
kemarahan louise, membuat seisi villa terdiam. tidak ada yang berani bergerak. semua pelayan dan pengawal menundukkan kepala. perasaan louise memang tak bagus di tambah dengan hilangnya angeline. Makin menambah emosinya, barang yang di villa. hampir di hancurkan semua.
Vina ketakutan hingga menyembunyikan dirii di belakang badan albert.
"bagaimana pun caranya,bawah wanita itu kembali. jangan sampai mati?" bentak louise dan berjalan ke atas tangga. tetiba langkahnya terhenti dan menatap vina dengan mengerikan.
"itu ituuuu...aku aku!? vina berkata sepakata-kata.
Albert merasa aneh dan melihat vina, kemudian melihat ke louise.Louise berjalan turun tangga.
Vina ketakutan sampai gemetaran, dirinya tidak menyangkah akan seperti ini. dalam hati vina memaki angeline dan mengutuknya.
Tanpa pertanyaan dan kata, louise nenampar vina dengan keras. hingga tubuh vina terlempar jauh.
"seret wanita ini keluar, tanpa seizin Ku. siapapun tidak boleh masuk"
Albert langsung menarik vina keluar dan kepala pelayan mengikuti louise dari belakang. mengusir semua pelayan yang masih Ada di ruangan. yang mencari tau apa yang terjadi.
"berikan cctv hari ini padaku."
"baik tuan" kepala pelayan dengan secepatnya pergi keruangan lain
__ADS_1
Angeline yang sudah sampai di saint louise. bernafas lega dan supir taxi meninggalkannya di jalan.
"eh he he he.." angeline tertawa kecil dan berjalan masuk ke apertement y. setelah mandi dan mengobati luka di kakinya.
Angeline keluar menuju tempat kerjanya. tanpa di duga, angeline mendapatkan tamparan keras dari Bos. tanpa tau apa kesalahannya,angeline mundur berapa langkah karena tamparan tersebut.
semua karyawan menertawakan dirinya, Kecuali aria. aria membantu angeline berdiri.
"saya juga akan mengundurkan diri?" teriak aria kepada bosnya
"kau berani"
"tentu saja" aria semakin semangat dengan emosinya.
"kalian berdua Ku pecat, keluar dari cafe ini"
aria berjalan keluar dari kafe dan menarik angeline yang masih kebinggungan yang belum merespon.
"sampai bengkak seperti ini. sungguh kejam si tua bangka"
aria mengkompres wajah angeline yang merah dengan es batu dan angeline mengeluarkan senyuman manis kepada aria.
"sebenarnya, apa yang terjadi?"
"meggie mengatakan, dirimu jualan badan kepada om-om kaya dan langsung heboh"
__ADS_1
"ha!?? jualan!! aku tidur -tiduran saja di apertement. kan jarang ada libur."
"tak usah di pikirkan, ayo kita Cari kerja di tempat lain"
aria menarik angeline dan mereka berdua berjalan sepanjang jalan. melirik kertas lowongan kerja di tiap tempat.
" semuanya tidak ada yang menarik. Masa kerja sebagai tukang cuci piring. aku kan koki terhorrmat"
aria mengeluh dengan lesu dengan badan lemas di kursi taman.
"aria, aria... lihat di sebelah sana ada restoran. kita coba lihat di sana" angeline menarik aria yang sudah telanjur malas untuk bergerak
Melihat tulisan di restoran, angeline mendorong aria masuk ke dalam.
" di coba saja, mungkin berhasil "
"tapi dirimu....."
"jangan cemas,aku tak kerja setahun. juga bisa makan"
Angeline menepuk-nepuk dadanya. seakan dirinya sangat yakin.bisa bertahan hidup tanpa kerja setahun.
Melihat sikap angeline, aria berjalan masuk dengan langkah berat. lalu tetiba kembali lagi melihat angeline
"aku tunggu kamu di sini. ayo semangat"
__ADS_1
Angeline mendorong aria masuk ke restoran tersebut dan memilih menunggu di Salah satu bangku luar di restoran yang Ada taman.
waktu semakin malam, angeline masih duduk dengan manis menunggu sahabatnya.