tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 27 kakak


__ADS_3

tubuh angeline yang dingin, dapat terasa oleh louise.


sehingga makin memeluknya dengan erat. angeline yang terheran-heran. berusaha melepaskan pelukkan louise


"sakit..tulanh di badanku bisa remuk"


mendegar suara angeline, louise perlahan-lahan melepaskan pelukkan dari badan angeline.


angeline mendorong louise ke dalam dan menutup pintu. takut kelihatan tetangga. membuat dirinya sangat malu.


di villa,


abert sudah hampir gila, melihat badai salju yang tidak berhenti. kashu duduk di sofa, meminum coklat panas. menatap albert


"tenang saja, tuan pasti baik-baik saja"


kata kashu yang berusaha menenagkan albert.


albert menatap kashu dengan pandangan sebel.


dirinya bukan mencemaskan louise, tapi ingin pulang ke rumah untuk tidur. karena tidur di villa louise sungguh tidak nyaman. pa lagi dengan bangunan kuno yang menimbulkan perasaan tidak enak.


apalagi, tuan besar meninggal secara misterius di dalam villa selama bertahun-tahun.


" melihat keandaan di luar, bisa berhari-hari baru bisa berhenti. apa lagi, pasti banyak pohon yang tumbang. menghalangi akses masuk dan keluar"


"tidaakkkkkk"


albert menjerit memegang kepala dengan kedua tangan. kashu seketika berhenti mencicipi coklat panas di dalam gelas yang di pegang oleh tangan kanan.


" jangan - jangan...."

__ADS_1


kashu terpatah-patah mengucapkan kalimat yang akan di lanjutkan tapi terhenti.


"perasaan mu aja."


albert langsung memotong perkataan kashu..


badai salju perlahan berhenti. pintu apertemen terdegar ketukan dari luar.


"angeline, kamu ada di dalam...buka pintu"


angeline terkejut dengan kedatangan aria. tapi louise biasa.


"kamu...jangan keluar dari sini"


angeline menutup pintu kamar dan mengunci dari luar. melangkah kedepan dan membuka pintu.


"aria!"


"kamu bawah pria masuk ke sini!?"


" tidak, itu punya ayah. aku beres-beres lemari. mengeluarkan barang yang tak terpakai untuk di sumbangkan"


"ohh...ha ha ha..pantasan. aku hampir lupa, ayah mu hobi belanja baju di online shop tapi tak pernah ada yang muat dengan badannya yang ramping itu ha ha ha"


aria ketawa keras dan louise mendegar pembicaraan keduanya di luar. dengan wajah datar.


"oh y, aku bawahkan makanan dari restoran. jangan lupa di panasin dan makan dengan teratur."


aria berdiri dari kursi dan berjalan ke arah pintu. tapi di tahan oleh angeline.


"kenapa!?"

__ADS_1


"tak ingin aku pergi, besok aku harus kerja. tunggu aku libur. aku akan menginap di sini"


aria mengelus-ngelus kepala angeline, tersenyum sampai mata sipit.


"aria mirip dengan kakak"


kata angeline dengan wajah sedih.


"aku bukan rose, tapi aku akan berusaha jadi kakakmu"


"mmmmmm"


" sana makan, nanti keburu dingin"


"aria, ini ku kembalikan untukmu"


angeline memberikan amplok berisi uang kepada aria. aria melihat isinya dan mengambil 500rb. sisanya, dirinya tidak mau ambil.


"sisanya ku kembalikan"


aria mengembalikan sisa uang di dalam amplok kepada angeline dan menutup pintu sendiri.


angeline berdiri, melihat pintu di tutup. pelahan berjalan ke arah pintu dan menutup dari dalam.


kemudian membuka pintu kamar.


louise duduk di atas ranjang dengan diam dan melihat ke arah angeline.


melihat mata angeline yang sedikit basah,


kedua pihak saling menatap dengan diam berapa saat.

__ADS_1


louise berdiri dan berjalan ke arah meja. duduk seperti biasa. melihat makanan di depan mata.


__ADS_2