
kegilaan louise membuat angeline hanya pastrah menerima setiap sentuhan.
tapi sesuai ke inginan angeline. louise membebaskan angeline keluar dari villa.
albert yang mengantar angeline kembali ke saint lotus, merasa heran dengan sikap louise.
sepanjang perjalanan kembali ke saint lotus, angeline tidak perduli dengan keheranan albert. dirinya bernyanyi dengan senang. memandangi setiap tempat yang di lewati.
"turunkan aku di sini"
sesuai perintah angeline, albert menurunkan angeline dekat salah satu taman di hotel.
"kamu mau nginap di hotel"
"tidak, hanya cari teman yang kerja di sini"
" teman mu kerja di sini!?
"iya, sebagai koki. aku kesini untuk minta makan sama dia he he he"
dengan langkah cepat, angeline berjalan ke arah hotel dan bertanya kepada salah satu pekerja di depan.
abert belum pergi, masih mengamati angeline yang berbicara dan kemudian duduk di dekat lampu di taman.
30 menit berlalu, salju sudah menumpuk di sekitar kursi dan tanah. angeline masih memandangi jam di dekat taman.
albert yang tak tahan, akhirnya keluar dari mobil.
"jika lapar, aku traktir makan malam untuk perpisahan"
angeline melihat ke arah albert dan tersenyum,
"tak perlu, aku sudah tak lapar. kamu kembali saja,nanti tuan mu mencari dirimu"
__ADS_1
albert ingin berkat lagi. tapi melihat seorang wanita keluar dari hotel, langsung memeluk angeline.
"kau ini. kemana saja. aku hampir gila mencarimu selama ini. hp juha tak aktif"
aria sangat marah dan mencubit kedua pipi angeline.
"pergi cari ayah."
"ha!? lalu ketemu"
"sayangnya tidak ha ha"
aria melihat pria di samping angeline dan melihat dari atas sampai bawah. "orang ini, bukan orang baik-baik"
aria berbisik di telinga angeline dan langsung menarik angeline menjauh.
"pria ini teman mu"
angeline melihat ke arah albert yang belum pergi, lalu melihat ke arah aria.
"baiklah, kalau begitu. ayo pulang"
aria menarik tangan angeline, berjalan dengan langkah besar.
angeline tidak bisa menyesuaikan langkah aria. hingga berlari mengikuti langkah kaki aria.
hp albert berbunyi.ketika di lihat, ternyata panggilan dari louise.
"maaf tuan, saya akan segera kembali"
albert langsung menjawab tanpa mendegar perkatan louise.
"siapa suruh kamu kembali,!"
__ADS_1
"eehhh,"
"pergi awasin angeline. jangan sampai dia tau keberadaan mu"
"lo bukannya, tuan melepaskan dia?!
"siapa bilang, aku melepaskan dia"
"baik"
albert menutup hp dan melihat ke depan, sosok angeline dan aria menghilang.
"ini namanya penipuan, kata melepaskan tapi kenyataan lain"
albert mengeluh dan memasuki mobil yang terpakir. berkeliling mengikuti rekaman cctv di jalan.
kashu yang mengantarkan makanan ke kamar angeline, mendapatin angeline tidak ada di kamar. semua barang rapi tanpa tersentuh.
"apakah di ruang kerja tuan"
Mendegar suara langkah kaki louise, albert keluar dari kamar.
bermaksud bertanya. tapi melihat tampang louise yang sedih. pertanyaan kashu menghilang. louise melihat makanan di meja kamar angeline, wajahnya makin nambah sedih.
"dia sudah pergi"
louise berkata dengan lesu, kashu terbengong seketika.
"pergi, apa tak salah degar" kata kashu dalam hati.
"pergi?!!"
"aku membiarkan dia pergi keluar dari villa ini"
__ADS_1
kashu terdiam, tidak tau harus berkata apa lagi. berjalan kedepan meja dan mengambil makanan keluar.
tapi louise masih duduk di atas ranjang dengan tatapan sedih.