
Bella bergegas duduk di depan ibu dan kakak tirinya. Suasana menjadi hening sesaat. Bella merasa seperti pesakitan yang menunggu di interogasi. Beribu pertanyaan berkecamuk dipikiran bella.
Tatapan mata ibu dan anak itu seolah ingin memberikan dan menunjukkan jika mereka yang berkuasa di rumah ini setelah ayahnya meninggal. Tetapi, Bella tidak ingin terlihat lemah di depan mereka. Bella membalas tatapan mereka dengan tatapan sinis.
"Bella, kamu sudah membuat ibu malu dihadapan guru wali kelasmu. Bisa-bisanya kamu dikabarkan hamil. Semua orang di sekolahmu sudah tahu semuanya, dan saat mereka melihat ibu, mereka menganggap ibu adalah ibu Yang tidak becus mendidik mu," ucap Bu Mira marah.
"Ibu, bukankah semua sudah Bella jelaskan di hadapan Bu Dewi. Semua itu tidak benar, itu hanya rumor," jawab Bella dengan tekanan.
"Apa kamu pernah dengar, tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Semua itu terjadi karena kamu terlalu sering pergi menemui tunangan kamu itu. Pergi berkencan dan tidak ada yang tahu apakah kalian sudah melakukan hal yang tidak benar di belakang kami," kata Bu Mira lagi.
"Ibu, aku menghormati ibu karena ibu sudah mau merawat aku hingga sekarang, meskipun aku bukan anak kandung ibu. Tetapi, ibu juga sudah banyak melakukan hal yang buruk padaku, bahkan ingin membunuhku. Aku pun masih merasa ibu berhak untuk diberikan maaf. Aku berusaha menerima semua perlakuan kalian karena aku masih berharap kalian akan sadar bahwa perbuatan kalian itu salah," ucap Bella sambil menahan airmatanya.
"Salah, perbuatan kami tidak salah, Bella. Kami hanya ingin kamu mendapatkan karma dari apa yang sudah ibumu lakukan pada keluarga kami. Bahkan semua itu belumlah sepadan dengan sakit hati yang kami rasakan," ucap Bu Mira kecewa.
"Baik. Bella meminta maaf atas apa yang pernah dilakukan ibuku pada kalian. Tapi ibuku sekarang sudah tidak ada, kenapa kalian masih tidak bisa memaafkan?" tanya Bella.
"Karena, setiap kali kami melihat wajahmu, wajahmu itu mengingatkan kami pada wajah ibumu. Bella, jika kamu masih punya hati dan rasa malu, kamu seharusnya pergi dari sini dan jangan pernah kembali," kata Risha ikut berbicara.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini. Bukankah kalian masih ingat dengan surat wasiat ayah? Aku akan tetap di sini seperti yang ayah inginkan," ucap Bella keras kepala.
__ADS_1
Semua terdiam. Baik Bu Mira, Risha maupun Bella hanya berkata lewat mata. Mulut mereka sudah lelah untuk berdebat. Masing-masing menganggap diri mereka benar, sehingga tidak ada yang mau mengalah. Pembicaraan panas berhenti sampai di sini.
Beberapa hari telah berlalu dan mereka tidak saling bicara sejak itu. Bella berharap akan bisa menjaga tubuh dan apa yang seharusnya Bella miliki. Harta warisan ayahnya, juga harus dia pertahankan. Dia akan bertahan sampai usia 21 tahun seperti isi dari surat wasiat ayahnya.
Bella kembali menjalani hari-harinya dan lebih dekat dengan Riko. Bella juga tidak ingin mengecewakan ayahnya dan akan berusaha menerima pilihan ayahnya. Setidaknya dia tidak membenci Riko. Maka cinta itu akan bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.
Meskipun tidak bisa Bella pungkiri, jika kenangan masa lalunya bersama Farhan, masih sering terlintas jelas dimatanya. Bella tidak berharap jika suatu saat, akan menjadi dilema cinta baginya.
Kedekatan Riko dan Bella membuat Risha kesal. Dia meminta ibunya untuk mencari cara mengusir Bella dari rumah ini. Bu Mira bekerjasama dengan pengacara, untuk berusaha membuat Bella pergi dari rumah yang mereka tempati sekarang.
Bu Mira meminta Bella dan Risha berkumpul di rumah karena ada pengacara ayahnya yang ingin berbicara kepada mereka berdua.
"Tidak apa-apa, Pak Guntur. Lalu, silakan Pak Guntur bacakan surat wasiat yang belum dibacakan," kata Bu Mira sangat tidak sabar.
"Begini, surat wasiat ini ditulis terkhusus untuk Mbak Bella. Isinya, akan saya persingkat saja. Setelah Bella bertunangan dengan Riko, Bella harus tinggal bersama Riko, tunangannya. Jadi Bella tidak boleh tinggal di rumah ini lagi," ucap Pak Guntur dengan jelas.
Ucapan pak Guntur membuat Bella curiga, mana mungkin ayahnya akan meminta dia tingga bersama Riko yang baru berstatus tunangan. Jika sudah menikah, mungkin itu bisa masuk akal.
"Maaf, Pak Guntur. Apa saya bisa lihat suratnya?" tanya Bella penasaran.
__ADS_1
"Silakan, Mbak Bella." Pak Guntur memberikan selembar kertas yang bertuliskan tangan ayahnya.
Bella hafal betul tulisan tangan ayahnya. Bella sempat syok dan tidak percaya dengan apa yang Bella lihat. Tetapi, bagaimanapun juga, itu adlah surat wasiat ayahnya. Bella tidak bisa lagi mengelak dan keras kepala untuk tetap tinggal di rumah ini.
"Bella, ibu sebenarnya juga tidak tega, kamu harus pergi dari sini. Kamu juga adalah bagian dari keluarga kami. Tetapi ini wasiat ayahmu. Tinggallah bersama tunanganmu, itu lebih baik," kata Bu Mira sambil terlihat sedih.
Ibu macam apa, pura-pura sedih. Kalau anaknya sendiri, apa dia akan rela membiarkan Risha tinggal dengan pria yang belum resmi menikahinya?
Bella menjadi curiga dengan semua ini. Sengaja membuatnya tinggal bersama Riko dan dia akan ada bukti bahwa Bella DNA Riko tinggal bersama sebelum menikah. Jahat sekali hatinya Bu Mira.
Bella memutuskan untuk pergi. Bella bingung harus tinggal dimana. Karena tidak mungkin dia akan tinggal dengan Riko sebelum menikah. Akhirnya dia datang menemui Bu Lestari untuk meminta bantuan.
Dihadapan seluruh keluarga Pak Rahmat yang kebetulan berkumpul disana, Bella menceritakan semua yang terjadi padanya. Mereka merasa kasihan pada Bella dan mengizinkan Bella tinggal di rumah pak Rahmat.
Kakak-kakak Hesty sangat baik dan menerima Bella sebagai adik mereka. Walaupun tidak dipungkiri jika Bella dianggap sebagai pengganti Hesty.
Bella berkesempatan tinggal di rumah orangtua Hesty sekaligus mengobati rasa rindunya yang sudah lama tidak bersama.
Hal ini menjadi kesempatan Bella untuk menjalankan rencananya. Bella sengaja menerima perlakuan buruk ibu dan kakak tirinya untuk membuat rencana kedepannya. Bella berencana mendekati Farhan karena Bella curiga jika Gea ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Hesty.
__ADS_1
Kecelakaan yang membuat Hesty harus hidup sebagai Bella.