
pertanyaan angeline, tidak bisa di jawab oleh kashu. sehingga terus berjalan kedepan dengan senter di hp.
"untung hp nya sudah terisi baterai full. jika tidak, tamat lah riwayat hari ini" kashu mengeluh lagi dalam hati
angeline melihat setiap bangunan yang tua dan berdebu di setiap langkah.
"rasanya, tempat ini tidak asing"
"ha!??"
angeline langsung menarik kashu ke arah lain dan berhasil keluar. tapi mereka berdua melihat salah satu pelayan berbicara dengan vina di luar.
angeline ingin bertanya, tapi mulutnya di tutup oleh tangan kashu dan kashu berusaha untuk mendegar lebih jelas. tapi tidak kedegaran dan melihat pelayan muda menerima uang dan menyerahkan sesuatu ke vina.
setelah memastikan keduanya pergi dan aman. kashu melepaskan tangan yang menahan mulut angeline.
"maaf...saya bukan sengaja"
kashu bersujud memohon maaf. angeline tidak ingin bertanya lagi. baginya, semua itu bukan urusan dia.
"kashu,"
"iya"
kashu langsung mengangkat kepalanya dan memandangi angeline di depan.
"kamu berjalan di depan. aku di belakang"
"ha!?"
__ADS_1
kashu kembali terbengong dan di dorong masuk oleh angeline ke dalam lorong. semuanya terlihat gelap dan hanya di terangi lampu senter hp.
"nona, baterai hp sudah 50%"
mendegar kata sisa 50%. tubuh angeline bergetar karena takut dan mendorong tubuh kashu jalan ke depan dengan cepat.
tapi, kashu tersandung sesuatu di dalam ruangan.
"kenapa berhenti"
tanya angeline dengan bengong, kashu melihat apa yang di bawah kaki dan ternyata sebuah tulang yang sudah kering.
angeline yang mengikuti kashu melihat ke bawah. langsung ketakutan dan merebut hp kashu dan mengarahkan cahaya hp ke tempat lain. berlari menarik tangan kashu sampai ke lantai paling atas. tempat mereka masuk pertama kali.
kashu menelan ludah dan bernafas ngos-ngosan. keringat bercucuran di semua badan. angeline terduduk lemas di lantai.
"ha!??"
"bantu aku turun."
dengan amat terpaksa. kashu mengendong angeline turun ke lantai paling dasar dan mendudukan angeline di sofa. meminta berapa bodyguard mengawasi angeline.
kashu kembali ke ruang kerja louise. menghidupkan laptop dan mengecek berapa cctv dan alat yang mencurigakan.
seperti dugaan, villa ini di awasin dan telah masuk penyusup.
hp albert berbunyi,panggilan kali ini adalah video call. albert menerima panggilan video call dari kashu
"hei albert,mana tuan."
__ADS_1
albert melihat ke arah louise dan memberikan hp kepada louise.
"tuan, ada masalah di sini"
mendegar kata masalah, louise langsung menghubungkan hp ke laptop.biar pembicaraan jadi jelas. begitu juga dengan pihak kashu.
"ada masalah apa, soal vina?!
"pertama iya, soal vina. lalu masalah kedua, kami tidak sengaja menemukan jasad tuan besar yang sudah jadi tulang"
"APA!?"
louise langsung berdiri dari kursi sofa, dirinya tidak percaya mendegar apa yang di katakan kashu. kakek yang sangat di sayangi selama ini. sudah meninggal. albert yang masih satu ruangan dengan louise. juga tak percaya mendegar apa kata kashu.
"tuan,...."
louise duduk kembali ke sofa
"kamu yakin, itu tuan besar"
"sangat yakin, maka dari itu. tuan harus kembali"
"malam ini, aku akan kembali"
louise menutup laptop dan meminta albert memesan jadwal penerbangan cepat ke saint lotus. albert dengan cepat menjalankan perintah.
di lantai bawah villa.
angeline mengoyang-goyangkan kedua kaki. kashu berjalan mendekat dan memerintahkan kedua bodyguard untuk pergi.
__ADS_1