Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun

Transmigrasi Menjadi Gadis 17 Tahun
Bab 16. Kencan


__ADS_3

Bella terdiam mendengar perkataan Rangga. Dia tidak mengira, Rangga akan menyatakan perasaannya hari ini. Bagaimana dia akan menjelaskan kalau dia sudah bertunangan.


"Bella, aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi pacarku?" kata Rangga yakin.


"Rangga. Aku berterimakasih karena kamu sudah mencintaiku. Tapi aku mungkin bukan orang yang tepat untukmu. Aku sudah bertunangan beberapa hari yang lalu dengan pria yang dijodohkan oleh ayahku sebelum meninggal. Maafkan aku karena tidak jujur padamu dan Vivi," jawab Bella sedih.


"Kalian sudah bertunangan?" ucap Rangga kaget.


Tampak ada kekecewaan yang terlihat di wajah tampan Rangga. Pemuda yang yang sudah menyimpan cinta sejak lama itu, kini terlambat menyatakan cinta. Penyesalan kini dirasakan oleh Rangga, seharusnya dia mengatakan cinta sebelum Bella bertunangan.


Bella hanya bisa diam melihat Rangga tampak sedih dan kecewa mendengar kenyataan yang ada. Rangga segera pamit pergi karena dia tidak bisa menahan perasaan sedihnya.


"Rangga, maafkan aku," gumam Bella melihat Rangga berjalan gontai meninggalkan dirinya.


Bella juga tidak berlama-lama berada di cafe tersebut. Dia bergegas pulang dan akan menjalankan rencana agar Risha kesal melihatnya.


Bella ingin membalas dendam, karena Risha dan ibu tirinya, sudah menyuruh orang untuk membuatnya tidak bisa datang di hari pertunangannya. Sekalipun dia tidak bisa memenjarakan mereka, setidaknya mereka tidak akan bahagia.


Bella menghubungi Riko, untuk mengajaknya kencan. Sebenarnya, Bella merasa sedikit lebay mengajak seorang pria berkencan meskipun dia tunangan sendiri. Seharusnya pria yang mengajaknya. Tetapi, demi tujuannya, dia akan menjadi sedikit nakal dan menjadi gadis penggoda bagi Riko.


Bella menyadari, jika Riko sebenarnya tidak begitu suka dengan Bella. Tetapi mungkin hanya karena Riko sudah berjanji pada orangtuanya untuk membuat Bella bahagia dan menjaganya. Riko harus menerima Bella sebagai tunangannya.


Bella dan Riko janjian di sebuah cafe pada malam Minggu. Riko orang yang super sibuk dan jarang ada waktu untuk pergi keluar.


Riko menunggu Bella di sebuah cafe. Tidak pernah berharap bahwa Bella akan datang terlambat. Hati Riko kesal karena dia sudah meninggalkan banyak pekerjaan hanya untuk menemani Bella nonton. Malah Bella datang terlambat.

__ADS_1


Ternyata Bella memang sengaja datang terlambat untuk melihat, seberapa harapan Bella untuk bisa mendekati Riko. Menyentuh hatinya dan membuatnya benar-benar jatuh cinta pada Bella.


Melihat sikap Riko yang kesal dan kecewa padanya, dia tahu jika sikap Riko sangat berbeda ketika di hari pertunangan kemarin. Kemarin dia begitu perhatian dan semua orang pasti akan yakin, jika Riko orang yang baik.


Mungkinkah ada sesuatu yang disembunyikan Riko darinya? Ataukah ada sesuatu yang membuat Riko bersikap baik padanya dihadapan orangtuanya saja? Semua itu membuat Bella yakin, Riko bermuka dua.


"Maaf, Om Riko, Bella terlambat. Tadi macet di jalan," ucap Bella sedikit manja.


"Kamu seharusnya memintaku menjemputmu ke rumah. Biar lebih efisien waktu," ucap Riko yang langsung berdiri.


"Mau kemana?" tanya Bella bingung. Dia baru saja datang, tetapi Riko sudah bergegas pergi.


"Bukannya kamu mau ditemani nonton? Ayo, berangkat sekarang!"


Bella tersenyum sinis. Pria seperti apa yang sekarang menjadi tunangannya, sungguh diluar ekspektasinya. Apakah dia marah karena dia membuat masalah pada hari pertunangan mereka atau karena dia terlambat?


