Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 13. Sebelum Bella datang


__ADS_3

Situasi sebelum Bella datang.


Karena Bella tidak datang dan para tamu undangan juga sudah terlalu lama menunggu, Riko akhirnya menyerah dan meminta orang tuanya untuk segera membatalkan saja pesta pertunangan ini. Orang-orang yang dimintanya membawa Bella, belum ada kabar sama sekali.


Riko juga menjelaskan pada orang tuanya, bahwa mungkin mereka memang tidak berjodoh. Atau paling tidak, bisa dibatalkan untuk dilakukan lagi suatu saat nanti. Tetapi orangtua Riko menolak dan tetap akan menunggu hingga beberapa saat lagi.


"Tidak bisa begitu Riko. Tadi kamu yang pingin nunggu hingga Bella datang, kenapa sekarang kamu malah seperti putus asa begitu?" tanya Pak Deddy sambil menghela napas.


"Ayah, bukannya Riko putus asa. Aku malah pingin langsung nikah saja, biar dia tidak lari-lari lagi. Riko tahu usianya masih sangat muda. Pikirannya pasti masih kekanak-kanakan. Tidak serius dengan masalah seperti ini," jawab Riko yang membuat ayahnya tertawa.


"Kamu ini, kalau saja usianya sudah 19 atau 20 tahun, ayah juga tidak ingin ada acara tunangan, tapi langsung nikah saja," goda Ayahnya.


"Kalian ini bicara apa. Kalian tidak tahu, memiliki menantu anak kecil itu sungguh merepotkan. Mesti ngajari ini itu. Kalian cuma tahu enaknya saja," protes Ibu Yeti.


"Ibu, Riko yakin jika Bella akan bisa sesuai dengan keinginan ibu, sebagai menantu ideal. Dia hanya butuh waktu saja. Dia memang terlihat urakan dan masa bodo, tapi dia gadis yang sangat baik," ucap Riko sambil memegang tangan ibunya.


"Ibu harus menjadi mertua yang ekstra sabar. Nasib-nasib," kata Bu Yeti mengeluh.


Pak Deddy dan Riko tersenyum lebar mendengar keluhan wanita satu-satunya dalam keluarga mereka.


Bu Risma dan Risha mencoba mendekati Riko dan orangtuanya. Mereka akan memulai aksinya untuk membuat Risha menjadi tunangan Riko.


"Kami minta maaf, Pak Deddy dan Bu Yeti. Kami merasa bersalah tidak bisa mencegah kepergian Bella. Kami tidak bermaksud membuat keluarga kalian malu," ucap Bu Risma pura-pura sedih dan bersalah.


"Kami tidak menyalahkan Bu Risma. Kami juga tidak berharap, akan ada hal seperti ini," kata Pak Deddy.


"Saya punya saran agar keluarga kalian tidak malu," kata Bu Risma yakin.

__ADS_1


"Katakan, saran apa itu?" tanya Bu Yeti.


"Bagaimana kalau kita ganti Bella dengan Risha. Dia juga cantik dan dia anak sah dari keluarga kami. Tidak seperti Bella yang anak haram," ucap Bu Risma sambil tersenyum.


Untuk sesaat, semua terdiam. Riko terlihat mulai curiga dengan sikap Bu Risma. Semua orang tahu jika Bu Risma tidak menyukai Bella. Apalagi dengan jelasnya dia menawarkan anaknya, Risha, untuk menggantikan posisi Bella. Bahkan sampai menyebut Bella anak haram.


"Aduh Bu Risma. Sebenarnya, aku sih suka-suka aja, siapapun yang jadi menantuku nanti, asalkan Riko mencintainya itu sudah cukup. Bagaimana Riko?" tanya Bu Yeti.


"Maaf, Tante. Riko berterimakasih atas usulan Tante. Tapi Riko hanya akan bertunangan dan menikah dengan Bella. Kalau hari ini dia tidak datang, saya yang akan mencari dan membawanya langsung ke KUA," jawab Riko serius. Padahal dalam hatinya dia ingin tertawa melihat raut wajah Bu Risma yang kecewa dan kesal.


"Bu Risma, sebagai orangtua sekaligus sahabat mas Genta, kami ingin menepati janji. Tidak mungkin akan ada yang bisa menggantikan posisi Bella sebagai calon istri Riko," jawab Pak Teddy menambahkan.


"Kami minta maaf. Itu hal Anya sekedar saran saja," ucap bu Risma malu.


