
Bella bersiap-siap untuk mulai berdandan. Dengan keahliannya, dia bisa membuat riasan sendiri. Dia tidak perlu pergi ke salon seperti yang dilakukan ibu tirinya dan Risha. Tidak butuh waktu lama untuk memoles diri.
Pakaian cantik untuk acara ini, juga sudah disiapkan oleh keluarga Riko. Pakaian yang sudah sampai ditangan Bella dua jam yang lalu.
Risha dan ibunya, pergi ke salon terdekat. Mereka juga ingin tampil cantik juga tanpa ada inisiatif mengajak Bella untuk ke salon juga. Pahala, Bella yang akan bertunangan dan lebih berhak pergi ke salon.
Meskipun Bella tidak pergi ke salon, Bella sudah lebih cepat selesai merias diri sendiri. Dia bermaksud pergi ke gedung tempat acara pertunangannya berlangsung.
Sebelum pergi, Bella minum air yang diberikan bibik sebelum pergi. Bella sama sekali tidak curiga dengan minuman yang diberikan oleh bibik itu, yang ternyata ada obat bius didalamnya.
Bella tiba-tiba jatuh terkulai di sofa dan Bu Mira segera memanggil dua orang untuk membawa Bella pergi dari rumahnya.
Sempat pingsan selama satu jam. Setelah sadar, Bella sudah dalam keadaan terikat di kursi di sebuah ruangan yang lembab dan kotor tanpa sinar matahari. Bella berusaha untuk tidak panik. Meskipun banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang apa yang terjadi padanya saat ini.
Bella berusaha membuka tali yang mengikatnya, tetapi memang ikatan itu cukup kuat dan sulit di buka. Bella mengamati seluruh ruangan, untuk mencari apa yang bisa dia gunakan untuk membuka tali ikatannya.
Matanya tertuju pada pecahan kaca yang ada di sudut ruangan. Sambil bergerak pelan dengan mengangkat kursi tempatnya di ikat, Bella berusaha mengambil pecahan kaca tersebut dengan susah payah. Hampir Bella merasa putus asa.
Akhirnya dia berhasil juga mengambil pecahan kaca tersebut. Bella mencoba untuk memotong tali tersebut dengan pecahan kaca sedikit demi sedikit. Tenaga yang dia keluarkan juga tidak sedikit.
Berhasil memotong tali yang mengikat tangannya, Bella segera memotong tali yang mengikat kakinya. Lega rasanya setelah tali-tali yang mengikatnya telah berhasil dia putuskan.
Bella yakin, jika saat ini dia sedang diculik. Meskipun Bella tidak tahu siapa yang menculiknya. Tetapi setelah dia bebas, dia tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja.
Bella mengambil balok kayu yang yang ada di dalam ruangan tersebut untuk memukul para penculik. Bella berteriak ketakutan untuk memancing mereka masuk.
__ADS_1
"Tolooong ...!"
Dua orang bergegas masuk untuk melihat kondisi Bella. Baru saja mereka membuka pintu, Bella langsung memukul mereka berdua secara bertubi-tubi, dengan balok kayu yang dipegangnya dengan kekuatan penuh. Bella tidak memberi kesempatan mereka untuk membalas.
Disaat dua orang tersebut sudah babak belur dan terjatuh, Bella langsung berlari keluar untuk segera kabur. Bella takut jika masih ada orang lain selain mereka berdua.
Bella berlari sambil berusaha mengenali tempat tersebut. Bella berlari sejauh mungkin, meskipun dia tahu dua orang itu, terus mengejarnya.
Setelah mengenali jalan, Bella berusaha mencari arah menuju ke rumahnya. Dalam pelariannya, Bella semalam bertemu dengan orang suruhan keluarga Riko. Sayangnya, mereka tidak saling mengenal.
Foto yang diberikan Riko, adalah foto Bella yang lama, Foto saat Bella masih terlihat culun dan berkacamata. Sehingga saat mereka bertemu, mereka tidak mengenali Bella.
