
"Ayah …!" teriak Bu Mira mengagetkan semuanya.
Pak Genta segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segera diberikan pertolongan. Sesampainya di rumah sakit, pak Genta langsung mendapatkan pertolongan darurat.
"Mohon tunggu diluar!" teriak salah satu tenaga medis yang menangani pak Genta.
Bella sangat merasa bersalah karena menganggap ayahnya terkena serangan jantung setelah bertengkar dengannya. Dia duduk termenung dan menyesali perbuatannya yang terus menyalahkan ayahnya yang tidak pernah membelanya. Tetapi, penyesalan itu kini tidak berguna lagi.
Sementara itu, Bu Mira dan Risha duduk saling bersebelahan dan mereka saling menguatkan. Dari wajah mereka tampak penuh kegelisahan. Bella hanya bisa menerka-nerka bahwa mereka juga sedih sama seperti dirinya. Bagaimanapun juga, ayahnya adalah sosok ayah dan suami yang baik. Meskipun, ayahnya kurang tegas dan seolah menutup mata atas kelakuan mereka.
Tidak berapa lama, salah seorang dokter keluar yang segera di sambut Bu Mira dan Risha. Sedangkan Bella berdiri tidak jauh dari mereka.
"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" tanya Bu Mira panik.
"Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi Tuhan berkehendak lain," jawab dokter tersebut sambil menghela napas.
"Maksud Dokter?"
"Suami ibu … telah meninggal dunia," jawab dokter agak gugup. Mungkin sangat sulit baginya untuk mengabarkan pada keluarga pasien, jika mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien.
"Apa … suami saya meninggal, Dok?" tanya Bu Mira sambil menangis. Kakinya terasa lemas. Ibu dan anak itu menangis sambil berpelukan.
"Ayah …," tangis Risha.
"Kami harap kalian bersabar. Sebentar lagi, akan dibawa keluar. Permisi," jawab dokter lalu melangkah pergi.
Bella sangat sedih mendengar berita kematian ayahnya. Meskipun dia baru beberapa waktu bersamanya, tetapi Bella merasakan jika ayahnya sangat mencintai Bella. Bella kini hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ayahnya.
__ADS_1
Andai saja waktu bisa diulang, Bella tidak akan menceritakan semua kejahatan ibu tirinya yang mengakibatkan kemarahan Bella pada ayahnya.
Mungkinkah kata-kata yang aku ucapkan pada ayah, membuatnya terkena serangan jantung? batin Bella.
Saat itu, jenazah ayahnya dibawa keluar dari ruangan dalam kondisi tertutup kain putih untuk segera dimandikan. Bu Mira menangis histeris, sehingga membuat petugas medis meminta mereka untuk tenang dan menerima kenyataan dengan sabar dan ikhlas.
Upacara pemakaman telah dilakukan dengan bantuan tetangga dan beberapa saudara jauh. Karena kondisi keluarga yang masih belum bisa sepenuhnya percaya dan merelakan kepergian pak Genta yang begitu tiba-tiba.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak. Teman bisnis, dan orang-orang yang mengenal pak Genta datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Setelah pak Genta meninggal, Rasa bersalah Bella semakin menyiksanya. Bahkan ibu dan kakak tirinya menyalahkan Bella atas kematian ayahnya.
Sampai suatu hari, Bella mendengar percakapan dari Ibu dan kakak tirinya yang sedang membicarakannya.
"Bu, kenapa kita tidak langsung saja mengusirnya pergi dari rumah ini, toh ayah juga sudah meninggal?" tanya Risha kesal.
"Ibu, sebenarnya Risha tidak rela dia mendapatkan warisan dari ayah. Dia itu anak haram dan tidak pantas mendapatkan warisan. Seharusnya semua menjadi milikku!" kata Risha kesal bercampur emosi.
Sesaat hati Bella terasa sakit dikatakan anak haram oleh Risha. Tetapi dia harus bersikap dewasa dan tidak ingin ada perkelahian di rumah ini. Pasti ayahnya tidak akan senang melihat keluarganya berantakan.
"Ibu sebenarnya juga tidak rela. Tapi meskipun dimata hukum dia tidak memiliki hak atas warisan ayahmu, bagaimanapun juga dia tetap darah daging ayahmu," ucap Bu Mira sedih.
