Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 18. Rumor


__ADS_3

Pertemuan Riko dan Bella hari itu, menjadi awal hubungan yang sangat dekat diantara mereka. Setiap pulang sekolah, Bella pasti pergi ke kantor Riko untuk belajar. Hal itu membuat Rangga dan Vivi jarang bisa bersama Bella lagi dan kini mereka mempertanyakannya pada Bella.


"Bella, setelah kamu diam-diam bertunangan, kamu sekarang diam-diam menjauh dari kami. Apakah karena kamu sudah tidak membutuhkan kami lagi?" tanya Vivi kecewa dengan sikap Bella yang tidak jujur padanya dan Rangga.


"Aku minta maaf, Vi, Rangga. Aku tidak bermaksud tidak jujur pada kalian. Aku hanya tidak ingin melibatkan kalian dalam masalahku," jawab Bella sedih.


"Masalah apa? Selama ini kamu juga banyak masalah, tapi kamu selalu cerita padaku. Bella, aku benar-benar tidak mengenal kamu lagi. Kamu bukan Bella, sahabatku," kata Vivi kesal.


"Vivi, mungkin Bella tidak bermaksud seperti itu. Meskipun dia banyak berubah, tetapi perubahan itu baik untuk dia. Bukankah kamu senang, ketika dia tidak lagi sering menangis ketika di-bully Risha dan yang lainnya? Dia bisa menjaga dirinya sendiri sekarang," kata Rangga membela Bella.


Bella terharu mendengar apa yang dikatakan Rangga. Dia tidak pernah menyangka Rangga sangat tulus bersahabat dengannya setelah cintanya ditolak. Vivi juga terlihat mulai luluh setelah mendengar ucapan Rangga.


Vivi terlihat mulai terpengaruh. Apa yang dikatakan Rangga memang ada benarnya. Bella sekarang berubah mandiri dan tidak gampang menangis lagi.


"Bella, maafkan aku. Aku hanya takut kamu tidak mau lagi berteman denganku setelah kamu berubah," ucap Vivi sambil memegang tangan Bella.


"Vi, kita kan tetap berteman begitu juga dengan Rangga. Suatu saat, aku pasti membutuhkan bantuan kalian. Tapi saat ini, biarkan aku menyelesaikannya sendiri," ucap Bella sambil tersenyum. "Dah ya, aku mau bersihkan toilet dulu. Masih ada dua hari, sebelum hukuman itu selesai."


"Aku bantu, ya?" tanya Vivi.


"Tidak perlu. Aku bisa sendiri," jawab Bella pelan.


"Bagaimana kalau Risha ...."


"Dia tidak akan. Berani bertindak macam-macam lagi. Kalau sampai itu terjadi, kita tidak akan bisa sekolah di sini lagi."


Bella beranjak keluar kelas untuk menjalankan hukumannya dari Bu Dewi. Dia membersihkan toilet bersama Risha. Mereka tidak banyak bicara dan ingin sesegera mungkin menyelesaikan tugas mereka.

__ADS_1


Selesai melaksanakan tugas, Bella berniat kembali ke kelas. Tetapi, Risha berusaha menahannya.


"Bella, aku ingin bicara," kata Risha sinis.


"Oke, ada apa?" tanya Bella berusaha tenang.


"Bella, kamu itu anak gadis. Kamu tinggal di rumah kami, tetapi kakaknya kamu sangat menjijikan. Setiap hari menemui laki-laki yang usianya lebih tua dari kamu. Jangan-jangan nanti kamu pulang langsung berbadan dua," ucap Risha kesal.


"Maksud kamu apa, aku hamil gitu? Karena tunanganku pria dewasa?" tanya Bella bingung.


"Ya iyalah. Nggak usah munafik. Pria dewasa ya maunya tentu tidak seperti remaja. Pasti kamu sudah menyerahkan keperawanan kamu sama dia. Makanya dia mati-matian belain kamu," ledek Risha.


"Risha, kamu sudah keterlaluan menghina aku dan Bang Riko. Tidak semua orang seperti yang kamu pikirkan. Kamu berpikir begitu pasti karena kamu ngaca pada dirimu sendiri," balas Bella.