Riko tidak terlihat perhatian sama sekali dan sepertinya sengaja mengacuhkan Bella. Bella hanya bisa menarik napas berat. Sepertinya mengharapkan Riko untuk membantunya membalas dendam sangat tidak mungkin.


Mereka menonton film yang cukup romantis akan tetapi masih sebatas wajar untuk gadis seusia Bella. Selama berada di bioskop, Bella tampak diam seribu bahasa, demikian juga dengan Riko. Mereka, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Bella menyesal sudah mencoba memasukkan Riko dalam usahanya untuk balas dendam. Saat keluar, terjadi keributan di luar bioskop. Banyak orang bergerombol yang membuat Bella penasaran.


Ternyata ada seorang gadis menangis karena kehilangan dompet saat keluar dari bioskop. Bella ingin ikut melihatnya, tetapi Riko melarangnya dan mengajak Bella segera pulang saja. Tetapi, jawaban Bella jauh dari yang Riko harapkan.


"Jika Om Riko ingin pulang, silahkan saja. Saya bisa pulang sendiri," jawab Bella lalu menjauh dari Riko.

__ADS_1


Bella yang sudah merasa tidak mempunyai harapan dengan Riko, tidak ingin lagi merengek padanya. Bella ingin melakukan sendiri, apa yang dia inginkan.


Bella mendekati gadis seusianya yang masih menangis ditemani seorang temannya. Bella meminta orang-orang untuk berhenti berkerumun dan mengajak dua gadis itu pergi.


"Kalian jangan sedih. Anggap saja kalian bersedekah. Suatu saat, kalian akan mendapatkan gantinya," ucap Bella memberi semangat.


"Tapi, uang itu untuk biaya kami pulang dan makan malam berdua. Bagaimana kami akan pulang kalau bensin kami habis?" tanya temannya.


"Ya sudah. Untuk makan malam kalian, biar aku yang bayar. Tapi, di tempat yang sederhana saja, ya? Dan untuk beli bensin, nanti aku belikan barang satu liter, bagaimana?" tanya Bella.


Mereka akhirnya sepakat untuk makan malam bertiga di sebuah warung makan sederhana di depan bioskop. Bella tampak senang bisa membantu mereka.


Tanpa sepengetahuan Bella, Riko terus mengamati dan memperhatikan apa yang dilakukan Bella. Riko tidak menyangka, jika gadis seusia Bella memiliki niat yang tulus dan tidak memikirkan untung ruginya bagi dirinya.


Setelah selesai makan malam, Bella memberikan sejumlah uang yang memang tidak seberapa jumlahnya kepada kedua gadis tersebut. Tetapi bagi kedua gadis itu, uang itu sangat berharga.


Bella tersenyum senang melihat keceriaan terpancar dari wajah mereka. Meskipun kini uang Bella hanya tersisa untuk membeli permen saja. Bella berusaha mencari taksi, tetapi hingga malam larut, dia tidak menemukan taksi.


Riko yang mulai bersimpati pada Bella, segera menghidupkan mobilnya dan bergerak mendekati Bella yang masih berdiri di pinggir jalan. Bella sempat melihat itu, tetapi kalah cepat dengan sepeda motor Rangga yang lebih dulu sampai didepan Bella.


"Bella, naik. Aku antar kamu pulang," ucap Rangga sambil memberikan helm pada Bella.


"Terima kasih, Rangga." Bella segera memakai helm dan naik motor Rangga di saksikan Riko mulai cemburu.


"Maafkan aku, Bella. Aku tadi sangat keras terhadapmu. Aku ingin kamu merasa jika kita memang tidak berjodoh. Usia kita terpaut cukup jauh. Kamu masih terlalu muda untuk bersama pria sepertiku. Kamu memang cocok dengan pria yang bersamamu saat ini," gumam Riko.

__ADS_1


Jika harus jujur, Riko sebenarnya tidak menyukai Bella, selain mereka beda usia, Riko belum ingin menikah. Tetapi, setelah melihat Bella secara langsung dan mulai melihat sisi baiknya, Riko menyukai Bella. Tetapi, Riko melihat jika Bella tidak sepenuhnya mencintai dia. Terbukti dia sama sekali tidak bersikap manja dan tidak berusaha membuatnya memperhatikan dia.


Kenapa cinta begitu rumit?


__ADS_2