
mencium aroma makanan, angeline langsung berdiri dari kursi yang sengaja di letakkan dekat jendela besar.
"akhirnya sarapan, aku sudah sangat lapar?
dengan cepat, angeline merebut makanan di tangan louise. meletakkan di meja dan memakan dengan lahap.
louise berjalan dan duduk di depan angeline, memandangi wanita di depannya.
"sebenarnya, dirimu mana yang asli."
"ngghhhh.."
angeline tidak bisa menjawab, karena mulutnya penuh makanan.
"makan yang pelan, kau ini seperti orang yang kelaparan"
angeline yang mendegar perkataan louise, menganguk -ngukkan kepala.
louise tidak bertanya dan berbicara, yang di lakukan. memperhatikan wanita di depan. makan dengan tergesah-gesah dan cepat.
"sudah kenyang"
angeline menyusun piring dan sendok dengan rapi. berdiri dan meluruskan badan. melihat louise yang diam menatap dirinya. angeline tidak perduli. berjalan ke arah jendela besar dan memandangi keluar. masih hujan lebat. kabut juga semakin tebal.
pecahan berapa serpihan ingatan, bermunculan di kepala angeline. perasaan rindu, sedih. terasa di hati.
"aku mau tidur"
louise tetap diam seribu bahasa, melihat angeline naik ke atas ranjang dan berbaring membelakangi badan. memeluk kedua kaki. seperti janin dalam kandungan.
__ADS_1
"kalau mau tidur, pakai selimut"
tapi angeline tidak bersuara tetap dalam posisi seperti itu. louise langsung berdiri dengan kesal, berjalan ke arah ranjang.
untuk memastikan, angeline pura-pura tidur atau asli.
wajah tampan louise langsung suram. melihat angeline tidur seperti mayat. tidak merespon.
mau menarik selimut di ranjang. takut membangunkan.
louise terpaksa keluar dan mengambil selimut di kamar. kembali ke kamar, menyelimuti badan angeline.
"aku tunggu sampai bangun. mau lihat. berani keluarkan sikap asli seperti kemarin-kemarin"
satu jam,
4 jam berlalu
angeline tidak bangun, darah louise sudah naik ke otak. pinggang sudah nyeri duduk selama 4 jam. kaki juga kram.
dengan emosi tingkat dewa, louise langsung keluar dan membanting pintu.
suara pintu yang keras, membangunkan angeline.
"rasain" kata angeline dan melanjutkan tidur sampai malam.
ana sakuya, berjalan tergesah-gesah mencari james sakuya.
untuk bermanja-manja. untuk menghilangkan kecurigaan james.
__ADS_1
melihat ana, james langsung memanjakan ana.
" suami ku. kenapa kamu tidak katakan padaku. bahwa louise masih hidup"
"aku juga tidak tau selama ini. tapi louise masih hidup. ini sebuah berkah"
dalam hati, ana memaki james beribu kali. berkah apanya, justru keberadaan louise menghancurkan segala usaha selama ini.
"aku rasa, harus memberitau viola. dia pasti senang mendegar berita ini"
"ha ha ha..bukan kah viola ada di saint lotus,"
"'saint lotus, tunggu dulu. saint lotus, kota yang dirikan sama nelson sakuya. orang tua bangka itu. yang tidak menerima dirinya sebagai menantu" ana berbisik dalam hati.
"sayang, tenang saja. suatu saat ayah akan menerima dirimu"
" aku percaya kepadamu sayang. aku harap, ayah cepat mengakui aku sebagai menantu"
kematian nelson sakuya tidak di publikasikan oleh louise, melainkan di tutup rapat. bukan tanpa alasan, louise ingin membiarkan semua orang berpikir. bahwa kakek masih hidup dan berjalan di luar negeri.
"tuan, aku menemukan sesuat di antara tumpukkan buku."
albert memberikan selembar foto yang kusam dan tua. louise terkejut setengah mati melihat foto di tangan. foto kakeknya dengan seorang wanita yang berdiri.
"bagaimana mungkin"
"tuan, di dalam foto. bukan angeline. tapi michael heart."
"michael heart, rasanya. nama itu tidak asing."
__ADS_1