
Merasa tubuh terasa ringan. Angeline terbangun.
"turunkan aku"
Angeline memberontak, dengan kaki dan tangan memukul dada louise yang bidang.
"diam atau aku jatuhkan"
Angeline melototin louise dengan kesal. Sakit di kepala masih terasa dan sangat ngantuk.
"kita pulang"
Satu kata pulang, membuat angeline merasa lega dan langsung tertidur.
Sepanjang jalan di lorong, louise mengendong angeline yang tertidur.
Rom menghampiri keduanya.
"mau kemana!?"
"pulang ke villa"
"baiklah, keandaan dia juga sudah membaik"
Angeline berpikir, louise akan membawah dirinya pulang ke apertemen. Tapi mendapatkan dirinya pulang ke villa. Wajah angeline kembali suram.
"kenapa, tidak senang"
"sangat"
Jawaban angeline sangat singkat, membuat emosi louise naik seketika. Tapi kali ini, dirinya harus sabar dan menahan amarah.
"aku tidak mau di sini"
__ADS_1
"kau kira, kau bisa pergi"
"aku tak pernah menyakiti mu, kenapa menahan ku"
"alasan menahanmu ada 2."
" 2??? "
" rose itu saudara kembar mu, kau juga tau apa yang dia lakukan padaku? "
"hmmm tidak tau, aku hanya tau. Ada berapa kali, Aku dan kakak saling bertukaran peran."
"yakin, tidak tau"
Louise menekan tubuh angeline di kasur dan secara spontan, kedua tangan angeline menahan badan louise.
"aku benaran tidak tau, yang ku tau. Aku kadang-kadang melihat berapa teman kakak mengikat seorang anak laki di berbagai tempat. Dan aku diam-diam melepaskannya"
"tau, kamu kan?
"benar, anak kecil itu adalah aku. Korban bully saudaramu. Dan kini kau harus membalasnya"
"kenapa?? Kan bukan aku yang melakukan dan kau juga hampir membunuh ku saat itu dan saat ini juga"
" kenapa?? Karena kau yang masih hidup dan merupakan saudara rose."
"kalau aku meninggal. Apa perasaan mu juga akan membaik"
Pertanyaan angeline terakhir, tidak di jawab oleh louise.
"aku tidak tau. Apa yang terjadi antara kau dan kakak. Tapi apa kau tau. Selama ini kau bisa hidup baik. Itu berkat kakak ku"
"bohong"
__ADS_1
"apa kau tak merasa aneh, kenapa kau bisa hidup lama selama ini. Karena orang yang seharusnya mati di saat itu. Adalah dirimu.
Tapi kakakku mengantikan mu"
"candaan mu tidak lucu"
"aku tidak bercanda. Bukan kah, kasus kematian kakakku di tutup tanpa penyelidikan dan kenapa keluarga ku bisa hancur. Itu semua karena kau."
Wajah louise menampilkan berapa expresi terkejut. Setelah mengingat-ngingat apa yang di data.
"kembalikan kakakku,dasar pembunuh!
"aku tidak membunuhnya."
Teriak louise.
"kau memang tidak membunuhnya. Tapi ibu tirimu membunuh kakakku. Kau jangan pura-pura tidak tau."
Angeline semakin menaggis tersedu-seduh. Ingatan masa lalu semakin kembali. Apa yang tak seharusnya di ketahui dan di ketahui olehnya tanpa sengaja.
"tidak mungkin, kau pasti bohong"
Teriak louise dan membanting pintu kamar dengan keras.
Angeline hanya kembali menghapus air matanya. Sejak awal dirinya tidak akan menyangka, akan bertemu louise dengan cepat dan lebih sial lagi. Kenapa pria ini bisa mengetahui keberadaan dirinya dengan sangat cepat.
"mati, mungkin itu yang terbaik."
Angeline menutup mata dan berbaring hingga ketiduran.
Louise memerintahkan kashu mengawasi angeline dengan ketat. Siapapun tidak boleh menemui dirinya tanpa izin dari dirinya. sedangkan dirinya dan albert. Kembali ke kota los angels.
Mencari tau. Apa yang terjadi 16 tahun lalu.
__ADS_1