tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 22 saint lotus


__ADS_3

memasuki musim dingin di saint lotus.


salju pertama kali turun dengan perlahan.


sosok pria dengan tubuh maskulin. menginjak kaki pertama di antara butiran salju di jalan. jas putih panjang, mengikuti aliran angin.


dengan sepatu hitam kulit, berjalan setiap langkah. melihat sekitar aliran sungai yang membeku.


bunga lotus tertutup salju, cahaya dari lampu menyinari wajah pria yang sedih dan kesepian.


pandangan mata yang biru sedingin es. memandangi bunga teratai yang tertutup serpihan salju.


jari tangan yang terbungkus sarung kulit, memetik bunga lotus berwarna putih.


hanya satu kata yang


terucapkan "liliana,"


dari arah belakang,berapa bodyguard berpakaian serba hitam. memberi hormat.


"tuan, waktunya sudah tiba"


pria itu hanya melihat helikopter yang sudah turun menyentuh jalan. berjalan memasuki dalam helikopter bersama berapa bodyguard.


para bodyguard memasang wajah seolah-olah tidak melihat apa yang di tangan pria itu.


bunga lotus yang indah, masih tetap di tangan pria itu.


hari-hari terkurung di villa, membuat angeline hampir gila.


kelakuan louise yang seperti angin, kadang baik dan kadang buruk.


Jika baik, maka angeline bisa berjalan-jalan tanpa pengawasan kashu, jika buruk, seperti burung dalam sangkar emas.

__ADS_1


"aku bosan....aku mau makan ini itu....mau ketemu aria..."


teriak angeline dengan suara keras di dalam kamar, louise menyadarkan tubuh di depan pintu. melihat angeline yang kesal.


"nah, kembali juga ke sifat asli"


seketika angeline menoleh ke arah suara tersebut.


"itu karena kau yang gila. mengajak ku gila bersama"


diamnya louise, membuat angeline merasa waspada dan berjalan mundur.


louise melihat ke arah perut angeline yang datar,


"apa aku kurang berusaha, hingga kau tidak hamil"


wajah angeline langsung pucat. menyentuh bagian perut.


"aku tidak bisa hamil. anggap saja, kontrak ini tidak ada"


"di ingat-ingat, dirinya hanya berapa kali menyentuh wanita ini"


louise berkata dalam hati.


"lepaskan aku,ok. uangmu ku kembalikan full. lagian dirimu juga tidak rugi."


angeline berusaha menyesuaikan perasan louise. agar tidak memancing hal yang tak di inginkan.


"aku tak rugi??


" tentu saja tak rugi, yang rugi malah aku?"


"hmmm"

__ADS_1


" dirimu sudah balas dendam. apa perasaan mu masih tak puas. mengurungku berbulan-bulan. melampiaskan nafsu mu padaku. padahal jelas-jelas, dalam perjanjian di lowongan kerja. tidak ada hubungan badan, "


ingatan angeline sangat baik, makanya. sekarang dirinya baru ingat dengan detail perjanjian bodoh yang di terima.


"ada bukti?!


"tentu saja ada, coba buka lagi situsnya."


louise mengira, albert sudah menghapus situsnya. ternyata salah besar. albert tidak menghapus malah hampir tidak pernah di buka lagi. pesan bertumpuk di inbox situs.


"ha.. ha.. ha..toh benarkan. makanya lepaskan aku, ok"


angeline sangat senang, ingatan dalam otaknya tak salah.


tapi louise langsung merasa ada yang aneh di hati.


"tidak semudah itu"


" kenapa lagi, aku sudah rugi banyak"


angeline menyilangkan kedua tangan di dada, menandakan rasa marah.


louise berjalan mendekati angeline dan memeluk tubuh angeline dari belakang


"malam ini, temanin aku"


" kenapa tidak cari wanita lain saja untuk memuaskan mu"


"jika aku bilang, aku tidak tertarik. bagaimana"


" itu bukan urusanku..tuan"


louise tidak ingin melanjutkan pembicaraan,seketika mengendong angeline dan memalingkan di ranjang.

__ADS_1


"hei..lepaskan aku"


"malam ini, tidak akan ku lupakan"


__ADS_2