tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 19 dirimu, sebenarnya kemana?


__ADS_3

aria menselipkan kertas ke bawah pintu. untuk menandakan. bahwa dirinya khawatir.


melihat jam yang sudah menunjukan jam kerja, aria keluar dari lorong apertemen.


angeline masih duduk ranjang. otaknya mulai berpikir banyak. bagaimana cara untuk keluar dari villa ini tanpa ketahuan.


karena setiap kali dirinya berjalan. pasti ada kashu atau bodyguard yang mengikuti.


"apakah harus pura-pura mengikuti sikap tuan dengan sikap gila?


"hmmmmm"


angeline menyilangkan kedua tangan di dada. memikir keras berapa jam.


"tunggu dulu, berdasarkan sikap tuan gila. ok, aku yang mengalah demi bisa kabur"


louise kembali ke kamar angeline, melihat sikap angeline yang tenang dan duduk di dekat jendela besar. memandangi kehidupan luar yang gelap dan di terangi lampu.


"mau coba kabur"


"tidak, hanya merasa pemandangan di luar sangat cantik"


angeline menoleh ke arah louise dan memandangi mata louise yang hitam. pandangan angeline yang tenang,membuat louise terpanah dan bertanya-tanya dalam hati. kenapa sikap angeline berubah 360 derajat.


diamnya louise, membuat hati angeline senang. peran yang polos dan mengalah, akan di lanjutkan.


"sudah malam, kembali kah ke kamarmu"


angeline mendorong louise keluar kamar dan menjijitkan kaki mencium dahi louise. kemudian menutup pintu kamar


louise masih berdiri terbinggung dalam waktu yang lama. sampai di sapa oleh kashu.

__ADS_1


"tuan"


louise tersadar dalam kebingungan. melihat kearah kashu dan ke arah kamar angeline.


"kalian...berdua..bukan..kan..."


albert terpatah berkata melihat kedua orang yang di cari. malah saling bertatap wajah dengan mestra dalam pandangan albert.


" pikiran mu, sangat jelek"


seketika albert di tonjok oleh kashu ke arah perut.


louise kembali terbengong kembali. berjalan mengikuti kedua orang di depan.


apa yang mereka berdua katakan, tak satupun. yang memasuki otak louise.


"tuan, lebih baik. anda istirahat"


"ini pasti mimpi, besok bangun dari tidur. sudah kembali normal.


dengan keandaan bengong, louise kembali tidur.


hujan deras di pagi hari, seperti biasa. ada berapa pihak kepolisian yang datang untuk memeriksa lantai atas di bangunan sebelah.


berapa polisi terbatuk-batuk dan bersin. berapa dari mereka mengeluh. kenapa tidak di bersihkan.


" kemarin memang mau di bersihkan, tapi anda mengatakan. akan merusak hasil pemeriksaan??


kashu menjawab dengan senyuman santai, tapi dalam hati sudah sangat jengkel.


tidak mendapatkan hal baru, para polisi kembali pergi. angeline memandangi mobil polisi yang menjauh dari jendela.

__ADS_1


louise berjalan memasuki kamar angeline, mendegar langkah kaki. angeline menoleh ke arah louise


"selamat pagi"


louise menatap angeline dengan tidak percaya." ini bukan mimpikan"


kata louise dalam hati.


"kenapa, kamu demam"


angeline menyentuh dahi louise dengan tangan kanan dan sebelah tangan kiri menyentuh dahi sendiri.


"hmmm, tidak demam. tapi aku rasa, kamu pasti lelah. kembali tidur sana"


lagi-lagi angeline mendorong louise keluar kamar dan memberikan ciuman perpisahan.


louise memijit-mijit dahinya.


"aku yang gila atau dia yang gila"


"tuan, kenapa di depan pintu"


kashu yang mengantar sarapan pagi untuk angeline. melihat louise untuk kesekian kali. berdiri terbengong.


"kamu kenapa di sini"


louise bertanya balik dengan melihat kashu dan melihat makanan yang di bawah oleh kashu.


"belikan padaku"


louise merebut 1 set makanan yang di pegang kashu dan masuk kembali ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2