
angeline tidak tau, apa yang terjadi di luar. dirinya kembali tidur hingga tengah malam. tubuh sangat berat dan nafas sangat sesak, ketika membuka mata.
louise di atas tubuhnya.
ingin beteriak, tapi louise sudah memahan mulut dengan ciuman. puas berciuman, louise melepaskan ciuman dari bibir angeline.
"tidak."
angeline menahan tangan louise yang masuk ke dalam pakaian.
"jangan..ku mohon jangan"
"sudah terlambat. aku bisa melupakan masa lalu. tapi tidak dengan kontrak melahirkan anak"
otak angeline berputar, dia baru ingat
tentang pekerjaan yang di terima.
"aku menolak"
angeline terus berusaha melawan. dirinya berusaha menolak. tapi louise tidak akan membiarkan angeline menolak.
perlahan-lahan., semua pakaian sudah lepas dari tubuh.
__ADS_1
"aku tidak mau melahirkan anakmu, tak mu uang mu juga"
"sudah ku katakan, terlambat"
Louise langsung membuka kedua kaki angeline, dengan satu gerakan. batang masuk ke dalam tubuh angeline.
"ahhh...sakit. cepat keluarkan"
jeritan angeline, tidak di hiraukan louise. louise semakin memasukkan kedalam. memastikan sampai menyentuh mulut rahim.
menyesal, sudah terlambat. seharusnya, dirinya tidak tergiur dengan uang yang di tawarkan. jika tau, malam pertama akan sesakit ini.
melihat angeline tidak melawan, louise semakin menambah tenaga. melakukan berulang-ulang.
keesokan pagi, tim forensik dan polisi datang ke villa. albert dan kashu yang mengurus semua masalah yang terjadi. sedangkan louise, di panggil ke kantor polisi. untuk di mintai keterangan.
Angeline yang terbangun ketika hari sudah siang.
mengosok kedua mata dengan tangan. merasakan setengah tubuh yang terlepas dari selimut. tidak memakai kain sehelai.
dengan wajah sedih, memandangi bagian dada dan bawah perut. banyak bekas kissmark. dengan langkah pelan menurunin ranjang. rasa sakit dan tak nyaman di daerah bawah tubuh. membuat angeline terduduk di lantai. membiarkan air shower membasahi tubuh.
di kantor polisi, louise di mintain banyak jawaban. dengan tenang, louise mengatakan. dirinya yang menemukan jasad kerangka kakek dengan alasan bersih-bersih villa di bagian atas. karena dirinya alergi debu.
__ADS_1
pihak polisi tidak percaya begitu saja, kashu juga di mintain pertanyaan yang sama. memurutin perkataan louise, dirinya mengatakan hal yang sama.
"daripada di sebut villa, tempat tinggal tuan louise sangat luas seperti kastil zaman kuno. jadi tidak heran, ada bagian yang tidak di bersihkan tapi tiba-tiba di bersihkan."
dahi dan alis polisi yang mengintorgasi. menjadi berkerut, setelah melihat foto di villa. rasa penasaran, membuat polisi intorgasi tidak bisa berhenti
"silahkan main-main ke villa, untuk menghilangkan rasa penasaran anda"
kata louise dan langsung berdiri dari kursi, kashu yang menemani ikutan berdiri mengikuti langkah louise.
"siapa bilang, kalian boleh pergi"
teriak polisi intorgasi dan pintu terbuka,seorang polisi muda masuk dan berbisik-bisik pada polisi tua.
"pergi"
louise melihat, wajah polisi yang makin kesal. langsung melangkah keluar. kashu berpikir, albert pasti melakukan sesuatu. sampai mereka berdua bisa keluar cepat.
sepanjang perjalanan pulang, louise berpikir. "seharusnya, jam segini. angeline sudah bangun" kata louise dalam hati.
tapi dia melupakan sesuatu, memerintahkan pelayan untuk mengantar sarapan pada angeline. biasanya, hal seperti ini. di urus kashu. tapi kashu sekarang ada di samping.
melihat louise menatap dirinya, kashu semakin bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1