
Darah masih keluar dengan cepat. pandagan mata angeline semakin pudar.
Namun tangan angeline masih memegang pergelangan louise dengan kuat. seakan meminta louise mengakhiri hidupnya Saat itu juga.
Saat louise mengerakan jari di leher angeline yang putih bersimbah darah, kepala angeline menunduk ke bawah dengan rambut berantakan. kedua tangan terjatuh dari pergelangan tangan louise, tubuh semakin dingin, jatuh ke depan louise dan lemas.
Louise Seketika tersadar akan terkejutannya, melihat angeline tak berdaya sudah terjatuh dengan lemas. nafasnya sudah semakin lemah.
"kashu" teriak louise denga suara nyaring. hingga semua pelayan terkejut . kepala pelayan langsung berlari secepatnya ke arah suara tersebut.
"cepat panggil rom kemari,"
kashu dengan cepat menelpon rom dan tanpa menungu perintah. kashu berlari ke arah garasi, mengemudikan Salah satu mobil keluar untuk menjemput rom.
rom yang baru keluar dari pintu rumahnya, di seret kashu masuk ke dalam mobil. Saat rom mau pasang sabut pengaman, kashu mengemudikan dengan cepat. membuat tubuh rom terlempar ke depan mencium kaca mobil.
di villa, louise sangat gelisah. berjalan mondar mandir di depan ranjang. melihat mulut angeline masih mengeluarkan darah dan tidak ada tanda-tanda berhenti.jantung louise berdetak dengan tak karuan,
Darah membasahi bantal di kepala angeline, semakin lama. semakin luas. wajah angeline semakin pucat menunjukkan expresi bahagia.
__ADS_1
Louise Makin kesal dan semakin gelisah, sampai kashu sampai ke dalam kamar bersama dengan rom.
rom tidak bertanya apa yang terjadi. melihat angeline bermandikan darah dari mulut sampai leher.
dengan cepat, rom mengeluarkan jarum suntik yang berisi obat ke tangan angeline. tapi tak Ada tanda-tanda darah berhenti.
jarum suntik semakin banyak berjatuhan di lantai, rom membuka mulut angeline dan mendapatkan gusinya pecah. wajah rom langsung kusam dan dahinya berkerut.
"tidak ada cara lain, kita harus membawah wanita ini kerumah sakit"
Louise tidak bersuara, kashu melihat Keduanya dengan perasaan campur aduk.
"keluarkan helikopter, kita ke rumah sakit"
Mendegar perintah, kashu segera ke gendung sebelah. rom mengikuti belakang louise yang memgendong angeline.darah menetes di setiap langkah kaki louise.
Dalam waktu 5 menit, helikopter sampai ke gedung rumah sakit. para medis, bergegas mendorong angeline ke ruang operasi. rom juga bergegas masuk ke dalam dan memerintahkan Perawat untuk mengambil stock darah
yang masih Ada di rumah sakit.
__ADS_1
Albert yang Mendegar berita dari kashu. segera ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, albert melihat louise duduk dengan diam. seakan kehilangan jiwanya,
lengan kemeja nya, bersimbah darah. termasuk di bagian dada.
" apa yang terjadi denganmu"
Albert mendekati louise dan memeriksa badan louise. melihat badan louise tidak ada luka. Albert menghela nafas lega. melihat louise masih tak Ada reaksi. Albert duduk di samping louise dan memberikan sebungkus dokumen yang terbungkus amplok coklat.
Louise bereaksi,melihat amplok di pangkuannya.
Dengan tak Ada semangat, louise membukanya. melihat foto di dalam kertas dan isinya.
"aku tak percaya, wanita itu sudah meninggal 16 tahun lalu"
Louise memalingkan wajah tampan yang terkejut melihat mata albert.
Albert tidak bisa berkata, dirinya memberikan sebuah amplok lagi Sama louise tentang kehancuran keluarga heart.
Tapi di antara semua berkas. Ada satu foto yang menarik perhatian diri louise. foto sepasang anak kembar yang cantik.
__ADS_1
Louise semakin pusing, Jika wanita itu sudah meninggal. lalu yang di depannya sekarang.