tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
bab 24. makan


__ADS_3

aria mengajak angeline pergi ke pasar makanan. mata angeline berbinar-binar melihat banyak makanan yang di idam-idam kan selama ini.


melihat angeline yang sudah berliur, aria menarik angeline berkeliling setiap tempat penjualan makanan.


"aria, aku boleh pinjam uang tidak. nanti ku bayar"


"boleh,"


aria menyerahkan 500rb ke angeline tanpa sungkan.


"pinjam y, besok malam ku bayar"


"kamu ada uang?!"


"ada, tingal pergi ke atm dan narik"


"pakai kartu ayahmu, lagi"


"iya, aku kan belum dapat kerjaan. jadi pakai uang ayah"


"ah iya, kau kan di pecat ha ha ha"


"huh.."


"sudah... jangan marah, keburu habis lo. makananya"


aria menarik angeline mencari tempat duduk.


angeline meminta aria menjaga tempat, dirinya pergi membelanja makanan dalam jumlah banyak.


"kita makan berdua"


"kamu yakin, bisa menghabiskan semua ini. angeline"


" tak bisa, kan bisa buat besok"

__ADS_1


"kau ini. pemalas"


"ha ha ha..dari dulu kali"


albert mengawasi dari jauh, untuk mencegah. keduanya sadar akan keberadaan dirinya.


kashu yang kembali untuk membersihkan kamar. melihat louise masih duduk terdiam tidak bergerak dari posisi.


"tuan, kalau rindu. pergi cari saja"


louise menoleh ke arah kashu dengan wajah datar.


"siapa bilang, aku merindukannya"


dengan cepat, louise berjalan keluar menuju kamar tidur pribadi..


kashu tidak heran lagi dengan sikap louise, dengan bergegas membersihkan kamar.


tapi yang membuat louise heran, louise keluar dari kamar dan membawah jaket.


"aku tak sanggup makan lagi"


"ayo, kita pulang. sudah makin malam"


"mau pulang ke tempat mu atau ke tempatku"


"pulang ke apertemen sendiri. mau malas-malasan"


"baiklah, aku antar kamu"


"aku tidak percaya. tampang mu. selalu buat orang tak baik mendekat"


"tampangku biasa-biasa aja."


aria mengerutkan alis, dalam hati bermaki-maki kata kasar. "cewek ini, tak pernah ngaca. tampang dari mana yang biasa-biasa."

__ADS_1


louise mengedarai mobil keluar dari villa dengan kecepatan biasa. karena jalan di musim dingin. sangat licin.


hp albert berbunyi kembali,melihat nama di hp. albert mengangkat dengan cepat.


"di mana posisi angeline!?


pertanyaan pertama yang keluar dari louise. albert melihat ke arah laptop yang terhubung dengan cctv di dalam mobil.


"sepertinya menuju apertemen"


"kirimkan lokasi apertemen"


"baik"


melihat dari denah lokasi yang di berikan oleh albert.


louise sudah menduga, angeline akan pulang ke villa.


pesan singkat masuk ke hp albert. memerintahkan albert kembali ke villa dan mengurus perusahan


albert membaca pesan di hp dengan tidak percaya, dengan apa yang di kirim oleh louise.


setelah memastikan angeline masuk ke dalam apertemen, aria berjalan pergi.angeline, sibuk merapikan dan membersihkan barang yang sudah berdebu.


1 jam, baru bisa di bersihkan.


"pinggangnya sudah mau patah."


angeline memijit-mijit belakang pinggang dan bel berbunyi.


angeline mengira, orang yang membunyikan bel. adalah aria, dengan cepat membuka pintu.


pintu terbuka, tapi orang di depan bukan aria. melainkan louise. takut angeline menutup pintu, tangan louise menahan dan mendorong untuk masuk.


" hei. kamu bukan datang untuk menculikku kan?"

__ADS_1


takut di culik oleh louise, angeline langsung menghindar. karena kesan pertama pada louise sudah buruk.


dirinya di culik paksa di tempat ini sampai terjadi hal-hal yang tak di inginkan.


__ADS_2