
Risha mengadukan kejadian tidak menyenangkan hari ini pada ibunya. Dengan penuh rasa kesal, Risha mencoba membuat agar ibunya lebih membenci Bella. Dia menunjukkan sepatu mahal hadiah pemberian ibunya yang dalam kondisi kotor.
Risha semakin tidak menyukai keberadaan Bella di rumah ini, apalagi setelah dia berubah dalam segala hal. Jika Bella yang dulu selalu penurut dan mudah diatur dan tidak pernah menjadi ancaman bagi Risha karen Bella mudah dikendalikan. Tetapi Sekarang, Bella lebih berani dan Suak melawan sehingga Risha merasa terana setiap saat jika Bella akan membalas dendam.
Ibunya juga merasakan hal yang sama. Sehingga mereka membuat rencana untuk menyingkirkan Bella selagi ayahnya tidak ada di rumah. Mereka tidak ingin gagal lagi, setelah Bella dinyatakan hidup kembali saat akan dimakamkan.
Racun itu, tidak bisa membunuhnya, bahkan malah membuat Bella berubah sikap.
Rencana ini akan dibuat sesempurna dan sedramatis mungkin. Tidak akan ada yang mencurigai mereka dan akan membuatnya seperti sebuah kecelakaan biasa.
Bu Mira memanggil Bella dan memintanya untuk pergi ke minimarket yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka.
"Ibu, kenapa tidak ke Mall terdekat saja, semuanya lengkap di situ?" tanya Bella curiga.
"Bella, barang itu tidak ada disana. Adanya di minimarket itu. Atau, kamu memang tidak mau membantu ibu?" tanya Bu Mira pura-pura sedih.
"Baiklah. Bella akan berangkat sekarang," jawab Bella sambil menghela napas panjang. Bella merasa kasihan jika sudah melibatkan perasaan.
Bu Mira memberikan sebuah catatan barang yang harus dibeli yang katanya hanya ada di minimarket yang dimaksud oleh ibu tirinya.
Meskipun sedikit curiga, Bella mengikuti saja permintaan mereka. Bella berangkat dengan menggunakan sepeda motor miliknya dengan kecepatan standar saja. Bella tidak curiga jika sejak keluar dari rumahnya, ada dua orang yang mengikuti dia dari belakang.
Di tengah jalan yang cukup sepi, motornya dihentikan oleh dua pria yang sedang naik motor juga. Bella tidak tahu apa sebenarnya tujuan mereka. Jika orang lain mungkin akan panik, tetapi tidak bagi Bella.
"Kalian ini siapa dan mau apa? Aku tidak memiliki uang untuk kalian rampok. Aku hanya punya motor ini saja, itupun tidak akan aku kasih ke kalian," ucap Bella berani dan lantang.
"Hei gadis kecil. Kamu tidak takut melihat kami? Kami ini perampok, harusnya kamu takut. Cepat serahkan uangmu, atau …," ucap salah satu dari kedua pria tersebut.
"Atau apa? Aku tidak akan memberikan uangku ini pada kalian," jawab Bella.
__ADS_1
"Sudah, ayo kita segera bertindak. Biar segera selesai urusan kita," bisik salah satunya yang kemudian diiyakan oleh temannya.
Salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya dan bergerak mendekati Bella yang kini sudah bersiap dengan memasang kuda-kuda.
"Jangan salahkan kami gadis kecil. Menyerahkan dan ikut kami secara baik-baik!" gertak pria yang memegang belati.
"Aku tidak takut. Tangkap aku jika kalian bisa!" tantang Bella.
"Cepat tangkap dia?" perintah satunya.
Peri yang memegang belati bergerak cepat mengayunkan belati ke arah Bella. Bella dengan sigap mengelak. Maka terjadilah perkelahian antara Bella dan salah satu pria tersebut. Perkelahian yang tidak seimbang karena pria itu memakai senjata sedangkan Bella dengan tangan kosong.
Dengan sigap, Bella menangkis tusukan demi tusukan yang diarahkan ke tubuhnya yang kecil. Tidak hanya menghindar, Bella harus melumpuhkan mereka jika ingin segera pulang.