"Ibu, bagaimana ini? Risha tidak ingin ditolak. Risha ingin menikah dengan Riko," bisik Risha ke telinga ibunya.


Akhirnya, Riko dan ayahnya sepakat untuk menunda acara pertunangan dengan alasan, calon wanitanya sedang tidak enak badan. Riko sendiri yang akan mengumumkannya.


Riko mulai berjalan ke depan dengan membawa mikrofon untuk segera mengumumkan penundaan tersebut. Sebelum sampai di depan, Bu Risma kembali mencoba membujuk Bu Yeti dan Pak Deddy dengan saran yang lebih tidak masuk akal.


"Bu Yeti, Pak Deddy. Bagaimana kalau Risha hanya menggantikan posisi Bella saat bertunangan saja. Dan nantinya, Bella yang akan tetap memiliki status tunangan Riko. Bagus bukan?" tanya Bu Risma bersemangat.


"Bu Risma, apa Bu Risma mengira kami ini orang bodoh. Acara ini itu dihadiri banyak orang-orang penting. Kalau hari ini digantikan oleh Risha, maka mereka akan menganggap Risha adalah tunangan Riko bukan Bella. Maaf Bu Risma, saya tidak setuju dengan saran anda yang barusan," jawab Pak Deddy tegas.


"Selamat siang, Bapak-bapak dan Ibu-ibu tamu undangan yang terhormat. Kami mohon maaf, kalau acara hari ini ...." Suara Riko terhenti saat matanya tertuju pada pintu gedung yang terbuka.


Semua mata melihat ke arah pintu yang tidak lama kemudian, muncullah Bella dengan tubuh dan pakaian yang berantakan. Rambutnya seperti habis kena angin ribut. Riasannya sudah memudar. Tetapi, kecantikan Bella masih bisa terlihat dengan jelas.

__ADS_1


"Bella ...," gumam Riko.


Semua tamu undangan saling berbisik. Ada yang memandang rendah Bella dan ada juga yang merasa kasihan melihat kondisi Bella.


Riko segera memberi kode pada anak buahnya untuk membawa Bella ke dalam. Riko bergegas meletakkan mikrofonnya dan berjalan mengikuti Bella. Riko segera meminta anak buahnya untuk mencari penata rias dan pakaian ganti untuk Bella secepatnya.


"Duduklah. Apa yang terjadi, kenapa keadaan kamu sampai seperti ini? Apa kamu terluka?" tanya Riko panik.


"Aku tidak apa-apa," jawab Bella singkat.


"Aku akan meminta seseorang datang membantumu merias diri. Sekalian ganti pakaian," ucap Riko.


Tidak berapa lama, datanglah seorang wanita dengan membawa alat kosmetik dan pakaian ganti. Riko pun pamit keluar.


Bella diam mematung saat riasannya di tata kembali agar lebih rapi. Bella masih terpaku mengingat wajah Riko. Mereka memang pernah bertemu di cafe. Tetapi sepertinya, dia pernah bertemu Riko jauh sebelumnya. Akan tetapi, Bella lupa dimana pernah bertemu dengan Riko.


Semakin dia mencoba mengingat, semakin dia tidak ingat kapan bertemu Riko. Dia menutup matanya mencoba berkonsentrasi memperbaiki ingatan masa lalunya.


Matanya terbuka saat dia mengingat siapa Riko. Riko, teman masa kecilnya yang pergi mengikuti orang tuanya ke luar negeri. Teman masa lalunya saat masih sebagai Hesty.


Sudah 15 tahun lamanya, dia sudah banyak berubah. Hanya satu yang tidak berubah, nada bicaranya saat mengkhawatirkan dirinya saat ini, sama seperti saat mengkhawatirkan Hesty.


Bayangan masa kecil pun, perlahan melintas dan bermain di kepalanya. Sampai dia selesai berganti pakaian dan diantar hingga ke tempat acara pertunangan akan berlangsung.


Bella berjalan mendekati Riko dan orang tuanya berada. Acara pertunangan pun berlangsung dengan khidmat. Pertukaran cincin menjadi awal hubungan Riko dan Bella.


Dengan menetapkan hati pada Bella, Riko berjanji dalam hati untuk selalu mencintai dan melindungi Bella sampai kapanpun.

__ADS_1


Bella mulai memberanikan diri, melihat satu persatu para tamu undangan yang hadir dan terhenti pada kehadiran seorang pria dan wanita.


__ADS_2