Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 21. Riko dan Rangga


__ADS_3

Bella masih merasa bersyukur, karena bantuan Rangga, dia bisa menghindari Riko. Tetapi tentu saja, Bella sadar jika tidak akan mungkin, Bella terus menghindari Riko. Semua harus dia hadapi dengan segala resikonya.


Hanya saja, Bella merasa, perlu mencari waktu yang tepat untuk bisa menjelaskan semuanya pada Riko.


Bella mengikuti pelajaran seperti biasa dan saat istirahat, Rangga dan Vivi mulai menginterogasinya. Mereka duduk di kelas di saat yang lain keluar.


"Kamu ini kenapa, pergi dari rumah ayahmu?" tanya Vivi.


"Bella, apa kamu tidak memberitahu masalahmu pada Riko, kenapa dia sampai menemui ku dan tadi pagi dia datang ke sekolah?" tanya Rangga penasaran.


"Kalian tahu sendiri, hubunganku dengan ibu dan Risha itu seperti apa. Kalau ada kesempatan tinggal di luar, aku manfaatin aja. Daripada tinggal di rumah itu tapi hati dan pikiranku tidak tenang," jawab Bella sambil menghela napas berat.


"Bukankah kamu ada tunangan, kenapa kamu tidak meminta bantuan dia saja?" tanya Vivi.


"Aku ada kepentingan lain, sehingga tidak ingin dia tahu. Aku pikir dia, dia tidak akan mencari ku. Ternyata, aku salah," jawab Bella.


"Kalau kamu tidak mencintai dia, kenapa kamu mau bertunangan dengan dia. Aku bisa membantumu jika kamu memerlukan bantuan apapun. Tidak perlu mengorbankan dirimu dengan bertunangan dengan orang yang tidak kamu cintai," ucap Rangga percaya diri.


"Rangga, dia adalah pria pilihan ayah. Aku tidak bisa menolak wasiat terakhir ayah. Aku tidak mencintainya, tetapi aku juga tidak membencinya. Aku berusaha untuk mencintainya," jawab Bella.

__ADS_1


"Kalau sama-sama tidak cinta, kenapa kamu memberinya kesempatan lebih untuk bisa kamu cintai, tapi kenapa aku tidak?" tanya Rangga yang membuat Bella dan Vivi kaget.


"Kalian bicara saja, aku pergi dulu," ucap Vivi saat menyadari bahwa kedua sahabatnya membutuhkan waktu untuk berbicara berdua.


Setelah Vivi pergi, Bella menatap Rangga dengan penuh rasa kasihan. Bella berpikir, apakah dulu Bella mencintai Rangga?


"Rangga, aku hanya menganggap kamu sebagai teman tidak lebih. Sedangkan dengan Riko, aku ada kewajiban dari Ayah untuk menikahinya. Jadi aku harus berusaha untuk mencintainya," jawab Bella.


"Dulu kamu tidak begini. Kamu selalu mengandalkan aku dalam segala hal. Meskipun kamu dulu terlihat culun, tapi aku sangat senang kalau bersamamu," ucap Rangga.


Sebelum Bella sempat membela diri, suara bel masuk telah berbunyi. Mereka terdiam setelah seluruh siswa masuk satu demi satu ke dalam kelas.


Masalah Bella kini bertambah lagi. Masalahnya dengan Riko belum selesai kini masalah baru dengan Rangga. Jadi Bella kini harus bisa menjelaskan dengan baik kedua orang ini.


Sepulang sekolah, Bella kaget karena mobil Riko sudah menunggu di depan sekolah. Saat melihat Bella, Riko langsung bergegas keluar dari dalam mobilnya.


"Bella …." Suara Rangga terdengar tidak jauh darinya.


"Bella …." Suara Riko juga jelas memanggilnya.

__ADS_1


Bella sesaat terdiam, lalu dia mengambil keputusan untuk tidak membuat mereka berpikir jika Bella gadis yang plin-plan. Bella melangkah menuju ke arah Rangga yang membuat Rangga merasa menang. Sedangkan Riko terlihat lesu dan tidak bersemangat.


"Rangga, aku akan pergi bersama Riko. Aku harap, kita akan masih bisa berteman seperti dulu," ucap Bella datar.


Rangga yang sedari tadi tampak tersenyum, tiba-tiba berubah kecewa. Tetapi itu harus Bella lakukan, agar tidak membuat Rangga serasa di PHP.


"Bella, aku mengerti keputusanmu. Maaf, aku tidak bermaksud membuat dirimu merasa dilema. Aku terima keputusanmu," ucap Rangga lalu tersenyum.


Bella melangkah pergi meninggalkan Rangga menuju ke arah mobil Riko. Tetapi Riko sudah masuk ke dalam mobilnya yang sudah dihidupkan. Riko berniat pergi karena mengira jika Bella lebih memilih Rangga yang usianya lebih muda darinya.


Bella berlari kecil mendekati mobil Riko dan segera mengetuk jendela mobil Riko. Sesaat Bella berdiri menunggu. Tidak lama kemudian, Riko membuka pintu mobilnya dan Bella bergegas masuk.


Tanpa melihat ekspresi Riko, Bella menatap lurus ke depan saat mobil Riko melaju kencang di jalanan yang cukup ramai.


Mobil Riko berhenti di sebuah rumah mewah yang ternyata rumah milik Riko. Bella membuka pintu mobil dan bergegas keluar. Bella mengamati setiap sudut rumah itu. Rumah yang sangat indah dengan bunga-bunga yang ada di taman depan.


"Masuklah!" titah Riko lalu berjalan menuju pintu yang sudah di bukakan oleh pembantunya.


Bella mengikuti langkah Riko yang tampak dingin. Pria yang tadinya begitu perhatian padanya itu kini telah berubah. Bella merasa bersalah telah membuat pria baik seperti Riko jadi pria dingin.

__ADS_1


Haruskah aku menggunakan jurus rayuan gadis remaja, untuk membuat Riko tidak marah lagi? batin Bella


__ADS_2