Bella mencari taksi untuk bisa secepatnya membawanya pulang ke rumah. Dia sama sekali tidak memiliki alat untuk bisa menghubungi keluarga Riko jika dia terlambat datang.
Jika pertunangan ini gagal, berarti dia dan Riko memang tidak berjodoh. Itulah yang saat ini berada dalam pikiran Bella. Dia harusnya fokus pada tujuan awalnya, ingin mencari kebenaran tentang kecelakaan yang menimpanya.
Taksi itu membawanya sampai di rumah. Dia segera masuk untuk mengambil uang guna membayar taksi yang dinaikinya.
Saat di rumah, bibik terlihat sangat ketakutan melihat kedatangan Bella. Dia segera meminta maaf, karena telah membantu Bu Risma menculik Bella.
"Maafkan bibik. Bibik melakukannya atas paksaan Nyonya besar. Bibik takut, Neng Bella," ucap bibik ketakutan.
"Apa benar, ibu yang menyuruh Bibik untuk membius aku?" tanya Bella kesal.
"Bibik sebenarnya tidak tahu jika dalam minuman itu sudah Nyonya besar beri obat bius. Bibik tahu, setelah Neng Bella pingsan. Nyonya mengancam bibik agar diam dan tidak mengadu pada siapapun," kata bibik panjang lebar.
__ADS_1
"Baiklah, Bella maafkan Bibik. Bibik tidak perlu bilang pada Nyonya, jika Bella sudah tahu semuanya. Bella mengerti posisi Bibik. Paling-paling Bella gagal bertunangan. Mungkin memang Bella tidak berjodoh dengan Riko," ucap Bella sambil menghela napas berat.
Bella bergegas hendak masuk kekamarnya dan berganti pakaian. Tiba-tiba, anak buah Riko datang dan meminta Bella untuk segera ikut ke acara pertunangan. Bella yang sudah tidak ada mood lagi, menolak permintaan mereka.
"Maaf, saya rasa sudah terlambat dan saya tidak bisa pergi ke sana lagi," jawab Bella.
"Nona, ini perintah dari pak Riko sendiri. Kami harus membawa nona segera setelah ditemukan," ucap salah satu dari mereka.
"Apa mereka tahu, kalau saya hilang?"
"Semua keluarga sudah tahu. Hanya tamu undangan yang belum tahu. Tapi kami tidak berhak menjelaskan. Silahkan ikut kami pergi," katanya lagi.
"Tapi, keadaan saya seperti ini, bagaimana saya akan pergi kesana?" tanya Bella berusaha agar tidak pergi.
"Nona, waktunya sudah mendesak. Cepatlah, tidak ada waktu lagi!"
Beberapa orang tersebut bergegas membawa Bella pergi dan Bella hanya menurut saja. Menurutnya, waktunya sudah lama, jadi pasti tamu undangan juga sudah tidak sabar dan pastinya akan dibatalkan.
Perjalanan dari rumah Bella menuju tempat pertunangan memang tidak terlalu jauh. Sehingga hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa sampai di tempat tersebut.
Di dalam mobil, Bella berusaha membuat rambutnya semakin acak-acakan dan pakaiannya tadi memang sudah ada yang sobek di sana sini sehingga terlihat seperti pakaian bekas. Bukannya Bella sedih, tetapi dia malah senang.
Sampailah mereka di gedung yang dituju. Bella turun perlahan dan mengamati keadaan. Sebuah gedung besar dan mewah, yang menjadi tempat dilangsungkannya acara tunangan Riko dan Bella. Tempat yang diharapkan bisa menampung banyak tamu undangan dari kalangan menengah ke atas.
Langkah Bella mengikuti langkah seorang suruhan keluarga Riko dan yang lainnya ada di belakangnya seolah menjaganya agar tidak kabur.
__ADS_1
Langkah Bella terhenti, ketika pintu dibuka dan semua mata memandang ke arahnya.