
hujan badai salju, berlangsung sampai malam.
angeline tidak ada alasan untuk mengusir louise.
louise duduk di meja makan. menunggu makanan yang di masak oleh angeline.
karena baru pulang ke apertemen, tidak ada banyak bahan makanan.
sehingga angeline hanya memanaskan, berapa makanan yang di beli bersama dengan aria.
"ini bisa di makan,."
louise menunju ke salah satu makanan di meja.
"bisa"
angeline mengambilkan makanan tersebut yang terbuat dari kentang yang di haluskan. melihat tatapan louise yang ragu.
angeline baru sadar, pria ini tidak pernah makan di luar. apa lagi yang kelas bawah.
"kalau tidak mau makan. juga tidak apa"
melihat angeline makan dengan lahap, keraguan louise semakin berkurang dan terpaksa memakan. daripada kelaparan, mau minta kashu ke sini. juga mustahil, keluar untuk belanja. apa lagi...
louise makanan sampai bersih dan tidak protes. pa lagi mengatakan rasa dari makanan tersebut.
entah apa yang di pikiran louise, dirinya membantu angeline merapikan peralatan makan. hal seperti ini, membuat angeline terbengong melihat sikap louise.
__ADS_1
"dia ini, salah makan apa!??
louise seperti biasa, tidak menjawab dan meletakkan peralatan makan pada tempatnya.
angeline bergegas ke kamar mandi menyiapka. air panas di bak mandi dan mencari pakaian pria di lemari.
Mencari ke sana ke sini. pakaian pria tidak ada yang muat dengan ukuran badan louise. angeline teringat berapa baju pria yang ukuran besar, yang pernah di beli oleh ayahnya. karena kesalahan sebuah oline shop yang salah kirim.
louise menyadarkan badan di tiang pintu. melihat angeline yang sibuk di depan lemari dan melihat banyak pakaian pria.
"selama ini, siapa pria yang tinggal di sini"
angeline menutup lemari dan berjalan ke arah louise,memberikan handuk dan pakaian yang masih di paper bag.
"ayahku, michael heart"
" air nya sudah panas, cepat mandi sana"
angeline mendorong louise ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.
louise melihat ke dalam paper bag. masih ada struk belanjaan dan tahun yang tercantum di dalam,masih baru. kecemburuan makin meningkat. struk dan label di buang ke tong sampah. kertas paper bag di sobek dengan ganas. sampai jadi serpihan.
angeline merapikan pakaian yang di lemari. memisahkan dengan pakaian michael.
kebanyakkan pakaian michael masih baru dan berlabel. tapi ukurannya banyak yang ajaib. sehingga hampir tak oernah di sentuh sama michael. Kecuali di simpan bersama dengan plastik,paper bag dan kotak.
pakaian yang berukuran ajaib, di satuin oleh angeline.
__ADS_1
yang bisa di pakai oleh louise, juga di pisahkan.
mengingat, ada kotak amal yang sumbang pakaian. angeline keluar dari apertemen, dengan membawah 1 plastik besar.
louise yang keluar dari kamar mandi, mendapatkan angeline sudah tidak ada kamar. langsung panik.
berlari keluar dan melihat sekeliling juga tidak ada.
kembali lagi ke kamar dan melihat pakaian tersusun rapi di lemari.
perasaan tak tenang, menghantui louise.
sehingga memutuskan untuk keluar dari apertemen.
saat pintu di buka,
louise terkejut
angeline juga terkejut
kedua saling bertatapan.
"bagaimana, kamu bisa tau. aku akan mengetuk pintu"
kata angeline dengan suara bergetar karena dingin. berapa butiran salju masih menempel di rambutnya yang putih.
melihat angeline di depan mata, dengan cepat menarik tubuh angeline ke dalam pelukkan.
__ADS_1