
kehidupan bagaikan burung di sangkar emas. membuat angeline tidak bisa kemana-mana. makanan yang di indam-indamkan juga tak bisa makan. bukannya tak punya uang, tapi tak bisa keluar dari penjara bersangkar emas.
segala gerak-gerik di batasi, segala akses internet dan komunikasi tak bisa di jangkau oleh angeline. kashu bahkan tak mau meminjamkan hp atau laptop padanya.
segala kebosanan meningkat dari hari ke hari. berjalan mengamati setiap sudut dan ruangan di villa. di lakukan angeline tiap hari dan kashu dengan setiap menemani.
dari hati. kashu sudah mengeluh. "ini wanita, kakinya terbuat dari apa. tidak ada rasa pegal atau letih".
sekali-kali angeline berhenti dan bertanya," ini jalan kemana?? ruang apa?"
kashu dengan setia menjelaskan dan angeline akan melanjutkan jalan dan mengambar apa yang di lihat. semua di gambar sangat detail.
membuat kashu curiga," ini benaran wanita yang tak pernah sekolah!?
tapi semua hanya di katakan dalam hati, tidak berani mengatakan terang-terangan.
"daripada di katakan villa. lebih tepat di sebut kastil tua. hmm"
angeline lanjut berjalan menaiki tangga, tapi tiba-tiba berhenti. kashu yang mengikuti dari belakang juga terhenti.
"nona, apa sudah capek" tanya kashu dengan hati senang gembira, bertabur bunga.berharap wanita di depannya ini. sudah nyerah karena capek.
"nama mu, kashu? maaf saya tak pandai mengingat nama orang dari dulu he he he"
__ADS_1
"iya, nama saya kashu."
kashu semakin binggung, apa harapan di hati jadi kenangan.
"kashu, apa dirimu tak merah aneh dengan lukisan di tangga dan berapa ruangan di kastil ini"
"tidak merasakan apapun, dari dulu sampai sekarang"
"dulu, berapa lama kamu berkerja di sini. oh iya, siapa pemilik kastil ini. selain tuan mu yang sadis itu"
"busyet, nih wanita. menyebut nama louise segitu. jika ketahuan louise. udah sisa kepala terpisah badan" kashu berkata dalam hati lagi.
"pemiliknya, kakek louise. jika namanya. saya tidak tau, soal saya kerja di sini berapa lama. itu rahasia?"
kashu semakin mengeluh dalam hati. angeline berjalan ke arah bangunan lain dan mencocokkan gambar yang barusan di gambar oleh dirinya..
"kashu. aku takut gelap"
kashu melihat kanan kiri,terang menerang.
" gelap di mana y"
"kamu akan tau. tapi??"
__ADS_1
kashu semakin binggung, ini wanita mau berbuat apa lagi.
"kashu, kamu di depan y. aku di belakang?"
"ha?!?
kashu belum merespon, sudah di dorong angeline masuk ke salah satu ruangan. saat angeline mengerakan salah satu foto di ruangan paling atas dan berdebu
kashu terbatuk-batuk di dalam dan seketika menghidupkan senter hp iphone. melihat kanan kiri, sangat gelap dan di terangi cahaya hp.
"hei, dirimu tak bercandakan. kita ini di mana"
kashu sudah berkeringat dingin melihat sekitar yang gelap. dirinya bukan takut gelap, tapi takut tak bisa keluar dari ruangan.
"tidak tau"
jawab angeline dengan polos dan masih menarik jas pelayan kashu di belakang.
"nona. tolong jangan bercanda. saya memang sudah kerja di sini cukup lama. tapi tidak tau jalan ruangan ini"
"aku tidak bercanda, coba kamu ikutin jalan di depan."
"coba?!
__ADS_1
"iya. jika tak bisa keluar. hubungin tuan mu saja"