
Seketika itu, angeline bereaksi.
Bibirnya yang kering dan memar luka sobek di ujung. Ingin berbicara, tapi suaranya tak keluar.
Sekian lama berusaha, suara seraknya keluar.
Satu kata, yang terucapa "ayah"
Setelah itu, angeline batuk dengan dasyat. Darah bercampur dengan dahak. Rom sangat panik dan profesor lycon menepuk punggung angeline dengan lembut.
"tidak apa,keluarkan saja. Ini hanya sisa darah beku di tenggorokan."
Nafas angeline terengah-engah karena lelah. Louise yang masuk ke dalam. Melihat selimut bernoda darah. Langsung menatap wajah rom. Seakan bertanya, apa yang terjadi.
Kedatangan louise, membuat angeline takut. Dirinya Bersembunyi di belakang profesor lycon
Melihat reaksi angeline, profesor lycon meminta louise dan rom untuk keluar dari kamar pasien.
Louise keluar dengan emosi, membanting pintu kamar. Besar suara pintu yang terbanting, membuat jantung angeline berdetak kencang.
Rom mengikuti dari belakang.berniat menghampiri louise. Tapi di terkejutkan dengan berapa perawat yang bolak balik keluar dari kamar angeline.
"apa yang terjadi" rom menghentikan Salah satu Perawat.
" gawat dok, Detak jantung pasien tiba-tiba berhenti"
Mendegar perkataan Perawat. Louise langsung berlari ke dalam. Melihat profesor lycon masih berjuang merasang jantung angeline dengan alat pengejut jantung.
Louise tidak terima, wanita ini benar-benar pergi dengan meninggalkan Semua bekas penderitaan untuknya selama 16 tahun.
__ADS_1
Rom yang masuk ke dalam,berusaha menarik louise keluar. Tapi di tinju oleh louise dengan sekali pukulan. Rom terlempar jauh ke dinding dan merebut alat pengejut jantung dari profesor lycon, Membuangnya ke lantai.
Louise merobek baju atasan angeline dan luka bekas operasi besar.nampak begitu mencolok.
Dahi louise mengerut, Dengan sekuat tenaga menekan jantung angeline berulang-ulang hingga dari monitor. Tergambar Detak jantung angeline kembali.
Ketika Detak jantung angeline kembali. Perawat secepatnya memasang berapa Kabel di dada angeline.
Louise mengusap-ngusap wajah angeline yang pucat tanpa ada senyuman.
Kenapa hatinya begitu sakit, Padahal dirinya sangat membenci dan mengharapkan wanita ini meninggal.
Rom,louise keluar dari kamar pasien dan profesor lycon yang pamit untuk pulang istirahat.
Albert yang datang lagi kerumah sakit. Malah melihat louise Makin tak berdaya. Sudah hampir 1 minggu. Kehidupan louise seperti mayat hidup.
louise manatap albert dengan wajah kusut.
"kenapa di data, kau belikan padaku. Tidak ada data tentang wanita itu melakukan operasi jantung"
Albert tersentak sebentar, operasi jantung.
Louise kembali terdiam dengan hawa dingin di tubuh. Pikiran di kepalanya,sangat kacau.
Gadis kecil di ingatan Masa kecilnya, sangat jahat tapi terkadang gadis itu selalu menolong dirinya.
"apa kah. Mereka berdua. Orang yang berbeda"
Louise teringat dengan foto di data kemarin, foto itu.sudah dirinya foto ulang dan di simpan di hp.
__ADS_1
Saat di lihat dan di zoom besar, wajah Keduanya sangat mirip hanya Warna mata dan isi badan yang beda.
Louise mengingat-ngingat berapa serpihan Masa lalu. Gadis yang menyiksa dirinya, Warna matanya hitam. Seperti iblis ketika ketawa. Tidak perduli,sesakit dan memohon apapun. Gadis kecil itu terus menyiksa dirinya dengan berbagai dengan pisau. Mengiris setiap kulit di perut. Tapi Keesokkan harinya, gadis itu seakan menjadi sosok yang berbeda. Melepaskan ikatan di badan dan mengobati setiap luka.
"Saat itu, Jika tidak Salah."
Louise berusaha mengingat dan terus menekan dahi.
Ingatan samar-samar muncul. Saat itu, dirinya mendorong tubuh gadis yang kurus dan mengoreskan pisau di leher samping.
Setela itu, nasib gadis itu tidak tau.
Yang dirinya tau. Expresi terkejut wajah gadis itu menatap dirinya dengan Warna yang berbeda.
Louise Seketika berdiri dari kursi membuat albert yang mengeluarkan dokumen kantor. Terkejut dan dokumen berjatuhan.
"maaf,"
Albert dengan cepat memungut dan merapikam dokumen di lantai.
"albert, selidiki kembali. Semua data anak keluarga heart"
"HA??"
Saat albert mau melanjutkan perkataan yang tertunda. Louise sudah pergi, berjalan ke arah kamar.
Menatapi wajah angeline yang tertidur dan melihat monitor di samping. Dengan perlahan-lahan, louise menyingkirkan rambut di sekitar leher angeline. Sejenak, louise ingin mencekek leher wanita di depan matanya.
"
__ADS_1