Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 9. Surat wasiat


__ADS_3

Setelah tujuh hari meninggalnya pak Genta, pengacara keluarga datang untuk membacakan surat wasiat dari pak Genta. Ketiga anggota keluarga juga sudah hadir, sebagai syarat dibacakannya surat wasiat tersebut.


Baik Bu Mira maupun Risha menantikannya dengan hati cemas. Mereka memang tidak terlalu yakin jika pak Genta tidak akan meninggalkan warisan untuk Bella. Karena meskipun mereka tidak suka dengan Bella, Bella sudah menjadi bagian dari keluarga mereka. Nama Bella, sudah tercatat dalam kartu keluarga mereka.


Sementara Bella tampak santai karena dia tidak peduli dengan warisan yang akan diberikan padanya. Besar atau kecil, baginya bukan masalah. Yang terpenting dia masih memiliki kesempatan untuk bisa melanjutkan hidup untuk mencapai tujuannya.


Pengacara segera membacakan isi surat wasiat tersebut dengan cukup keras dan jelas.


Pak Genta memiliki saham perusahaannya sebesar 75 persen. Risha dan Bella, masing-masing mendapatkan 30 persen dan Bu Mira mendapatkan saham 5 persen.


Karena Risha dan Bella belum bisa mengurus perusahaan, maka untuk sementara, perusahaan akan dipimpin oleh Bu Mira sampai Risha dan Bella bisa mengurusnya.


Untuk bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin perusahaan kedepannya, akan ditentukan melalui sebuah pencapaian. Siapa yang bisa membuat terobosan baru dan menguntungkan perusahaan, dia yang berhak menjadi pimpinan tertinggi perusahaan yang akan dinilai oleh dewan direksi.


Selain itu, seluruh harta kekayaan pak Genta akan diakumulasi seluruhnya termasuk rumah yang mereka tempati. Bella dan Risha masing-masing mendapatkan 45 persen, sedangkan Bu Mira mendapatkan 10 persen.


Dikarenakan Risha dan Bella masih dibawah umur, semua harta warisan akan dikelola oleh Bu Mira sampai anak-anak berusia 21 tahun. Jika terjadi sesuatu dengan anak-anak, harta warisan itu akan diberikan pada yayasan yatim-piatu.


"Tunggu, kenapa harus diberikan kepada yayasan yatim-piatu?" tanya Bu Mira kesal. "Kenapa Bella dan Risha memiliki bagian yang sama?"


"Maaf Bu Mira, tentang bagian mereka yang sama, itu semua atas kemauan pak Genta sendiri, termasuk juga jika terjadi sesuatu kepada anak-anak anda. Misal meninggal, harta bagian mereka akan dihibahkan langsung ke yayasan yatim piatu," jawab pengacara itu panjang lebar.

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban itu, wajah Bu Mira tampak kecewa. Tetapi Bella tidak peduli dengan semua itu.


Setelah selesai membacakan surat wasiat pak Genta, mereka bertiga menandatangani surat wasiat tersebut. Meskipun dalam hatinya, Bu Mira dan Risha merasa tidak rela bagiannya dibagi dengan Bella.


Setelah kepergian pengacara tersebut, Bu Mira marah pada Bella.


"Bella, dasar kamu anak tidak tahu diri. Kamu mengambil hak warisan Risha," ucap Bu Mira kesal.


"Apa yang ibu katakan. Aku tidak pernah meminta ayah memberiku warisan. Protes saja pada ayah jika ibu ingin protes, jangan pada Bella," jawab Bella ikutan kesal.


"Kamu tahu, kamu hanya anak haram. Tempatmu seharusnya tidak disini. Kamu harus tahu diri, kamu tidak memiliki hak mendapatkan warisan dari ayahnya Risha. Bella, tinggalkan rumah ini!" ucap Bu Mira emosi.


"Maaf ibu. Bella bukan anak haram. Bella juga anak ayah. Bella juga ingin menjadi anak yang berbakti pada Ayah. Bella harus mematuhi apa yang sudah ayah pilihkan untuk Bella. Bella akan tetap tinggal di sini," kata Bella sambil menatap ibu tirinya.


