Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 32. Laporan polisi


__ADS_3

Bella menginap di rumah Vivi untuk sementara waktu. Bella berusaha mencari pekerjaan dan berhasil bekerja di sebuah toko mainan. Meskipun gajinya tidak seberapa, Bella masih bersyukur masih memiliki penghasilan sendiri.


Suatu hari, Vivi mengajak Bella menemui seorang pengacara kenalan ayahnya.Vivi berharap, pengacara tersebut akan bisa membantu Bella untuk mendapatkan hak waris dari ayahnya.


Awalnya bella menolak karena dia tidak memiliki biaya sepeserpun untuk bisa membayar seorang pengacara. Tetapi Vivi mengatakan, pengacara ini akan membantu orang yang membutuhkan tanpa memungut biaya sepeserpun. Dan nanti kalau sudah berhasil, jika bella ingin memberikan hadiah, boleh saja.


Bella dan Vivi menuju sebuah kantor pengacara, yang tidak jauh dari kantor ayahnya Vivi. Di sana mereka disambut dengan baik oleh pengacara Leo. Bella menceritakan semuanya tanpa terkecuali kepada pengacara tersebut.


Pak Leo mendengarkan, sambil berusaha menganalisa, apakah ada celah yang bisa digunakan untuk melakukan penyelidikan awal.


"Kami berdua permisi dulu dan terima kasih atas bantuan Pak Leo," kata Bella.


"Sama-sama. Jika ada kabar baik, saya akan memberitahukan pada dek Bella," ucap pak Leo.


Bella dan Vivi segera kembali pulang. Sejak itu, bila menjalani hari-hari seperti biasanya. Bella juga tidak terlalu berharap banyak Pak Leo akan bisa membantunya.

__ADS_1


Dua minggu telah berlalu, Pak Leo menemui bela di rumah ayahnya Vivi. Pak Leo menemukan banyak sekali kejanggalan. Pak Leo juga sudah mengumpulkan bukti-buktinya untuk menuntut ibu tirinya.


Hari itu pengacaranya mengajak bila untuk datang ke rumah ibu tirinya. Pak Leo sebenarnya berniat ingin menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah bella dan ibu tirinya. Tetapi bella menolak dan dia ingin menyelesaikannya dulu dengan damai.


Ibu tirinya sangat kaget melihat bella datang bersama seorang pengacara.


"Bella, untuk apa kamu datang?" tanya Bu Mira.


"Ibu, tolong jujurlah pada Bella. Selama ini, Bella sudah sering memaafkan kesalahan ibu dan Risha, karena Ayah. Tetapi, kali ini, ayah sudah tiada dan Bella tidak ingin membiarkan kalian terus menyakitiku. Sebelum Bella memilih jalur hukum, katakan pada Bella yang sebenarnya tentang surat wasiat ayah," ucap Bella.


"Kamu bicara apa bella, jangan mengada-ada. Ibu tidak pernah berbohong padamu," jawab Bu Mira agak gugup.


"Sudah ibu katakan, kenapa kamu masih ngeyel juga? Aku tidak takut meski kamu bawa pengacara," kata Bu Mira lagi.


"Baiklah, jangan salahkan Mila jika Mila tega pada ibu dan Risha," ancam Bella.

__ADS_1


Bella dan Pak Leo bergegas pergi. Pak Leo akhirnya melaporkan Bu Mira dan Risha ke kantor polisi dengan pasal berlapis. Percobaan pembunuhan dan penipuan surat wasiat yang melibatkan pengacara keluarga ayahnya.


Bella memberikan bukti hasil test botol racun dari dokter dan bukti surat wasiat asli ayahnya yang disembunyikan pengacara. Pengacara pribadi ayahnya juga ikut ditangkap karena dianggap kaki tangan bu Mira.


Bella menjenguk ibu tirinya dan Risha. Saat itu ibu tirinya memohon sesuatu pada Bella.


"Bella, Ibu akan mengaku bersalah, tetapi tolong jangan libatkan Risha dalam kesalahan ibu ini. Kasihan Risha, masa depannya masih panjang. Bagaimanapun juga, dia adalah saudaramu. Ibu akan sangat berterimakasih padamu, jika kamu bersedia mengabulkan keinginan ibu ini. Bella ...." Bu Mira berhenti berbicara lalu bersujud di kaki Bella.


Bella merasa bersalah telah membuat mereka, ibu dan anak masuk penjara. Tapi, setiap orang yang menabur benih, memang harus menuai hasilnya meskipun itu pahit.


Maka, tanamlah benik kenaikan jika ingin menuai hasil yang baik pula.


"Ibu, jangan seperti ini. Berdirilah Ibu." Bella berusaha menarik tubuh Bu Mira agar mau berdiri, tetapi itu tidak mudah.


"Bella, berjanjilah pada Ibu, maka Ibu akan berdiri," ucap Bu Mira sedih.

__ADS_1


Bella menarik napas berat. Haruskah dia menuruti keinginan ibu tirinya?


...****************...


__ADS_2