Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 11. Rencana pertunangan


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Bella yang tiba-tiba datang. Bella tahu, saat ini ibu tirinya pasti sangat kesal melihat kedatangannya saat ini. Senyumnya mengembang merasakan kemenangan atas usaha ibu tirinya yang gagal.


"Bella, kamu ...," ucap Bu Risma.


"Selamat malam semuanya. Ibu, ibu tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengganggu. Bella hanya mau mengambil barang Bella yang ketinggalan," ucap Bella sebelum ditanya.


Bu Risma tampak salah tingkah, karena keinginannya membohongi keluarga Riko dan mengatakan Bella pergi entah kemana, tidak bisa dia lanjutkan.


"Bella, mengganggu apa? Ini adalah keluarga Riko, calon tunangan kamu. Temui mereka, kamu tidak boleh pergi lagi," ucap Bu Risma sambil melihat reaksi keluarga Riko.


Bella terdiam. Ini sebenarnya yang Bella tunggu-tunggu. Membongkar kebusukan hati ibu tirinya yang ingin membuat Risha menggantikan posisinya sebagai calon tunangan Riko.


Meskipun Bella tidak ingin bertunangan dengan Riko, setidaknya kakak tirinya juga tidak akan bisa mendapatkan Riko. Terbersit di pikiran Bella, untuk membalas dendam pada ibu dan saudara tirinya.


Ataukah aku harus bertunangan dengan Riko? batin Bella.


Bella tersenyum, setelah berpikir untuk mengubah rencananya. Meskipun begitu, Bella ingin keluarga Riko menerima dia apa adanya.


Bella mendekati keluarga Riko, dan dia memperkenalkan diri pada mereka. Sayangnya, sebelum Bella datang, Riko mendapatkan telepon penting dari seseorang yang meminta Riko segera datang. Riko pun pamit pergi pada keluarganya dan keluarga Bella.


Bella berusaha mencari keberadaan Riko, calon tunangannya. Tetapi dia tidak berani bertanya. Bella duduk di samping Risha yang tampak kesal melihat kedatangan Bella yang mendadak.


"Karena Bella Sekarang sudah ada di sini, maka kita putuskan untuk mengadakan pertunangan Minggu depan. Semua persiapan, kami yang akan urus. Kalian tinggal datang saja," ucap pak Teddy. "Bella, kamu tidak perlu khawatir dengan sekolah kamu. Kalian akan menikah setelah kamu selesai sekolah, sesuai keinginan ayah kamu sebelum meninggal."


"Terima kasih, Om," sahut Bella.


Setelah melakukan kesepakatan, keluarga Riko berpamitan pulang. Bella juga ikut mengantar mereka hingga mobil mereka pergi.


"Bella, masuk. Ibu ingin bicara!" ucap Bu Risma kesal.


Bella mengikuti langkah ibu tirinya yang pasti menyimpan marah padanya. Bella sudah siap dengan kemarahan Bu Risma.

__ADS_1


"Jangan duduk!" bentak Bu Risma diikuti tawa Risha yang duduk di dekat ibunya.


"Kenapa?" tanya Bella pura-pura bodoh.


"Bukannya ibu sudah bilang, sebelum pergi, periksa semua barang-barang kamu agar tidak ada yang tertinggal. Kenapa bisa ada yang ketinggalan?" tanya Bu Risma.


"Maaf, namanya juga manusia. Pasti ada salah dan lupa. Itu biasa, ibu. Lagipula, kenapa ibu tidak memberitahu Bella, kalau keluarga Riko akan datang?" tanya Bella sambil menatap tajam ibu tirinya itu.


"Itu ... itu karena ini urusan orangtua. Ah sudahlah, kamu juga tidak akan mengerti. Bella, kamu bantu bibik untuk membereskan semua ini. Ayo, Risha kita istirahat," ucap Bu Risma lalu meninggalkan Bella.


"Neng Bella, Neng istirahat saja, biar Bibik yang bereskan semuanya," ucap Bibik yang merasa kasihan pada Bella.


"Tidak apa, Bik. Bella bantu Bibik, Bella tidak mau rumah ini tidak ada ketenangan. Kalau tahu Bella tidak bantu Bibik, pasti bakal ada pernah dunia ketiga," jawab Bella sambil bercanda.


***


Pesta pertunangan akhirnya dilakukan di sebuah gedung yang cukup besar dan hiasan yang mewah. Karena keluarga Riko akan mengundang kolega dan teman bisnisnya di kota ini. Ternyata, perusahaan orangtua Riko tidak hanya di luar negeri tetapi juga di dalam negeri.