"Bella, seharusnya semua harta warisan ayah jatuh ke tangan aku. Gara-gara kamu, aku hanya mendapatkan sebagian saja. Kenapa kamu tidak mati saja. Ibu, harusnya dulu tidak membawa Bella masuk kedalam rumah ini. Jadi begini kan akhirnya," ucap Risha kesal.


"Aku sungguh tidak mengerti dengan kalian. Tanah pemakaman ayah belumlah kering, tetapi kalian ibu dan anak sudah sangat ingin berebut warisan denganku. Jika ada yang mendengar, apa kalian tidak malu?" kata Bella berusaha membuat mereka tidak mempermalukan ayahnya yang sudah tiada.


"Jika kamu tidak ingin melihat keluarga kita saling berebut, berikan saja bagian kamu kepada kami. Aku akan memberimu uang yang banyak untuk itu. Uang 100 juta, atau aku akan memberimu lebih, 200 juta atau 300 juta? Itu bukan uang yang sedikit Bella. Untuk uang sebanyak itu, kamu bisa hidup enak dan tinggal sendiri, ibu rasa itu sudah cukup untuk kamu," kata Bu Mira mencoba merayu Bella.


Dasar mata duitan. Memangnya aku bodoh, menganggap uang segitu itu banyak? Dilihat dari aset pak Genta, itu sangat jauh berbeda. Rumah ini saja, senilai 2 milyar. Belum lagi mobil dan tanah. Yang lebih penting lagi, saham perusahaan sebesar 35 persen itu seharga milyaran. Mungkin karena Bu Mira melihatku sebagai anak kecil yang akan bisa dibodoh-bodohi olehnya, batin Bella.

__ADS_1


"Ibu, seharusnya kita tidak perlu saling berebut lagi. Apa yang ditinggalkan ayah untuk kita, pasti sudah ayah perhitungkan dengan baik. Aku tegaskan pada Ibu dan Risha, aku akan menerima semua yang ayah berikan. Sesuai isi surat wasiat ayah, jika terjadi sesuatu padaku, maka kalian tidak akan mendapatkan satu sen pun dari bagianku. Jadi pikirkan baik, sebelum kalian bertindak jahat padaku," ucap Bella sinis.


"Kamu menggunakan semua itu untuk membuat kami diam saja? Ternyata kamu lebih pintar dari yang aku kira," ucap Bu Mira kesal.


"Baru tahu …?" ucap Bella, lalu berlalu pergi meninggalkan ibu dan anak yang masih tampak kesal dan kecewa dengan isi surat wasiat pak Genta.


Bella merasa sedikit lega, dengan isi surat wasiat ayahnya. Dengan begitu, mereka tidak akan semena-mena lagi berbuat jahat pada Bella. Bella tidak hanya ingin membantu tubuh yang saat ini dia tempati, tetapi dia juga memiliki tujuan lain yang sepertinya tertunda karena urusan keluarga Bella.


Bella menyandarkan tubuhnya sambil mengenang masa lalunya. Bayangan orang tua dan tunangannya bergantian muncul di pelupuk matanya. Ada rasa kerinduan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Rahasia besar yang harus dia selidiki, masih menunggunya. Bella berharap, akan bisa segera menyelesaikannya dan hidup dengan tenang sebagai Bella seutuhnya.


Bella beranjak keluar untuk mengambil air minum karena dia tiba-tiba haus. Tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan ibu dan kakak tirinya tentang dirinya.


"Ibu, apa benar besok keluarga Riko akan datang?" tanya Risha manja.


"Benar, tadi mereka sudah memberitahu ibu bahwa mereka tidak hanya akan datang mengucapkan bela sungkawa tetapi sekaligus untuk membicarakan tentang pertunangan Riko dengan Bella," jawab Bu Mira serius.


"Ibu, kenapa Bella beruntung sekali. Dia kini mendapatkan warisan yang tidak sedikit, dia juga akan menikah dengan orang kaya. Ibu, Risha juga ingin seperti Bella," rengek Risha.


"Sabar, Nak. Besok, ibu akan mencoba membujuk keluarga Riko agar memilih kamu. Kamu tenang saja," ucap Bu Mira menenangkan Risha.

__ADS_1


Meskipun Bella sudah tidak peduli lagi dengan kelanjutan perjodohan ini, Bella sangat penasaran, apa yang akan dilakukan ibu tirinya untuk membatalkan pertunangannya ini.


__ADS_2