
melihat reaksi angeline, louise tidak banyak berbicara. langsung masuk dan berbaring di ranjang. seketika itu juga. perasan di hati membaik.
angeline masih waspada tak terlalu berani mendekat. takut-takut louise akan menculiknya kembali ke villa.
diamnya louise, membuat angeline bertanya-tanya dalam hati.
louise juga tidak perduli, membuka jaket dan membuang ke lantai. langsung masuk ke selimut, kemudian tidur.
1 jam tanpa reaksi dari louise, membuat kewaspadaan angeline hilang. perlahan-lahan, angeline mendekati louise. tapi louise sudah tertidur lelap..
"benaran tidur"
bulu mata louise sangat panjang. membuat angeline ingin menyentuh. tapi takut membagunkan louise. sehingga memilih untuk memamaskan air untuk mandi.
setelah memilih-milih baju tidur yang akan di pakai, angeline memutuskan untuk memakai yang agak tebal. karena musim dingin.
dengan langkah tanpa suara, angeline berjalan masuk kamar mandi dengan membawah baju mandi dan handuk.
louise tetap tertidur, tidak lagi merasakan suasana dingin seperti di villa.
angeline yang keluar dari kamar mandi. mengecek penghangat ruangan dan mengeringkan rambut.
saat akan tidur, dirinya merasa ada masalah.
ranjangnya di tidurin oleh louise, dirinya tidak mungkin tidur di sofa pada musim dingin. bisa-bisa besok demam.
melihat ranjang ada sisa, angeline mengeluarkan 1 selimut untuk membuat batas di ranjang. satu selimut untuk menyelimuti dirinya.
__ADS_1
"lega rasanya, perut kenyang. hati senang"
angeline langsung berbaring pada tempat tidur yang tersisa. mengunakan selimut tambahan untuk menyelimuti tubuh.
merasa ada yang hangat, louise melewati batas yang di buat angeline dan memeluk tubuh angeline dengan erat dan dekat.
dengan sekuat tenaga, angeline mendorong tubuh louise. tetap tak bisa terdorong.
"pria ini sengaja y, ini apertemen. bukan villa dia"
semakin di dorong, louise akan semakin memeluknya dengan kuat dan angeline merasa ada yang dingin di dalam baju. seketika berhenti melawan.
dalam hati, angeline berkata. "hanya malam ini. Besok,mesti diusir jauh-jauh"
albert yang pulang seorang diri. menimbulkan pertanyaan pada kashu. soalnya, albert tidak pernah tinggal di villa.
kashu melihat ke kanan kiri dan ke belakang albert.
"tidak tau,!?"
"kenapa bisa tidak tau?"
albert malas jawab, karena kashu itu pandai bergosip dan pikirian entah suka kemana-mana. sehingga albert memilih salah satu kamar yang kosong untuk di tempati sementara.
musim dingin semakin dingin, badai salju sering datang berganti.
salju yang tebal, menumpuk sangat tinggi sepanjang jalan.
__ADS_1
albert yang membuka pintu villa. melihat tumpukkan salju setinggi pintu. langsung menutup pintu lagi..
"mustahil bisa keluar"
kashu berjalan mendekati jendela dan melihat keluar dari jendela di villa.
di apertemen, louise yang sudah bangun duluan.
memandangi angeline yang masih tidur di dalam pelukkan.
puas memandangi, louise kembali tertidur.
pelukkan louise yang telalu kuat, membuat angeline tidak nyaman. susah bergerak dan sesak. baru mengerakan tubuh berapa kali. louise sudah bersuara.
" jangan banyak bergerak, aku tidak ingin melakukan di musim dingin"
louise menarik tubuh angeline semakin mendekat, bahkan nafas louise juga bisa terdegaran oleh angeline.
"mau memelukku sampai kapan"
"diam dan jangan banyak bergerak, kecuali kau ingin merasakan berapa hari tidak bisa turun dari ranjang."
dalam seketika, angeline terdiam dan menundukkan kepala.
"kau pembohong, katanya akan melepaskan ku"
louise tidak bersuara, tidak ingin menjawab perkataan angeline.
__ADS_1