"Ibu …," ucap Risha sambil memeluk ibunya.
Ibunya mulai bercerita tentang hubungan antara ayahnya dengan ibunya Bella. Sebelum menikah dengan Bu Mira, pak Genta memiliki kekasih namanya Seena. Mereka berpisah karena pak Genta dijodohkan orangtuanya dengan Bu Mira. Setelah berpisah selama 2 tahun, mereka bertemu kembali dan menjalin kembali cinta mereka yang belum hilang. Mereka menikah secara siri tanpa sepengetahuan Bu Mira.
Saat Bu Mira hamil, Seena juga hamil. Bu Mira melahirkan Risha dan Seena melahirkan Bella. Hubungan antara pak Genta dan Seena akhirnya diketahui juga oleh Bu Mira ketika usia anak-anak mereka 3 tahun.
__ADS_1
Saat pergi ke pasar, ibunya Bella mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Pak Genta mengaku salah dan meminta maaf pada Bu Mira. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya lagi.
Selang beberapa waktu, karena Bella kecil tidak ada yang merawat dan terlantar, pak Genta meminta Bu Mira untuk merawatnya. Tetapi hati istri mana yang rela mengasuh anak dari perselingkuhan suaminya dengan wanita lain?
Tetapi pada akhirnya Bu Mira setuju merawat Bella. Nama baik keluarga terutama pak Genta dipertaruhkan dan akan dapat mempengaruhi bisnisnya. Jika pak Genta bangkrut, maka mereka akan hidup miskin. Tentunya Bu Mira tidak inginkan itu terjadi.
Mendengar cerita Bu Mira, hati Bella terasa sakit dan pedih. Dia hanyalah anak seorang pelakor meskipun ibunya sudah dinikahi siri oleh ayahnya. Jawaban dari pertanyaannya selama ini, kini terjawab sudah.
Bella merasa kebencian Bu Mira padanya memang beralasan. Tetapi, bukankah ini tidak adil jika semua kesalahan orang tuanya dibebankan padanya?
Kini dia juga memahami keputusan ayahnya, yang ingin dia segera menikah dan pergi meninggalkan rumah ini. Bukan karena ayahnya tidak menyayanginya tetapi karena ayahnya tidak ingin melihat Bella diperlakukan buruk di rumah ini.
Tidak hanya perlakuan buruk, tetapi juga ancaman pembunuhan. Sedangkan ayahnya sudah tidak bisa lagi melindunginya.
Disaat hatinya hancur mengetahui kebenaran asal usulnya, Bella sedikit bisa bernapas lega saat Bu Mira juga mengatakan bahwa ayahnya meninggal setelah bertengkar dengan Bu Mira bukan karena bertengkar dengannya.
Disaat terpuruk, Bella masih berbahagia karena dia masih memiliki sahabat baik yang selalu sedia berbagi kesedihan dengannya. Vivi dan Rangga datang untuk memberi semangat pada Bella.
Kedatangan Vivi dan Rangga membuat Risha kesal terutama pada kedekatan Rangga dan Bella. Kepergian Rangga untuk menjalani pertukaran pelajar 2 tahun yang lalu, sedikit banyak atas perbuatannya.
Risha mengadukan kedekatan Rangga dan Bella pada orang tua Rangga dan menjelek-jelekkan Bella di depan orang tua Rangga. Sehingga mereka memaksa Rangga untuk pergi.
Meskipun Rangga mengetahui semua itu ulah Risha, Rangga dengan ikhlas menjalaninya dan memberikan syarat pada orangtuanya. Jika dalam waktu 2 tahun, Rangga masih mencintai Bella, maka orang tua Rangga harus menerima hubungannya dengan Bella.
Jika dilihat dari sikap Rangga, Rangga masih memiliki cinta untuk Bella, meskipun belum diungkapkan.
"Risha, kamu tidak perlu marah. Kamu malah bisa menggunakan Rangga untuk membuat pertunangan antara Bella dan Riko berantakan," ucap Bu Mira sambil menatap Risha.
__ADS_1
"Ibu benar, kita harus memanfaatkan apa yang bisa kita gunakan. Aku tidak ingin melihat Bella bahagia," kata Risha dengan senyum jahatnya.