Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 23. Pernyataan Cinta


__ADS_3

Bella mulai melakukan kebiasaannya sebagai Hesty. Dia ingin menunjukan, bahwa mereka tidak bisa melupakan Hesty begitu saja. Bahan mereka sekarang sedang mengumumkan pertunangan yang akan mereka laksanakan 2 Minggu lagi.


Apa yang dilakukan Bella, tidak luput dari pandangan Farhan. Farhan yang lama menjalin hubungan dengan Hesty, tentu dia tahu betul semua kebiasaan Hesty sekecil apapun.


Melihat hal itu, hati Farhan mulai terusik dengan keberadaan Bella. Dia mulai memperhatikan setiap gerak-gerik Bella sekecil apapun. Hingga hatinya mulai tersentuh.


Beberapa hari kemudian, Farhan menghubungi Bella dengan alasan ingin berbicara tentang keluarga Pak Rahmat. Farhan meminta bertemu di sebuah cafe.


Kesempatan yang tidak akan Bella sia-siakan, untuk mencari tahu sesuatu yang mungkin saja bisa dia dapatkan dari Farhan.


Bella pamit pada Bu Lestari, akan keluar sebentar untuk membeli kebutuhan pribadinya.


"Bella, biar Tante temani ke mall," ucap Bu Lestari lembut.


"Tidak perlu Tante, Bella nanti mampir ke rumah temen," jawab Bella berbohong.


"Ya sudah. Jangan pulang kemalaman," pesan Bu Lestari.


Bella segera berpamitan dan mencium tangan ibunya. Bella menatap ibunya dengan perasaan sedih. Bella melangkah meninggalkan ibunya. Bella segera naik ojek online yang sudah dipesannya dari tadi.

__ADS_1


Sepeda motor berhenti di sebuah cafe. Bella turun dan segera masuk. Bella mengamati sekelilingnya untuk mencari keberadaan Farhan.


"Bella ...." Suara Farhan terdengar jelas ditelinga Bella.


Bella menoleh dan mencari sumber suara. Farhan sudah duduk di sudut cafe sambil tersenyum pada Bella. Bella berjalan mendekati meja Farhan.


"Duduklah. Mau minum apa?" tanya Farhan lembut.


"Apa aja, asal bukan minuman keras," jawab Bella membuat Farhan tersenyum.


"Mbak, dua jus jeruk," Farhan mulai memesan minuman.


Tidak berapa lama, datanglah minuman yang mereka pesan. Farhan mempersilakan Bella minum.


"Bella, aku bukannya ingin ikut campur dengan urusan keluargamu. Tapi kenapa kamu harus tinggal di rumah pak Rahmat?" tanya Farhan.


"Maksud Om Farhan apa?" tanya Bella kaget.


"Kamu mengingatkan aku pada Hesty, mantan tunanganku. Kehadiran kamu di sini mengacaukan hidupku. Kamu tahu?" tanya Farhan emosi.

__ADS_1


"Itu bukan urusan Bella. Kalau hidup Om Farhan kacau, itu salah Om sendiri. Jangan menyalahkan Bella," jawab Bella mulai kesal.


Rencana mau mencari informasi malah dimarahi oleh Farhan.


"Seharusnya kamu tidak muncul di hadapanku. Kamu itu sudah bertunangan, kenapa kamu mesti masuk dalam hidupku!" Kat Farhan dengan suara meninggi.


"Kalau kamu tidak ingin melihatku, jangan lihat. Tutup mata kamu. Lagipula siapa yang mengajak bertemu, kamu. Jadi jangan menyalahkan orang lain," jawab Bella dengan nada tinggi juga.


Farhan terlihat tersenyum. Bella menjadi bingung dengan sikap Farhan. Awalnya tersenyum, lalu marah dan sekarang tersenyum kembali.


"Kalau tidak ada yang penting, mending Bella pergi saja. Bikin darah naik saja," ucap Bella sambil berdiri.


Baru saja Bella akan melangkah pergi, Farhan bergegas menarik tangan Bella. Bella sangat kaget. Bella berusaha melepaskan tangan Farhan, tetapi Farhan lebih kuat dari dia. Bukan Bella tidak bisa melepaskan, tetapi Bella sengaja ingin melihat apa yang Farhan inginkan darinya.


"Bella, maafkan aku. Aku saat ini sedang bingung. Bella, aku mencintaimu," ucap Farhan pelan tapi cukup membuat Bella kaget.


Apa, Om Farhan mencintaiku? Batin Bella.


Bella tertawa pelan mendengar pernyataan cinta dari Farhan. Bella harap semua itu hanya halusinasinya saja.

__ADS_1


"Bella, aku mencintaimu," ucap Farhan kembali.


Bella terdiam. Tetapi tiba-tiba, seseorang menarik tangan Bella dan memukul Farhan. Bella kaget dan dia menjadi panik karena pasti akan ada perkelahian pria dewasa di cafe ini. Bella berniat pergi untuk menghindari perkelahian tersebut. Tetapi, tangan kekar pria itu menghentikan niatnya.


__ADS_2