
Entah kenapa, niat membunuh louise terhenti. Ketika melihat bekas luka yang dalam dibagian leher kanan.
Mata louise Seketika membesar, jari-jari tangan bergetar. Dengan perlahan mendekati leher angeline yang kecil. Melihat lebih dekat, bekas luka memang sangat dalam dan terdapat bekas jahitan.
Angeline terbangun tiba-tiba, melihat louise dengsn kepala di dekat lehernya. Seketika mendorong dengan kedua tangan.
Reaksi louise lebih cepat, kedua tangan angeline di tahan di atas kepala.
Louise menatapin mata angeline dan angeline memalingkan wajah dengan menutup kedua mata.
Louise tidak mengatakan seperkata apapun. Melihat jarum infus angeline mengeluarkan darah. Seketika itu, melepaskan kedua tangan angeline.
Angeline tidak ingin melihat louise dan memalingkan tubuhnya ke samping.
Tapi di tahan louise, kedua tangan menahan bahu angeline.
Tubuh angeline tertekan dengan kasur dan tubuh louise di atas.
Rom yang masuk ke dalam, seketika menjadi canguh dan salah tingkah.
"maaf,silahkan di lanjutkan"
"lanjutkan apanya" bentak louise dan melepaskan tangan yang menahan bahu angeline.
"ehhh...tapi"
Louise tidak menjawab dan berjalan ke tempat duduk. Rom menelan ludah dalam hati berkata"matilah"
__ADS_1
"dok"
Sahut angeline dengan suara kecil dan rom berjalan ke arah ranjang. Angeline masih sedikit batuk-batuk karena tenggorakan sangat gatal.
"aku ambilkan air untukmu?
Melihat sikap louise yang mengambilkan air minum untuk angeline, rom terkaget sebentar.
Angeline tidak perduli dengan sikap louise yang berubah-rubah. Yang angeline tau, louise hampir membunuh dirinya. Selama 2x,
Tapi, kenapa kali ini. Tidak langsung membunuh dirinya saja, daripada tersisa kenangan masa lalu dan meninggalkan bekas luka di tubuh.
Setelah memastikan detak jantung angeline membaik, berapa kabel di tubuh yang menempel di tubuh angeline di cabut.
"apa kah, aku boleh tidur. Kepala ku sangat sakit"
Jawab rom sambil melihat data pemeriksaan, tekanan darah angeline masih sangat rendah.
Louise masih tidak keluar dari kamar, masih mengamati angeline yang tertidur dari sofa.
Rom menepuk bahu louise,
"aku minta perawat untuk siapkan makanan"
Setelah itu, rom berjalan keluar dan berpapasan dengan albert yang membawah banyak barang.
"lo..rom. Apakah tuan ada di dalam"
__ADS_1
" ada, tapi emosinya masih... "
Rom tidak ingin melanjutkan dan langsung pergi. Albert terbengong dan berjalan masuk ke dalam kamar.
Suasana di kamar, benar-benar bisa membunuh orang. Louise duduk di sofa dengan menyilangkan kedua tangan di dada.
Melihat albert yang masuk dan meletakkan banyak barang di meja. Kening louise berkerut.
"ini sebagian, ada baju ganti yang di siapkan kashu. Lalu ini makanan yang anda minta. Dan ini data mengenai anak keluarga heart."
Louise lebih tertarik dengan data dan langsung membukanya. Melihat isi data angeline yang sedikit. Wajah louise semakin tidak enak di lihat.
"wanita ini tidak pernah sekolah"???
Di lembaran selanjutnya. Hanya data catatan medis di rumah sakit dan di bawah catatan medis. Juga tertulis tanggal kematian rose heart.
Kasus kematian rose heart masih mesteri dan di tutup begitu saja oleh pihak kepolisian pada saat pemakaman rose.
"selidiki lagi, tentang kematian rose"
"baik" albert bergegas untuk keluar tapi di berhentikan oleh louise.
"bawah semuanya pulang"
" pulang!?? "
Louise tidak menjawab pertanyaan albert. Dirinya berjalan ke arah angeline dan langsung mengendong tubuh angeline dari tempat tidur.
__ADS_1