"Kenapa? Kamu udah ngak kuat ngerawat aku?"Tanya Jerry


"Jerry!"Teriakku sehingga membuat Agus dan yang lainnya masuk ke dalam kamar dengan panik


"Jerry!"Teriak Agus yang membuka pintu dengan keras


"Jerry kenapa? Cepat panggil dokter!"Ucap Dani


"Dokter dokterr"Teriak Agung


Aku dan Jerry hanya tertawa melihat tingkah laku teman-teman kami dan membuat mereka terheran-heran dan mendekat


"Kenapa kalian tertawa? Jer lo gpp?"Tanya Agus


"Emang gue kenapa?"Tanya kembali Jerry


"Tapi tadi Visha teriak"Ucap Agus


"Jangan-jangan kalian mau berbuat yang nga-nga nih"Balas Agung


"Heh,siapa yang mau buat kaya begituan,aku teriak gara-gara Jerry ngomongnya bikin kesel"Ujarku


"Emang ngomong apaan?"Tanya Agung


"Duhh,udah deh kalian keluar lagi!"Bantahku


"Kalau kita gamau?"Tanya Dani


"Oh gamau ya?"Tanyaku


Agus dan yang lainnya mengangguk dan aku berjalan mendekat ke arah mereka dan menjewer telinga mereka satu persatu dan memukul pundak mereka lalu mendorong paksa mereka keluar


"Pftt"Jerry menahan tawa


"Kenapa ketawa! Gada yang lucu!"Bantahku


"Galak amat,yang lain udah pergi noh tadi mau bilang apaan?"Tanya Jerry


"Mau bilang apa? Kamuu yang bilang aku bosan ngerawat kamu! Jelas-jelas aku disini sepanjang waktu bahkan tiap detik! Terus kamu bilang aku bosan? Kalau udah bosan juga dari awal udah aku tinggalin kamuu!"Ujarku panjang lebar


Terlihat Agus dan teman-teman yang lainnya melihat di kaca jendela dan menguping,aku yang melihat itu berteriak dan membuat mereka lari bertebaran sehingga Jerry pun tertawa melihat tingkahku


"Kamu kalau marah bukannya bikin orang takut,malah bikin orang tertawa"Ucap Jerry yang masih tertawa


"Kamuu! Ihhh udahlah aku keluar!"Bantahku kesal


Jerry langsung menarik tanganku dan menariknya,Jerry ingin memegang bibirku(hanya memegang)tapi Agung kembali masuk dengan alasan Hp nya tertinggal di kamar ini


"Wahhhh"Ucap Agung yang membuatku langsung menjauh dan berdiri kembali


"Maaf gue datang di saat yang ga tepat"Ucapnya tertawa kecil


"Ah lo sih! Ganggu mulu dari tadi!"Kesal Jerry


"Heyy hp gue ketinggalan! Ntar pacar gue nelfon ga di angkat kan bahaya"Jelasnya


"Udah keluar sona"Kesal Jerry


"Iya udahh,kalian lanjutin dah! Tapi jangan kebablasan kan masih kuliah"Jelasnya tertawa lebar dan keluar dari kamar Jerry


"Aku keluar dulu"Ucapku tertunduk


Jerry tersenyum melihatku dan kembali istirahat

__ADS_1


Hari demi hari berlalu sehingga sampailah pada akhirnya Jerry dinyatakan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit


Sesampainya di rumah Jerry aku mengantarnya hingga kekamarnya dan merawatnya dengan sepenuh hati,tapi aku juga sangat khawatir terhadapnya,karena Jerry hanya tinggal dengan seorang pembantu dan Satpam,jadi kemungkinan besar Jerry tidak akan terurus sepenuhnya


Aku membuatkan Jerry makanan dan segelas susu Almond


"Nih"Ucapku yang memberikannya piring dan segelas susu almond


"Buatan kamu?"Tanyanya


"Bukan,buatan bibi"Bohongku


"Gamau makan!"Tolaknya


"Lah kenapa?"Tanyaku


"Aku maunya masakan kamu!"Bantahnya


"Iya udah,ini masakan aku,aku bohong tadi"Jujurku


"Yakin?"Tanyanya


"Yakin lah,kalau ga percaya tanya bibi sana!"ujarku


"Iya-iya aku percaya,sini!"Jerry mengambil piring di tanganku dan melahapnya dengan rakus


"Udah berapa tahun ga makan?"Tanyaku yang tertawa


Seketika Jerry menghentikan makannya dan menatapku


"Masakan kamu enak,jarang ada cewe sekaya kamu tapi pintar masak"Pujinya


"Pfft!"Tawaku


"Kamu lupa,aku udah tinggal sendiri satu tahun,jadi aku harus mandiri dan bisa semuanya jadi kalau aku nikah aku bisa semuanya dan pastinya buat suami aku seneng"Perjelasku


"Suaminya siapa?"Tanya Jerry


"Ehm gatau"Balasku mengeryitkan alis


"Kok gatau?"Tanya Jerry


"Ya gatau lah! Hanya Allah yang tau siapa suami aku kelak!"Perjelasku


"Kalau aku jadi suami kamu?"Tanyanya


"Udah ah,udah malam aku mau pulang,dan kamu kalau ada apa-ala panggil bibi!"Bantahku


Seraya ingin keluar dari kamar Jerry,Jerry memegang tanganku dan memasang wajah kasihan


"Kamu nginap disini ya?"Tanyanya


"Aku?"Tanyaku


"Yaiyalah,emang siapa lagi kan cuma kamu doang yang di sini"balas Jerry


"Maaf ga bisa Jer,aku harus pulang kerumah lagian ga enak nginap di rumah kamu"Jelasku


"Vish tenang aja,kita gabakal satu kamar kok! Yakali aku berani tidur sama kamu yang ada aku di kubur hidup-hidup sama Agus"Jelasnya


Aku terdiam sejenak


"Mau ya?"Tanyanya


"Untuk beberapa hari aja"Melasnya


"Tapi.."


"Please kali ini aja,kalau nga aku gabakalan sembuh!"Bantahnya kesal

__ADS_1


"Tapi aku coba izin sama bibi ya?"Tanyaku


"Kamu ga boleh pulang kerumah,kamu telfon aja!"Ucapnya


__ADS_2