Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 29. Usaha yang belum ada hasil


__ADS_3

Ajakan menikah dari Riko, tidak membuat Bella senang. Saat ini, Bella memang tidak memiliki uang tetapi dengan keahliannya dia ingin menjadi influence. Walaupun saat ini, pengikut dia masih kalah banyak jika dibandingkan dengan pengikut Hesty saat itu.


Riko mengetahui apa yang Bella lakukan, karena itu, dia menawarkan bantuan untuk membuatkan konten yang bisa menarik penggemar lebih banyak.


Menyadari bahwa sulit mencari tim yang bisa diajaknya kerjasama, Bella menerima tawaran Riko. Dan di sela-sela kesibukannya bekerja di perusahaan, Riko menyempatkan diri dan waktu untuk menjadi bagian dari hobi Bella yang menurutnya baru.


Riko sengaja masuk tim Bella, karena Riko yakin jika Bella akan mengajak Rangga dan Vivi juga masuk timnya.


Semenjak tinggal di rumah Riko, Bella berangkat ke sekolah bersama Riko. Padahal untuk masuk kantor, jam sekolah itu masih terlalu pagi. Bella sering menolak, tetapi Riko sengaja ingin semua orang tahu jika Bella sudah memiliki tunangan. Kalau seandainya Riko bisa ikut sekolah, mungkin dia akan ikut sekolah dan masuk kelas yang sama dengan Bella.


Melihat Bella masih baik-baik saja setelah keluar dari rumah ayahnya, Risha masih merasa belum puas. Padahal dengan perginya Bella, mereka bisa menikmati semua warisan ayahnya Bella yang untuk Bella.


Risha mengeluarkan jurus gosip yang paling ampuh. Berbisik pada salah satu siswa yang paling suka ngegosip. Bella kumpul kebo dengan tunangannya.


Berita itu hanya beberapa menit langsung menghebohkan seluruh isi sekolah. Ujung-ujungnya, Bella di panggil oleh kepala sekolah.


"Bella, apa ada penjelasan dari gosip yang tersebar di seluruh sekolah. Bapak tidak menuduh, tetapi hanya ingin mengklarifikasi apakah itu benar atau salah. Dengan begitu, pihak sekolah akan bisa memberikan jawaban jika ada orang yang mempertanyakannya," ucap Kepala sekolah.

__ADS_1


"Saya memang sekarang tinggal satu rumah dengan tunangan saya, tetapi saya bisa pastikan bahwa kami tidak melakukan hal yang terlarang," jawab Bella.


"Kenapa kamu harus pergi dari rumah dan tinggal bersama tunangan kamu? Maaf, Bapak bertanya agak pribadi," tanya pak Kepala sekolah.


"Ayah meninggalkan surat wasiat yang mengadakan bahwa saya harus tinggal dengan tunangan saya,setelah beliau meninggal. Ibu dan saudara saya serta pengacara mengharuskan saya untuk melaksanakan apa yang diwasiatkan ayah," jawab Bella apa adanya.


"Kamu masih terlalu muda untuk tinggal serumah dengan pria yang bukan suami kamu. Bapak harap kamu bisa mengerti kekhawatiran kami, Bapak tidak ingin kamu jadi contoh yang buruk untuk anak-anak yang lain. Jika kamu masih ingin tetap bersekolah di sekolah ini, kamu harus pindah dari rumah tunangan kamu secepatnya. Bukankah tinggal beberapa bulan lagi kamu lulus?" ucap Pak Kepala sekolah menjelaskan.


"Bella mengerti dan Bella Monata maaf telah membuat pihak sekolah malu karena tindakan saya. Secepatnya saya akan pindah," jawab Bella.


Akhirnya Bella hanya sekedar diberi peringatan saja. Padahal Risha berharap, Bella akan di skors bahkan dikelurkan dari sekolah ini. Risha ingin Bella tidak memiliki masa depan.


"Bella, apa paman menyulitkan kamu?" tanya Rangga khawatir.


"Tidak. Aku hanya diberi peringatan saja. Aku harus segera mencari tempat tinggal baru. Aku bingung, mana aku nggak pegang uang," kata Bella jujur.


"Loh, tunangan kamu kaya. Kamu bisa minta uang sama dia," ucap Vivi.

__ADS_1


"Nggak. Aku numpang makan sama dia. Usaha pembuatan konten belum ada hasilnya. Aku mau yang bisa cepet dapat uang. Vivi, bantu aku cari murid yang mau belajar bela diri," pinta Bella yang membuat Vivi dan Rangga kaget.


"Apa, bela diri? Kamu bisa bela diri, kapan kamu belajarnya?" tanya Vivi.


"Pokoknya ada. Bisa bantu nggak?" tanya Bella lagi.


"Apa musti anak-anak, atau kamu bisa terima yang udah dewasa?" tanya Rangga.


"Anak-anak, tapi kalau nggak ada, paling tua seumuran kita juga boleh. Mesti nyediain tempat juga untuk pusat pelatihan. Bingung nggak sih?" jawab Bella sambil menghela napas berat.


"Aku bantu cari tempat untuk markas pelatihan sekaligus tempat tinggal untuk kamu, gimana?" tanya Rangga.


"Ini bikin tunanganku marah nggak ya?" tanya Bella.


"Mending kamu ngomong aja terus terang sama tunangan kamu. Daripada kamu dapat masalah baru," saran Vivi.


Bella mengangguk tanda setuju. Masalah ini memang harus dibicarakan dengan kepala dingin atau nanti Riko bisa marah lagi. Bella masih agak bingung, cara mengutarakan keinginannya dan tidak membuat Riko tersinggung.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2