Semua tamu undangan, sudah hadir. Tetapi, Bella dan keluarganya belum terlihat sama sekali. Hal ini membuat keluarga Riko menjadi khawatir. Pak Teddy meminta anak buahnya, untuk menjemput keluarga Bella.


Waktu pertunangan akan segera dilakukan, tetapi Bella dan keluarganya masih belum juga datang. Bahkan anak buah pak Teddy, juga belum ada kabar.


Setelah menunggu cukup lama, anak buah pak Teddy datang bersama Bu Risma dan Risha. Sedangkan Bella, masih belum terlihat.


"Maafkan kami terlambat datang," ucap Bu Risma terlihat panik.


"Mana Bella, kenapa dia belum datang?" tanya pak Teddy.


"Aduh, bagaimana saya menjelaskannya," jawab Bu Risma bingung.


"Katakan saja, apa yang terjadi?" tanya pak Teddy lagi.

__ADS_1


Bu Risma mengatakan bahwa, bahwa Bella kabur dari rumah. Bu Risma juga mengatakan bahwa Bella tidak ingin bertunangan dengan Riko. Bella sebenarnya sudah memiliki kekasih yang bernama Rangga.


"Apa maksud Bu Risma, dia pergi dengan pria yang bernama Rangga itu?" tanya Bu Yeti kesal.


Bu Yeti memang tidak suka Riko bertunangan dengan Bella, Karen usia Bella masih terlalu muda untuk Riko. Seharusnya Riko menikah dengan wanita yang seusia, jadi akan bisa lebih mendukung karir Riko kedepannya. Tetapi karena mereka sudah berjanji pada apak Genta untuk menjaga Bella, Bu Yeti terpaksa menerima perjodohan itu.


"Benar, Bu Yeti. Aduh, anak itu memang selalu bikin masalah saja. Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Bu Risma bingung.


Semua saling berpandangan untuk mencari jalan keluarnya.


"Ayah, aku akan menyuruh orang mencari keberadaan Bella. Aku tidak yakin dia pergi dengan pria bernama Rangga. Pasti dia ada kesulitan dan mungkin saat ini dia sedang dalam masalah," ucap Riko.


"Darimana kamu tahu kalau Bella tidak bersama pria itu?" tanya ibunya.


"Riko pernah bertemu mereka. Riko tahu jika Bella tidak mencintai Rangga. Kalaupun dia menolak pertunangan ini, dia pasti akan mengatakannya malam itu, saat kita datang," jawab Riko panjang lebar.


"Bagaimana kamu tahu kalau gadis yang kamu temui itu Bella? Kalian malam itu tidak bertemu, bukan?" tanya bu Yeti kaget.


"Ibu, aku tahu saat foto Bella di dinding rumahnya. Jauh berbeda dengan foto yang orangtuanya kirimkan pada kita. Malam itu aku pergi, karena aku menerima informasi dari orangku tentang Bella. Saat itu, aku baru tahu jika gadis yang aku temui di cafe adalah Bella," kata Riko panjang lebar.


"Tapi, acara ini sangat penting bagi kita. Jangan sampai membuat keluarga kita malu dengan batalnya pertunangan ini," ucap ibunya lagi.


"Kalian tenang saja. Kita hanya harus bisa menambah acara untuk mengukur waktu. Saya akan meminta seorang penyanyi untuk menghibur para tamu," kata Riko sambil menghela napas berat.


Mereka akhirnya setuju untuk menambah acara hiburan. Riko juga menyuruh orang untuk mencari keberadaan Bella. Meskipun pada awalnya Riko juga tidak setuju dengan perjodohan ini, tetapi saat bertemu Bella secara tidak sengaja itu, membuat Riko menaruh sedikit harapan akan bisa mencintai Bella.


Disaat Riko sibuk mengendalikan situasi, ibu dan saudara tiri Bella berusaha membujuk orangtua Riko untuk mengganti posisi Bella dengan kakaknya jika Bella tidak ditemukan.


Yang termakan bujukan Bu Risma adalah Bu Yeti. Bu Yeti tidak suka wanita yang mempermainkan keluarganya. Karena dia merasa mereka adalah orang kaya dan memiliki segalanya, sehingga harga diri mereka sangat tinggi.


Bu Risma tersenyum bahagia, karena sudah bisa membuat Bu Yeti tidak menyukai Bella. Tinggal selangkah lagi, tujuannya menjadikan Risha menantu keluarga Riko akan terlaksana.

__ADS_1


__ADS_2