
~Mafia Dan Hijab~
Sela tidak paham dengan ucapan pria yang beranama Ansel itu.
"Ah... Walaupun aku tak paham, tapi bisa kah kau keluar? Tidak baik jika hanya kita berdua di ruangan seperti ini.Takut akan menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan."
Ansel melihat sekilas jam di tangannya.
"Aku beri waktu kau 5 menit dari sekarang untuk sekedar membasuh wajahmu ."
Sela mengangguk.
"Sungguh aneh,Memang aku sedang mengikuti pesantren sehingga waktu sangat berharga?" guman Sela sembari jalan menuju kamar mandi.
Lima menit lebih sebenarnya, Sela keluar dari kamarnya. Dengan kondisi sudah rapih,namun tidak dengan pakaian.Masih sama, ia mengenakan pakaian kemarin.
"Kau melebihi waktu yang ku berikan, Nona."peringat Ansel.
"Maaf." gumam Sela.
Ansel kemudian melangkah perlahan di ikuti Sela di belakang.Sebenarnya Sela Takut sangat takut berada di tempat asing dengan di kelilingi pria asing yang misterius.
Namun,ia sedang di culik bukan? Tapi kenapa ia di beri fasilitas yang cukup baik?
Langkah Ansel melambat di ikuti Sela di belakangannya. Ternyata, Ansel membawa Sela ke ruangan yang biasa di jadikan untuk tempat makan.
Di sana, Ansel dapat melihat tuannya, Will, tengah memainkan tablet miliknya dengan serius.
Sedangkan Sela? Gadis itu nampak berlindung di balik punggung kokoh Ansel.
"Selamat pagi tuan." Ansel menyapa Will dengan menundukan tubuh.
"Kau terlambat 1 menit 50 detik, Ansel. Kau tahu apa risiko mu?"
Ansel kembali menunduk. "Maaf kan saya tuan."
Will berdiri dan langsung menendang tulang kering kaki kanan Ansel dengan keras.
__ADS_1
Ansel tampak meraung kesakitan namun sebisa mungkin ia menahannya dan tetap dengan kondisi awal. Berdiri dengan tubuh tegap saat di depan Will.
Justru Sela yang di saat itu memekik terkejut saat Will menendang Ansel hingga terdengar di telinga gadis itu.
Pekik-an Sela, membuat fokus Will beralih kepada gadis itu. Kepala Will, menengok ke belakang tubuh Ansel.
"Wah? Apa ini wanita ku, Ansel?"
"Benar, Tuan."
Will nampak menilai Sela dari atas hingga bawah dengan sangat teliti. Will melangkah maju mendekati Sela dan otomatis, Ansel menyingkir.
"Aku tertarik pada mu, baby girl." gumam Will di depan wajahnya
~mafia dan hijab~
Episode4
• Uang tidak menjamin segalanya,tapi hidup bersamaku In Shaa Allah akan bahagia dunia akhirat •
***
Justru membuat Sela semakin takut Karena tampang dewasa Will yang memang nampak sangat sudah om-om bagi Sela.Jadi,gadis itu menyimpulkan bahwa pria di depannya mungkin pedofil.Will yang berdiri tepat di depan Sela yang menyisakan mungkin hanya 2 langkah saja,membuat Sela menunduk dalam - dalam Sela takut berada disini dengan pria - pria asing ini.Will mengamati setiap lekuk wajah Sela.
Will paham akan raut wajah ketakutan yang gadis itu tunjukan.
"Baiklah. Kau tidak mau memberi tahu ku."
Will menengok ke belakang di mana Ansel tengah berdiri. "Ansel?"
Ansel menunduk hormat. "Siap, tuan."
"Siapa nama gadis cantik ku ini?"
"Dia bernama Sela Aurellia, Tuan."
Will kembali menatap Sela dengan tatapan penggoda. "Are you virgin?"
__ADS_1
Bagi Sela,pertanyaan seperti itu adalah privasi di negaranya.Privasi yang hanya oleh di ketahui oleh diri sendiri dan juga mungkin keluarga dekat Atau suami, mungkin?
"Apa dia bisu atau tuli, Ansel?"
"Tidak tuan."
Wajah Will mendekat ke wajah Sela yang sedari tadi menunduk Jari telunjuk tangan kanan Will,pria itu gunakan untuk mengangkat dagu lancip milik Sela.Saat wajah Sela berhasil terangkat, kening Will justru berkerut."Mengapa kau menutup mata mu?"
Nafas Sela sudah tidak teratur.
"Mengapa?" suara Will memang terdengar lembut tapi justru itu terdengar menakutkan.
Hanya gelengan dan air mata yang mulai keluar dari celah mata Sela, menjadi jawabannya.
Will mengkode dengan kibasan jari, supaya Ansel pergi dari situ. Dengan patuh,Ansel menunduk kemudian pergi.
Will kembali fokus pada Sela.
"Shuutt... Don't cry, baby." bisikan dari mulut Will justru menambah tangisan Sela.
"Buka mata mu Tatap mataku saat kita bicara." tegas Will.
Dengan menahan tangisan, Sela mencoba membuka matanya dan menatap Will.
Will menangkup wajah Sela yang merah karena menangis.Jari jemari Will, mengusap lembut wajah Sela dari air mata. "Listen me. Aku, tidak akan menyakiti mu jika kau patuh pada ku."
Wajah Will sangat dekat dengan wajah Sela.
"Namun, jika kau menguras kesabaranku seperti tadi lain kali aku tidak akan memberikan ampun padamu,Mengerti?"
Sela mengangguk pelan.
"Pintar. Mari kita makan."
Sela menatap meja makan yang sudah penuh dengan makanan sedari tadi dengan tatapan sedih. Will menarik pelan tangan Sela Mendudukin tubuh mungil gadis itu ke kursi di samping Will.
Will sudah mulai menyendokan nasi ke mulutnya.Bingung dengan Sela yang hanya menatap hidangan lezat di depannya. "Ada apa?"
__ADS_1
"K..kau,akan menjadikan ku se..sebagai budak atau kau akan membunuhku?" tanya Sela dengan takut - takut
#Next♥