"Apa kamu bilang, ngaca? Kamu yang ngaca, dasar anak pelakor!" teriak Risha.


"Apa kamu lupa, jika kita berkelahi lagi, kita akan dikeluarkan dari sekolah. Apa itu yang kamu inginkan, membaut malu keluarga?" tanya Bella kesal.


Mendengar ucapan Bella, Risha menarik tangannya kembali. Dia tidak ingin di keluarkan dari sekolah seperti yang pernah dikatakan oleh Bu Dewi beberapa hari lalu.


Mereka lalu bersikap baik dan keluar dengan damai. Akan tetapi, tanpa mereka sadari, ucapan Risha tentang kehamilan Bella menjadi virus yang cepat menyebar.


Tidak hanya siswa tetapi juga guru mendengar rumor tersebut. Pihak sekolah akhirnya memutuskan memanggil orangtua Bella untuk mencari kebenaran.


Saat menerima surat dari sekolah, Bu Risma tampak bingung. Karena selama ini kedua putrinya tidak pernah berbuat buruk di sekolah.


Bella sendiri, juga tidak tahu jika saja Vivi tidak memberitahunya tentang rumor kali dia sudah bertunangan dan saat ini sedang hamil. Bella baru sadar jika semua itu berawal dari pertengkarannya dengan Risha tempo hari. Pasti ada yang mendengar dan hanya setengahnya saja dan langsung menyebarkan ke seluruh lingkungan sekolah.

__ADS_1


Bella menuju ruang BP setelah ada panggilan dari Bu Dewi. Dia mengetuk pintu pelan lalu masuk dengan hati yang telah dia siapkan sebelumnya.


"Bella, di hadapan Bu Dewi, ibu ingin bertanya padamu. Apa benar kamu saat ini sedang hamil?" tanya Bu Risma sambil menahan emosi.


"Ibu, Bu Dewi. Bella bersumpah, Bella tidak hamil. Pasti ada orang yang menyebarkan berita tidak benar ini. Kalau tidak percaya, kalian bisa lakukan tes," jawab Bella tegas dan yakin. Karena memang selama ini dia dan Riko tidak pernah berbuat yang apa-apa, selain belajar.


"Kamu yakin, kamu tidak membohongi kami?" tanya Bu Risma lagi.


"Ibu ...," ucap Bella tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Bu Risma, sebagai guru wali kelas, kamu hanya ingin ada klarifikasi dari Bella dihadapan orangtuanya. Kalau ternyata semua itu hanya rumor, maka kami akan segera melakukan tindakan pencegahan agr tidak berlarut-larut. Mohon kerjasamanya dalam membimbing putra putri di rumah," kata Bu Dewi terlihat sudah ahli dalam menyelesaikan masalah.


"Tentu, saya sebagai wali murid, akan membimbing Bella saat di rumah. Tentunya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri tetapi juga mempermalukan keluarga dan pihak sekolah," ucap Bu Risma.


"Terima kasih atas kedatangan bu Risma. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik," ucap Bu Dewi sambil tersenyum.


Bu Risma dan Bella segera pamit keluar dan menyalami Bu Dewi. Bu Risma langsung pulang dan Bella kembali ke kelasnya.


Sesampainya di kelas, Vivi dan Rangga berusaha mencari tahu apa yang terjadi.


Bella tidak bisa menjelaskan secara detail. Dia hanya menceritakan tentang rumor yang tersebar di sekolah dan Bella menjelaskan kalau dia tidak hamil.


Sepulang sekolah, Bella tidak langsung pergi ke kantor Riko seperti biasanya. Dia bergegas pulang ke rumah, sesuai pesan dari Bu Risma sebelum berusaha meninggalkan ruang BP.


Sampai di rumah, Bella sudah ditunggu oleh Ibu dan juga Risha. Dari jauh, sudah tampak wajah mereka yang kesal. Sudah bisa dipastikan bahwa mereka sangat marah pada Bella.


"Bella, duduk!"

__ADS_1


__ADS_2