
Bella mencari waktu yang tepat untuk membicarakan banyak hal dengan Riko. Tetapi Riko lebih sering pulang malam dan saat itu Bella sudah tertidur. Jarang mereka bertemu kecuali hari Minggu. Tetapi kalau menunggu hari Minggu, bisa-bisa dia sudah dikelurkan dari sekolah.
Sepulang sekolah, Bella langsung menemui Riko di kantornya. Bella sudah tidak ada waktu lagi untuk menundanya lebih lama.
Semua karyawan di perusahaan Riko, sudah mengetahui jika Bella adalah tunangan Riko, jadi Bella diperlakukan dengan baik oleh semua karyawan.
Bella diterima baik oleh asisten Riko karena Riko sedang ada rapat di luar kantor. Bella kini menunggu Riko di ruangannya dengan perasaan bosan. Bella menunggu sambil berdiri, duduk dan berjalan.
Beberapa menit kemudian, datangnya sang asisten membawakannya berbagai macam makanan ringan dan minuman.
"Apa ini, Pak Gio? Bella tidak merasa memesan ini semua," tanya Bella kaget.
"Ini perintah Pak Riko. Tadi saya sempat hubungi beliau dan Pak Riko minta membelikan ini semua untuk Mbak Bella," jawab Pak Gio.
"Begitu. Kalau begitu terdiam kasih Pak Gio," ucap Bella. "Memangnya Bang Riko rapat di mana, dan kenapa kamu tidak ikut?"
"Rapat ini hanya untuk para Bos saja. Sudahlah, Mbak Bella tunggu sebentar lagi aja. Pasti Pak Riko sebentar lagi datang," kata Pak Gio berusaha membuat Bella tenang.
__ADS_1
Bella duduk terdiam. Semakin Pak Gio berusaha menutupi keberadaan Riko, Bella semakin curiga. Bella bukan orang yang mudah untuk percaya dengan perkataan orang lain.
Bella mencoba bersikap biasa saja, untuk menghindari kecurigaan Pak Gio. Biarlah mereka menganggap Bella hanyalah gadis kecil yang lugu.
Setelah menunggu hampir 30 menit, Riko akhirnya kembali ke kantornya. Dia tersenyum senang melihat kehadiran Bella di ruang kerjanya. Tetapi berbeda dengan Riko, Bella tampak tidak senang dengan sikap Riko yang seolah sedang menyembunyikan sesuatu.
"Bella, tumben kamu datang ke kantorku lagi. Sudah lama sejak kamu tidak ingin belajar bersama lagi. Kenapa tidak bicara di rumah saja?" tanya Riko.
"Bagaimana mau bicara di rumah, kamu selalu pulang malam. Apa yang akan aku bicarakan ini, sangat mendesak dan harus secepatnya di selesaikan," jawab Bella datar.
"Aku akan pindah rumah."
"Pindah rumah, kenapa? Apakah aku membuat kamu tidak nyaman tinggal di sana?" tanya Riko kaget.
"Bukan, pihak sekolah tahu kalau aku tinggal satu rumah dengan Bang Riko. Aku tidak mau di keluarkan dari sekolah karena itu. Jadi aku akan pindah secepatnya setelah Rangga mendapatkan tempat tinggal baru untukku," jawab Bella sambil menatap Riko yang tampak kesal.
"Rangga, kenapa harus dia yang mencarikan tempat untukmu. Apa kamu pikir aku tidak bisa?"
__ADS_1
"Ini bukan masalah bisa atau tidak bisa. Rangga adalah temanku. Tidak ada salahnya dia membantuku. Kita memang sudah bertunangan, tetapi kamu jangan bersikap egois mengekang aku, sedangkan kamu sendiri memiliki kehidupan pertemanan yang tidak pernah aku ingin ikut campur. Kalau kita tidak bisa saling percaya, mungkin sebaiknya hubungan ini dipertimbangkan lagi kelanjutannya," ucap Bella panjang lebar.
"Kamu bicara apa? Hubungan ini adalah wasiat ayahmu, dan kita tidak bisa memutuskannya begitu saja. Dan masalah pertemanan dan tidak saling percaya, aku tidak paham sama sekali," kata Riko dengan nada agak tinggi.
"Kamu tidak percaya padaku karena aku berteman dengan Rangga. Aku juga mulai curiga dan tidak percaya denganmu. Akhirnya kamu mengatakan bahwa hubungan ini hanya karena wasiat ayah. Aku tidak akan memaksamu. Hari ini, aku membebaskan kamu dari semua tanggungjawab mu pada ayahku. Aku tidak akan mengemis untuk bisa mewujudkan impian ayah. Aku bisa hidup tanpa kamu," kata Bella sangat meyakinkan.
"Bella, benarkah ini kamu? Benarkah ini yang kamu mau?" tanya Riko tidak percaya.
Riko terdiam dan terus menganalisa. Bella, gadis yang baru berusia 17 tahun, bisa berbicara sedalam itu. Seolah dia sudah mengalami banyak peristiwa yang membuatnya ingin berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Maaf, hari ini aku menganggu pekerjaan Bang Riko. Bella permisi," ucap Bella lalu pergi meninggalkan ruangan Riko.
Beberapa saat Riko masih belum percaya sampai dia menyadari jika Bella sudah pergi. Dia mengejar Bella hingga keluar ruangannya, tetapi, Bella sudah tidak terlihat lagi.
Tidak akan ada yang menyangka, jika akan berakhir seperti ini.
...****************...
__ADS_1