Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 15. Bukan saudara?


__ADS_3

Suasana menjadi memanas antara Bella dan Risha. Mereka sama-sama tidak mau mengalah dan tidak ingin kalah. Untunglah saat itu, Riko datang dan mengajak Bella pergi untuk bertemu dengan para kolega-koleganya.


Meskipun Bella statusnya masih sebagai tunangan, tetapi keluarga Riko sudah memperkenalkan Bella dengan mereka dan sudah seperti keluarga sendiri.


Apa yang didapatkan Bella dari keluarga Riko, membuat Risha dan ibunya sangat kesal. Terlebih lagi, mereka menitipkan Bella pada Bu Mira untuk menjaganya dengan baik. Seolah mereka tidak percaya dengan keluarga Bu Mira.


Setelah pertunangan itu, Pak Teddy dan Bu Yeti kembali ke luar negeri. Sedangkan Riko akan tetap di sini sambil menjaga Bella, seperti keinginan orangtua Riko dan juga ayahnya Bella.


***


Bella masih tetap sekolah seperti biasa. Menjalani hari-harinya sebagai siswa sekolah yang masih berusia 17 tahun. Meskipun Bella banyak berubah, dan perubahan itu dirasakan oleh sahabat-sahabatnya, mereka masih tetap menjadi sahabat yang baik untuk Bella dan terus mendukung Bella. Terutama Vivi dan Rangga.


Bella bangun pagi-pagi sekali, supaya dia juga bisa berangkat pagi. Hari ini dia ada tugas piket harian dan dia harus sampai duluan sebelum yang lain.


Setelah ayahnya meninggal, Risha berangkat sekolah naik motor sendiri dan dia tidak ingin Bella ikut dengannya. Bella terpaksa naik sepeda, dan mengayuhnya pelan menuju ke sekolah.


Risha tidak hanya tidak mau berangkat bersama Bella, tetapi juga di sekolah tidak mau lagi mengakui Bella sebagai adiknya. Risha menjelek-jelekkan Bella, sebagai anak haram, dan lahir dari perselingkuhan. Ibunya seorang pelakor dan pasti mengikuti jejak ibunya.


Dimanapun, yang namanya pelakor, pasti tidak pernah di sukai orang. Dengan predikat anak pelakor yang sekarang Bella sandang, menjadikannya dikucilkan dari pergaulan lagi seperti dulu.


Setiap langkah Bella, serasa ada yang memantau. Mereka selalu curiga dan menganggap Bella akan melakukan hal yang sama seperti ibunya pada kekasih mereka.


Karena Bella sudah tidak tahan lagi, Bella menanyakan tentang desas-desus yang dialami Bella dan menggangu kelanjutan hidupnya di sekolah ini.


"Risha, apa maksud kamu melakukan itu padaku? Kamu telah menyebarkan hal buruk tentang aku di sekolah ini. Kamu tahu, mereka sekarang jijik setiap kali melihatku," tanya Bella saat istirahat. "Bagaimanapun kita tetap saudara."

__ADS_1


"Saudara, siapa saudaramu? Bella, aku hanya tidak suka melihat anak pelakor sepertimu, bisa memiliki nasib yang lebih baik dariku. Kamu harus menderita," jawab Risha sinis.


"Kamu terlalu egois dan kamu memiliki penyakit hati, iri dan dengki. Aku memang anak dari seorang pelakor. Tetapi, aku juga tidak bisa memilih, dari rahim siapa aku akan dilahirkan," ucap Bella sedih.


Bella berusaha membuat Risha memahami posisinya. Bukan salah dia lahir dari rahim seorang pelakor. Jika bisa memilih, Bella akan memilih lahir dari keluarga yang harmonis dan bahagia. Nyatanya, dia tidak bisa.


"Kamu sama seperti ibumu. Dasar pelakor. Seharusnya aku yang bertunangan dengan Riko, bukan kamu," ucap Risha emosi.


"Jangan kamu selalu bawa-bawa ibuku. Biarkan ibuku tenang," kata Bella.


"Kenapa, kamu tidak rela? Memang ibumu pelacur!" teriak Risha.


Bella terbawa emosi, saat ibunya dikatakan pelacur. Bella langsung menampar wajah Risha. Risha tidak terima dengan tamparan Bella. Dan terjadilah saling Jambak antara Risha dan Bella.