Bella mencari peluang menyerang untuk melumpuhkan pria tersebut yang terlalu fokus ingin menusuk tubuh Bella. Ketika tangan pria itu menyerang, Bella menangkap tangan pria tersebut dan dengan segenap tenaganya, memukul tangan yang memegang belati hingga belati itu jatuh ditanah.
Melihat temannya tidak berdaya, pria itu langsung menyerang Bella yang masih siap dengan sikap bertarungnya. Satu pukulan pria itu sempat mengenai lengan Bella hingga terasa sakit. Tetapi Bella tidak patah semangat. Dia memukuli pria itu bertubi-tubi hingga pria itu terjatuh. Mereka akhirnya mengaku kalah.
Bella mengambil belati yang mereka gunakan untuk mengancamnya, dan sebaliknya kini dia gunakan untuk mengancam mereka.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian!" bentak Bella sambil menodongkan belatinya ke arah mereka.
Mereka saling berpandangan seolah ingin menutupi dan tidak ingin membuka rahasia. Bella kesal lalu menekan belati ke leher salah satu pria tersebut hingga tergores.
"Masih tidak mau mengaku, atau mau aku kuliti wajah kalian satu-satu?" ancam Bella.
"Tunggu, baiklah kami akan mengaku. Tolong jangan lukai kulitku," ucap salah satu pria tersebut.
"Tergantung sikap kalian," jawab Bella. Tapi tunggu, aku akan merekam ucapan kalian."
__ADS_1
Bella mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya lalu mulai merekam pengakuan mereka. Ternyata mereka orang suruhan ibu dan kakak tirinya.
"Ucapkan dengan jelas apa yang mereka perintahkan pada kalian atas diriku," perintah Bella sambil mendengarkan dengan seksama.
Bella terdiam mendengar penjelasan dari kedua orang tersebut. Kejam, hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Bella saat mendengarnya.
Ibu dan kakak tirinya meminta mereka untuk menangkap Bella dan membunuhnya. Yang penting, Bella tidak pernah bisa kembali ke rumah mereka.
Bella lalu membuat rekaman pengakuan orang tersebut untuk dijadikan bukti jika suatu saat diperlukan. Setelah itu, Bella membiarkan mereka pergi, setelah mengambil gambar keduanya dan meminta mereka untuk tidak muncul di depan Bella dan keluarganya lagi.
Bella menarik napas dalam-dalam lalu melanjutkan kembali perjalanannya menuju minimarket dan membeli apa yang diinginkan ibu tirinya meskipun dia tahu bahwa semua itu hanyalah alasan saja untuk menyakitinya.
Saat Bella sampai di rumah, ibu dan saudara tirinya kaget karena Bella baik-baik saja bahkan bisa pulang dengan selamat.
"Bella, kok kamu bisa pulang?" tanya Risha kaget.
"Loh, bisa dong. Kenapa Kak Risha bertanya seperti itu, Bella jadi curiga? Apa Kak Risha merencanakan sesuatu?" tanya Bella pura-pura tidak tahu.
"Kamu bicara apa, Bella, mana mungkin aku ada niat jahat sama kamu? Maksudku, kenapa kamu bisa pulang cepat, padahal letaknya cukup jauh dari rumah kita," ucap Risha berusaha agar Bella tidak curiga.
"Kak Risha, aku kan pakai sepeda motor bukan jalan kaki. Jadi bisa cepet pulang, apalagi kalau ngebut, nggak akan ada 10 menitan sudah bisa sampai rumah," ucap Bella berusaha menjelaskan juga pada Risha.
"Bella, kamu pulang?" tanya ibu tirinya kaget.
"Ibu, ini semua barang yang ibu minta dan sudah sesuai dengan daftar yang ibu berikan," jawab Bella sambil menyerahkan semua barang yang Bella bawa pada kepada ibu tirinya."Bella capek mau istirahat."
Tanpa menunggu jawaban dari ibu tirinya, Bella langsung beranjak pergi dengan menyimpan kekecewaan yang dalam pada mereka.
Suatu saat, ayah harus tahu kelakuan kalian, batin Bella.
__ADS_1