Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 28. Ajakan menikah


__ADS_3

Bella kaget saat menerima kabar dari rumah sakit, jika pak Rahmat dan Bu Lestari meninggal karena kecelakaan. Kakinya terasa lemas. Bukan ini yang Bella harapkan. Bella hanya ingin tahu kebenarannya saja, akan tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain.


Bella bergegas ke rumah sakit dan di sana sudah ada saudara Hesty yang sedang mengurus kepulangan jenazah kedua orang tuanya. Bella berusaha melihat untuk yang terakhir kali, wajah Bu Lestari dan Pak Rahmat.


Bella membuka perlahan membuka penutup jenazah dari Bu Lestari. Bella mencium wajah yang sudah dingin itu sambil menangis. Kenangan masa lalu yang indah membuat Bella semakin tidak dapat membendung air matanya.


Setelah itu, Bella beralih membuka jenazah Pak Rahmat. Kembali Bella menangis, menangisi perpisahan mereka yang begitu tragis. Saat itu Bang Rendra dan beberapa petugas rumah sakit datang untuk membawa kedua jenazah pulang ke rumahnya untuk segera di makamkan.


Bella mengusap airmatanya dan menyaksikan mereka mengangkat kedua jenazah tersebut seperti mencabut satu ginjal dari tubuhnya. Sakit sekali.


Setelah pemakaman selesai, Bella pamit pada Bang Rendra untuk pergi dari rumah ini. Inilah terakhir kalinya bagi Bella untuk memutuskan meninggalkan kehidupan masa lalu dan berusaha menatap masa depan dengan status baru sebagai Bella.


Kehidupan barunya ini, dia tidak ingin terluka dan menderita lagi. Karena itu dia akan memperjuangkan apa yang seharusnya dia miliki.


Bella menghubungi Riko untuk bisa mendapatkan tempat tinggal sementara. Hanya Riko pilihan terakhir Bella untuk bisa membantunya mendapatkan kembali warisan ayahnya. Yang saat ini tidak bisa dia miliki karena Bella masih di bawah umur.


Dari suara Riko, Riko menyambut baik keputusan Bella untuk tinggal di tempatnya, walupun hanya untuk sementara. Bella tidak peduli dengan pikiran Riko, yang pasti dia harus mendapatkan tempat tinggal lain setelah dari rumah Riko.


Bella menunggu Riko di sebuah taman kota yang cukup sepi. Bella tidak menyangka jika seseorang terus mengawasinya dan kini mendekatinya.

__ADS_1


"Bella," panggil seorang pria yang ternyata adalah Farhan.


"Farhan?" gumam Bella kaget.


Farhan lalu duduk di samping Bella. Bella tidak kuat menahan tatapan mematikan seorang Farhan.


"Kamu mau kemana? Aku akan membantumu mencari tempat untuk tinggal. Jangan khawatir tentang biaya, aku yang akan membayarnya untuk kamu," tanya Farhan lembut.


"Maaf, aku sudah menghubungi tunanganku, sebentar lagi dia datang," jawab Bella pelan.


"Bella, seandainya kamu belum bertunangan, apakah kamu akan menerima pernyataan cintaku?" tanya Farhan serius.


Bella terdiam mendengar pertanyaan Farhan. Bella bingung harus menjawab apa. Mungkin cinta itu masih tersisa di hati Bella saat ini sehingga dia belum sepenuhnya menghapuskan bayangan Farhan dari hidupnya. Apalagi sekarang dia begitu gigih mengejarnya.


"Bella." Suara Riko mengejutkan mereka.


"Abang Riko," gumam Bella.


"Apa, kamu panggil dia Abang? Hah, tapi kamu panggil aku Om. Usia dia dan aku sama . Kenapa kamu tidak panggil aku Abang juga?" tanya Farhan.

__ADS_1


"Mau tahu jawabannya? Karena aku tunangannya, puas?" tanya Riko sambil menarik tangan Bella pelan.


Bella tersenyum melihat Riko sangat keren saat membelanya. Meskipun Bella baru mengenal Riko, tetapi Riko sudah memiliki tempat dihati Bella sejak pertama bertemu di cafe. Makin dekat, Bella semakin merasa nyaman dan Riko tidak pernah membuatnya merasakan tekanan saat berhubungan.


Berbeda dengan saat berhubungan dengan Farhan yang terus membuatnya merasa gelisah dengan sifat Farhan yang mementingkan orang lain daripada dirinya. Dia terkenal baik di mata wanita-wanita lain tetapi tidak baginya.


Bella mengikuti langkah Riko menuju ke mobil Riko tanpa peduli dengan Farhan yang terlihat kesal dengan sikap Riko.


Riko membawa Bella ke rumahnya dan menempatkannya di sebuah kamar yang agak jauh dari kamar Riko. Riko tidak ingin orang luar akan menggosipkan mereka karena hidup serumah sebelum menikah.


"Bella, mulai hari ini, aku tidak ingin melihat kamu bicara pada pria yang bernama Farhan. Aku sekarang bertanggungjawab sepenuhnya atas kamu," ucap Riko tegas.


"Apa, hanya karena aku tinggal di sini, bukan berarti kamu berhak mengekang kebebasanku. Kita belum menikah, ingat itu," jawab Bella.


"Meskipun kita belum menikah, tetapi wasiat terakhir ayahmu, aku harus menjagamu. Atau, kita menikah saja, agar aku bisa lebih berhak menjagamu?" tanya Riko sambil menggoda Bella.


"Menikah? Aku belum lulus SMA, dan aku baru 17 tahun," jawab Bella.


"Kita menikah diam-diam," ucap Riko yang membuat Bella terbelalak.

__ADS_1


"Ini gila," gumamnya.


...****************...


__ADS_2