Saat itu, ada seorang siswa yang melihat dan segera melaporkan ke wali kelas mereka. Guru wali kelas dan beberapa siswa lain datang untuk menghentikan perkelahian tersebut.


Mendengar suara Bu Dewi, Bella dan Risha melepaskan tangan mereka dari rambut lawan. Bu Dewi membawa mereka ke ruang BP untuk diberikan arahan.


"Kalian ini bersaudara, bagaimana bisa ada kasus seperti ini. Jika ada masalah, kalian bisa selesaikan baik-baik. Ibu harap, ini yang pertama dan terakhir. Jika nanti terjadi lagi, ibu akan langsung membalikan kalian pada orangtua kalian. Alias di DO. Kalian mengerti? Sekarang kalian berjabat tangan dan saling memaafkan. Ayo!" ucap Bu Dewi agak keras.


Risha dan Bella saling berpandangan, lalu mereka berjabat tangan untuk menghindari masalah lebih lanjut.


"Sebagai hukumannya, mulai besok, kalian akan membersihkan toilet selama satu Minggu. Jadi bekerja samalah dengan baik," kata Bu Dewi lagi. "Kalian boleh keluar."


Bella dan Risha melangkah keluar dan kembali menuju kelas mereka masing-masing. Meskipun mereka mendapatkan hukuman, ternyata Risha masih belum mau melepaskan Bella begitu saja. Risha masih terus saja membuat Bella menjadi bahan bullying di sekolah.

__ADS_1


"Hei, ada anak pelakor. Jaga pacar kalian, jangan sampai pacar kalian di rebut pelakor," ucap Tua salah satu teman sekelas Bella.


"Jangan dekat-dekat dia, nanti jadi ketularan jadi pelakor," ucap yang lain.


Bella hanya diam untuk menghindari masalah baru. Kalau sampai dia bertengkar lagi, ancaman dari Bu Dewi akan Bella terima. Dan Bella tidak mau dikeluarkan dari sekolah ini.


Bella merasa harus melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak akan memandang buruk dia lagi. Dia ingin memanfaatkan Riko agar bisa meredam sikap mereka terhadapnya.


Sepulang sekolah, Bella, Vivi dan Rangga belajar kelompok di cafe yang biasa mereka kunjungi. Cafe itu adalah milik saudara Rangga sehingga mereka diberi tempat untuk belajar disana.


Bella sangat sedih dengan apa yang terjadi padanya. Untungnya ada Vivi dan Rangga yang masih selalu setia menemaninya. Rangga menawarkan diri untuk menjadi tameng bagi Bella dihadapan teman-temannya yang memandangnya buruk.


"Bell, jangan dengarkan ucapan mereka. Ibumu adalah ibumu, dan kamu adalah kamu. Mereka tidak berhak menghakimi kamu dan menuduh kamu sebelum ada buktinya," ucap Rangga yang menyejukkan hati Bella.


"Bener kata Rangga. Kami akan selalu mendukungmu," tambah Vivi.


"Terima kasih, Rangga, Vivi. Aku bangga memiliki teman seperti kamu dan Vivi. Kalian selalu memberikan support untukku, dikala aku sedang down," kata Bella sambil menarik napas dalam-dalam.


Baru sebentar, Vivi mendapatkan panggilan telepon dari ibunya dan memintanya segera pulang. Mau tidak mau, Vivi harus pulang karena tidak mau melihat ibunya khawatir.


Setelah Vivi pergi, tinggallah Bella dan Rangga berdua. Bella mulai mengerjakan tugas hati ini. Rangga tampak canggung dengan keadaan ini. Sedangkan Bella bersikap biasa saja.


"Bella, ada hal lain yang ingin aku katakan padamu," ucap Rangga memecah keheningan.


"Ada apa, kamu terlihat serius?" tanya Bella sambil melihat Rangga.

__ADS_1


"Sejak pertama kali kita bertemu, lalu kita berteman. Aku hampir tidak yakin dengan perasaanku padamu. Setelah aku pergi dan kini kembali, aku baru yakin jika hanya kamu yang selalu ada dalam hatiku. Bella, izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu."


__ADS_2