tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 36 musim dingin akan berakhir


__ADS_3

di kediaman holland


makan malam berlangsung dengan pembahasan acara pertunangan dan pernikahan


louise seketika berdiri


"aku tidak berniat menikah,"


keputusan louise yang sepihak membuat kedua belah pihak terkejut.


"louise"


Teriak james dengan memukul meja.


"sejak kapan, kau berlagak jadi ayahku"


"kau.."


"aku selama ini, hidup atau mati. kau tak perduli padaku"


plaak


bunyi tamparan di wajah louise, james yang marah hingga emosi tanoa sadar menampar louise di hadapan semua orang.


"orang yang berhak memutuskan pernikahan ku, adalah kakek"


louise berjalan berapa langkah, vina langsung menghentikan louise


"suami. kau tidak bisa bersikap seperti ini padaku"


"suami, siapamu?


dengan kejam, louise mendorong vina menjauh dari hadapan. tubuh vina terlempar ke lantai.


"louise,beraninya kau..."


suara teriakan dari kepala keluarga holland.


louise tidak perduli dan berjalan melangkah.


"kamu harus menikah dengan vina, louise. kakekmu sudah tiada. dan kita adalah walimu"


perkataan ana, menghentikan langkah kaki louise.


"dari mana kau tau, kakek sudah tiada"

__ADS_1


louise memalingkan tubuh menatap ana sakuya dan seketika ana sadar, dirinya ke cerobosan.


" itu..aku hanya menebak"


melihat sikap ana barusan, louise semakin percaya.


ana termasuk salah satu orang penyebab kematian kakek.


"suami, ku mohon jangan pergi"


"menjijikan"


louise kembali mendorong vina dan berjalan dengan langkah cepat.


"louise, jika berani keluar. jangan harap kau bisa hidup tenang"


teriak james dengan marah dan melempar gelas ke arah louise.


"itu yang ku harapkan"


albert yang ketiduran di dalam mobil. di bangunkan oleh louise.


"pulang ke hotel"


"tabrak saja"


sesuai perintah louise, albert langsung menabrak apa yang di depan tanpa berhenti.


bodyguard yang gagal menangkap louise. melaporkan kepada james dan holland.


"dasar sampah, tidak berguna"


ana sakuya menampar wajah semua bodyguard.


kehidupan angeline tanpa louise. perlahan-lahan mulai terbiasa dan berjalan-jalan mencari makanan di saint lotus.


musim dingin akan segera berakhir.


semua jenis bunga dan tumbuhan,mulai bertumbuh dan berbunga.


bunga lotus, tetap terlihat indah sepanjang jalan. menghiasi kota saint lotus. angeline memandangi bunga lotus di pinggir jalan.


"bahhh"


aria mengaketkan angeline dari belakang.

__ADS_1


"iiih...aria. jantungku hampir loncat keluar?"


angeline menyentuh dadanya dengan wajah merah dan kesal.


"ha ha ha..jantungmu tak akan keluar."


aria menarik tangan angeline dan keduanya berjalan di tepi jalan kota.


aria dan kashu saling berpapasan. tapi kashu tidak sadar,


aria hanya menoleh ke belakang.melihat kashu berjalan dengan membawah kantong belanjaan.


"kenapa!?"


angeline mengikuti arah pandagan aria.


"aku merasa, pizza di sana pasti enak"


"pizza!?? sejak kapan di sana ada jual pizza"


"ada, sudah buka berapa hari lalu. ayo"


angeline mengikuti aria dari samping dan aria hanya ketawa melihat tampang angeline yang polos.


"toh...benarkan kata ku"


"iya, sulit di percaya"


angeline melihat kekanan, kekiri ketika duduk di dalam toko.


Melihat dekorasi di dalam yang seperti negeri dogeng. sungguh tak cocok dengan menu makanan yang di jual.


kashu melihat orang yang mirip michael. langsung menghampiri dan ketika sadar. orang di depan, bukan michael.


langsung cangguh. begitu juga dengan angeline


"h...a..lo"


suara angeline yang terpotong-potong dan aria memandangi keduanya dengan tatapan curiga.


"halo juga, lama tak jumpa"


"pria ini,kenalan mu"


aria bertanya dengan to point

__ADS_1


__ADS_2