tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 31 minta tolong.


__ADS_3

"bukan, anda salah paham"


aria melotin kashu dengan curiga.


"boleh minta tolong,"


kashu menuju keranjang dengan tangan dan aria mengikuti arah pandangan kashu. melihat berapa isi keranjang.


aria mulai curiga


"saya tau, ini tidak pantas. bisa bantu saya kembalikan setengah isi keranjang ke tempatnya."


aria masih diam memandangi isi keranjang yang di dorong kashu ke depannya.


"ini isi keranjang, setengahnya bukan punyaku. sepertinya ketukar dengan pembeli yang lain"


aria melihat isi keranjang kashu dan mengecek berapa barang di dalam. ternyata keranjang punya dia, dalam hati. aria bernyanyi. dirinya tak usah capek-capek menyusun barang yang bukan mikiknya lagi.


"tuan, itu keranjang punya saya"


kashu melangkah mundur selangkah dan mukanya merah padam. aria tidak perduli, memindahkan berapa barang yang bukan punya dia ke dalam keranjang kashu.


"tuan, susun sendiri barang anda dan terima kasih"


aria mendorong keranjangnya menjauh dari kashu dan kashu masih malu dengan wajah yang merah.


"pertama kali belanja dan pertama kali di permalukan. terkutuk kau, albert"

__ADS_1


kashu sangat malu bercampur emosi. mengecek kembali barang di keranjang dan data di hp. berbolak balik sampai berapa jam.


louise pulang ke villa. melihat kashu tidak ada dan albert juga tidak ada. mengeluarkan ho dan menelpon kedua orang itu.


kashu tidak mengangkat, karena sibuk mengemudi.


albert dengan cepat angkat hp, karena nada dering pangilan utuk louise di setel khusus.


"di mana!?"


"ehh dirumah"


"siapa yang menyuruh mu, pulang"


albert tidak bisa menjawab, pangilan di putuskan louise dan albert bergegas kembali ke villa.


louise melihat kembali, foto anak kecil yang kembar. dengan latar belakang yang tidak asing.


yang mata hijau,rose


dendam pribadi kepada rose selama 16 tahun. kini di lampiaskan kepada saudara kembar rose, angeline.


"tidak perduli, siapa yang mati dan siapa yang menerima. ini hukum karma"


"kita akan melanjutkan permainan selanjutnya,bermain dengan perasaan."


"aku akan membuatmu mencintaiku. lalu membuangmu."

__ADS_1


louise merobek foto menjadi 3 bagian mengikuti setiap kata yang di keluarkan.


"sungguh menarik, terkadang takdir ini sungguh lucu. aku membenci rose, tapi melepaskan dendam ini ke angeline dan lebih beruntung. wanita itu datang sendiri sebagai wadah untuk melahirkan. sungguh sebuah keajaiban."


foto bagian terakhir di robek lebih kecil. berjatuhan ke tong sampah.


albert kembali ke villa dengan cepat dan masuk ke ruangan louise.


"kita kembali ke los angels"


"kembali untuk menyelidiki kematian rose!??


"tidak perlu. aku sudah memutuskan, yang akan menerima semua pembalasan ini. yaitu angeline. kematian rose, bagiku tidak ada kaitannya."


"tapi tuan, apa kamu yakin"


"tentu saja"


"bukan kah menurut mu, ini sebuah keajaiban yang di berikan tuhan. dendam ku tak terbalaskan ke pada wanita sialan bernama rose, tapi wanita itu meningalkan seorang adik. jadi wajarkan, semua dosa kakak di tanggung adik"


albert ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi tidak terucapkan.


dendam masa kecil tuannya sungguh sudah membutakan mata


"oh y, jangan katakan banyak hal pada kashu"


"tapi apa semua perasaanmu selama ini palsu"

__ADS_1


"tentu saja, kamu kira aku serius. aku hanya tidak menduga saja. orang yang ku cari, bisa bersamaan datang dengan sendirinya sebagai wanita jalang"


kashu yang sudah kembali ke villa. melihat albert dan louise keluar lagi dari villa.


__ADS_2