
"Saki apakah kau mau ikut festival."tanya Taki setelah mereka sampai ke tempat sepi.
"Hmph!"Saki memalingkan wajahnya marah.
Taki yang memang sudah paham gelagatnya dari kecil hanya menghela nafas.
"Saki kau marah karna aku memberi bab kitab langka itu?"tanya Taki. Saki tak menjawab malahan m3malingkan wajahnya.
Taki hanya tertawa kecil melihat tingkah Saki yang ke kanak kanakan tersebut.
"Kenapa kau malah ketawa."tanya Saki.
"Aiiis....ku pikir kau pintar,hihihi."Saki menatap tajam kearah Taki.
"Begini kalau aku mendapatkan kitabnya lalu sudah mempelajarinya kenapa kitabnya masih ada."tanya Taki. Saki langsung sadar,ia tau kalau didunia ini pemain yang mempelajari sebuah skill atau kitab maka otomatis akan hilang setelah dipelajari.
"lalu yang tadi."tanya Saki yang dibalas ketawa oleh Taki.
"Tentu saja yang tadi kuberikan adalah bab dengan isi latihan fisik tingkat tinggi saja."Saki menatap mata Taki mencoba mencari kebohongan,tapi nihil ia sama sekali tak menemukannya.
"Sudahlah,nanti akan ku minta Pipo membuatkan jiplakannya."kata Taki.
"Tuan,bagaimana dengan Nef."kata Pipo.
"Bukankah kau yang bilang Kalau Nef pikun,namanya saja ia lupa bagaimana dengan isi kitab itu."Pipo hanya berdecak kesal sedangkan Nef tersenyum kemenagan.
"Tenaga saja aku akan menyediakan banyak bambu berkualitas nanti dan arak."kali ini Pipo yang tertawa kemenagan sementara Nef langsung meneguk air ludahnya,bagaimana pun juga bagi pendekar yang telah hidup ratusan tahun arak adalah air putih bagi mereka.
__ADS_1
Taki hanya tertawa kecil melihat itu. Sedangkan Saki sudah memeluk Taki,sambil berkata terima kasih. Taki mengelus kepalanya lembut lalu mengajaknya menikmati festival.
Mereka berdua pun menikmati festival yang semakin mengikat mereka hingga larut malam.
------------------------------
"Leader,ada utusan kekuarga Fan didepan."kata salah satu bawahan papa Saki.
"oh ya,kenapa mereka kemari?"tanya papa Saki. bawahan itu hanya menggeleng tak tau apa alasan mereka kemari.
"Baiklah Taki,Saki ayo ikut papa ketemu keluarga Fan."ajak papa Saki. Taki dan Saki mangiya kan tapi mereka ingin bersih bersih diri dulu.
"Pakailah jubah tadi malam dan topeng juga."kata Taki setelah papa Saki keluar dari kamar,Saki mengiyakan lalu pergi bersiap.
-------------------------------
Ayah Fan yun pun menjelaskan bahwa salah satu orang guild Kinanti memberikan bab kitab langka yang dicari selama ini,tapi ia ingin keluarga Fan menjalin relasasi dengan guild kinanti,hal ini tentu mengejutkan seluruh pasukan guild kinanti di ruangan itu.
"Kami akan menerima nya dengan senag hati kalau begitu tapi apakah tuan tau siapa yang memberikan bab kitab itu?"tanya papa Saki.
"Kalau itu kami tidak tau karna orang itu hanya bertemu Fan yun saja,ngomong ngomong siapakah itu Fan yun."tanya ayah Fan yun.
Seluruh ruangan langsung menatap Fan yun,meminta jawaban. Fan yun yang sedari tadi memperhatikan Taki dan Saki dari awal masuk karna ia yakin mereka berdua yang tadi malam datang karna jubahnya terlihat sama,walau mereka memakai topeng musang dan kucing.
Fan yun yang langsung tersadar langsung menatap ke semua orang dirungan itu lalu berhenti tepat diarah Taki. Taki memberi isyarat dengan jari agar menunjukkan namanya saja.
Fan yun menghela nafas.
__ADS_1
"Mereka berdua menyebut dirinya King of dead dan queen of life."kata Fan yun.
"Raja kematian dan Ratu kehidupan?aku tak pernah mendengar julukan itu."kata papa Saki memegsng dagu.
"kau juga tak mengetahuinya?"tanya ayah Fan yun. Papa Saki hanya membalas dengan gelengan.
"Ku rasa kita tak bisa bermain main dengan mereka berdua karna mereka berhasil membawakan bab kitab itu,berarti bukan orang sembarangan bahkan pendekar level 100 keatas susah jika harus melawan panda yang menjaga kitab itu.
Seluruh ruangan hening mencerna setiap kata yang disebut pemimpin keluarga Fan tersebut.
"Nef,bisakah kau mengirim telepari kepada Fan yun,katakan padanya untuk menyampaikan pesan keselurub orang diruangan ini agar tak menyebarkan nama King of dead dan queen of life terlebih dahulu,jika mereka menyebarkannya katakan tak ada hari esok bagi dirinya dan keluarganya."pesan Taki.
"Baik tuan."Nef langsung mengirimkan pesan telepati kepada Fan yun.
Setelah menerima telepati itu tubuh Fan yun jadi pucat keringat dingin keluar dari badannya yang gemetar.
Semua orang yang melihat itu langsung bingung dan bertanya pada Fan yun ada apa?.
"Me-mereka me-mengirim telepati agar tak menyebarkan nama mereka atau yang ada diruangan ini akan mati beserta keluarganya."kata Fan yun dengan tubuh gemetar. Mendengar yang dikatakan Fan yun itu membuat tubuh semua orang disitu pucat,Saki pun menoleh ke arah Taki meminta penjelasan Taki hanya mengangkat bahunya tak tau apa apa. walaupun hanya pemain tapi tetap saja jika mereka mati mereka akan kehilangan 5 level dan barang secara acak serta harus menunggu selama 3 hari.
"Sepertinya kita memang harus mengikuti alurnya dulu."Kata papa Saki sambil menghela nafas.
----------------------------------------
**Makasihhhhh yang udah slalu dukung author.....jangan lupa VOTE dan LIKE ok.....
LETS READ AND ENJOYYYY**.........
__ADS_1