tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
Bab 8. lebih baik mati


__ADS_3

Keesokan harinya. Berapa dokter yang di undang oleh louise. Mendatangi rumah sakit lotus.


Kebanyakkan semuanya bergeleng-geleng kepala setelah melihat kasus angeline. Bahkan dari berapa dari mereka mengundurkan diri di hari itu juga.


Louise yang emosi semalaman semakin emosi. Albert berusaha menenangkan louise, bahwa emosi tak akan menyelesaikan apapun.


"mau Cari pelampiasan, Cari saja. Tapi bukan seperti ini" bentak rom yang sudah emosi, karen tidak tidur semalaman


Awalnya, louise ingin meninju rom. Tapi tidak jadi. Setelah melihat wajah rom yang kusut dan kelelahan hebat.  Berapa perawat menasehati rom untuk tidur berapa jam.


Rom yang tak berdaya, akhinya terkapar di lantai di ruangan kerjanya. Berapa Perawat membantu rom untuk ke tempat tidur.


Kedua Perawat yang tak takut di pecat. Menasehati louise untuk tidak buat masalah dan keributan..


Louise menatapi kedua Perawat dengan tajam. Kedua Perawat tidak perduli dengan tatapan louise. Keduanya masuk ke ruangan khusus. Salah satu di antara mereka keluar dan masuk lagi dengan membawah kantong darah.


Berapa dokter tua yang masih bertahan, tidak bisa bertanya pada rom. Sehingga bertanya pada louise dan albert.


Melihat louise yang diam dengan keputus asaan. Albert menyarankan dokter tua untuk bertanya pada Perawat pribadi rom.


Berapa Saat kemudian, berapa dokter tua mengundurkan diri. Sisa 1 dokter yang lebih tua dari semua dokter. Yang masih bertahan.


Semua dokter mengatakan hal Sama.

__ADS_1


"lebih baik membiarkan angeline mati daripada hidup sekarat seperti ini."


Louise Seketika membanting meja dengan kuat.


"coba katakan lagi"


Semuanya tak berani bersuara dan memilih pergi dari ruangan. Tingkat kemarahan louise sudah mencapai puncak. Semua barang di ruangan di hancurkan.


Rom terbangun karena suara berisik di ruangan kerjanya. Tanpa kata-kata dan malas beribut.


Rom menyiram kepala louise dengan air mineral. 


"dinginkan kepala mu"


"kau.."


Rom dengan gagah menghampiri louise. Keduanya siap berkelahi.


"haloooooooo"


Sahut dokter yang paling tua. Sisa dirinya seorang di dalam ruangan. Louise dan rom bersamaan menoleh ke arah suara tersebut.


"maaf, saya tidak sadar. Anda di sini" sapa rom dengan menyapa dengan tangan kanan. Dokter tua itu juga membalas sapaan rom.

__ADS_1


"namaku profesor lycon oser" 


"Salam kenal profesor lycon,nama Ku rom himura"


Profesor  lycon menjabat tangan rom dan melirik louise berapa kali.


" saya tertarik dengan kasus pasien yang anda rawat. Apa bisa, ketemu dengan si pasien"


Rom dan profesor lycon berjalan keruangan khusus, di dalam ruangan. Tubuh angeline terpasang banyak selang, termasuk selang oxigen.


Di mesin, Detak jantung angeline tergambar jelas. Selang Cairan infus dan darah, terpasang di kedua pergelangan angeline.


Darah merah masih membasahi mulut angeline dan Ada berapa yang mengalir ke luar. Perawat berusaha membersihka darah dimulut angeline.


Profesor lycon yang berjalan mendekati ranjang dan termundur dengan cepat.


Wajahnya pucat ketakutan, melihat ke arah angeline.


Rom terheran-heran melihat profesor lycon.


Bagi rom, pemandangan seperti ini sudah biasa.


"bagaiman mungkin,"

__ADS_1


"anda baik-baik saja"


Rom mendekati profesor lycon dan profesor menatap wajah rom. Lalu berjalan terburu-buru ke arah ranjang angeline. memegang telapak tangan angeline yang dingin. menatapi jari-jari tangan angeline yang panjang kurus. kemudian memandangi wajah angeline yang tidak sadarkan diri


__ADS_2