tidak akan ku lepaskan

tidak akan ku lepaskan
Bab 2 di usir


__ADS_3

 


Keesokkan paginya, angeline terbangun di kamar yang gelap. bahkah sebutir cahaya saja tidak ada. angeline mengosok\-gosok matanya dengan kedua tangannya.


 


"apakah aku sudah buta?" kata angeline dengan suara yang agak serak, seakan tak percaya dengan. apa yang di lihatnya. semua gelap gulita


 


langkah kaki terdegar,berjalan ke arah kamar angeline. salah satu pelayan membuka pintu dan menghidupkan lampu.


 


angeline langsung menutup matanya dengan kedua jari tangan. louise menatap tingkah angeline dengan tatapan jijik.


"mau sampai kapan, mau bersandiwara seperti ini? kata louise dalam hati dan Seketika memalingkan badannya menuju ke arah pintu.


 


pelayan wanita itu,meletakkan sarapan pagi dan 1 pakaian di meja. angeline masih menutup matanya,karena efek cahaya yang silau. membuatnya pusing. melihat sikap angeline seperti itu. pelayan wanita berkata.


 


"tidak perlu bersikap polos dan minta perhatian. sungguh menjijikan wanita sekarang" pelayan itu menutup pintu dengan keras.


 

__ADS_1


Mendegar suara pintu di tutup. angeline membuka tangan yang menutup matanya. tujuan dirinya menutup mata, karena silau dan masih Ada tujuan lain. Yaitu kabur dari villa ini.


Melihat makanan di meja, lngsung di makan sampai habis. kemudian mandi.


 


"he he..pakaian mahal nih. bisa jadi uang" angeline langsung mamakai dress tersebut. walau agak kebesaran 1 tingkat. perlahan-lahan mengamati setiap sudut kamar dan langit-langit di kamar. semua tertutup rapat. salah satu cara. Yaitu menunggu ada yang membawah dirinya keluar.


1 jam kemudian, 2 jam kemudian. tak Ada yang datang.


Angeline mulai frustasi sambil memeluk kedua lututnya di sofa.


 


APA!? LOUISE BAWAH SEORANG WANITA!? teriak vina dengan suara nyaring. dirinya tak percaya atas apa yang di katakan pelayan di villa louise.


 


" buang wanita jalang ini, sejauh mungkin" teriak vina kepada bawahannya.


Saat pikiran angeline sadar, dirinya sudah di jalan yang asing.


kendaraan yang lewat sangat jarang. tanpa berpikir, angeline berjalan tanpa alas kaki di aspal yang panas. setiap langkah, Terasa menusuk dengan api.


 


panasnya matahari, membuat kulit dan wajah angeline langsung merah. kulit putihnya, sangat sensitif dengan panas.

__ADS_1


 


sehingga berteduh di bawah pohon, depan jalan raya.


Setelah berapa jam, Ada taxi yang lewat. angeline langsung memberhentikan taxi dan masuk ke dalam mobil. supir taxi melihat angeline dari atas sampai bawah. seperti gelandangan. baju kotor dan bau matahari, tak pakai alas kaki.


sebelum supir taxi itu bersikap untuk mengusir angeline. angeline langsung melepaskan cincin bertata permata kepada supir taxi.


" aku bayar pakai ini. antar sampai saint lotus"


Melihat cincin berlapis permata, supir taxi itu tanpa ragu menerimanya dengan senyuman Lebar di mulutnya. perlu di ragukan lagi, harga cincin ini. sudah bisa menghasilkan banyak uang untuknya.


sepanjang perjalanan, angeline menahan rasa ngantuknya.


kepalanya bersandar di kaca. supir taxi tidak menghiraukan


yang di dalam pikirannya. secepatnya, menjual cincin yang di dapatkan


 


Louise yang kembali ke villa. mendapati angeline sudah tidak ada di kamarnya. wajahnya yang tampan, langsung hitam Seketika. Albert yang melihat perubahan louise,berjalan mundur berapa langkah.


 


"di mana dia? sahut louise dengan nada membunuh.


"saya tidak tau, tadi saya hanya menjalankan perintah anda." jawab albert dengan terpatah-patah dan di saat itu juga. vina langsung mendorong albert.berlari kepelukkan louise. dengan expresi jijik. louise mendorong vina, sebelum vina memeluk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2