
Kepergian Bella yang mendadak, membuatnya tidak memberitahukan keberadaannya pada siapapun. Termasuk pada Riko, Rangga dan Vivi.
Setelah tinggal di rumah Pak Rahmat, Bella menghubungi Rangga dan Vivi. Bella memberitahu jika sekarang dia tidak tinggal lagi di rumah ayahnya. Jadi Bella tidak akan bisa bebas pergi dengan mereka. Karena Bella tahu, Pak Rahmat dan Bu Lestari sangat disiplin. Bella takut jika dia bertindak semaunya, dia tidak akan bisa diterima di rumah ini lagi.
Meskipun Bella tahu jika mereka pasti ingin tahu banyak hal tentangnya, Bella tidak ingin bicara banyak membebani kedua sahabatnya.
Mengingat kembali tentang surat wasiat terakhir ayahnya, Bella tidak hanya curiga pada Bu Mira tetapi juga pada Riko. Karena itu, Bella tidak memberitahu keberadaannya saat ini pada Riko. Semuanya masih abu-abu dan belum ada titik terang sehingga Bella bersikap hati-hati terhadap semua orang di sekelilingnya.
Selama dua hari ini, Bella tidak pergi sekolah dan izin sakit. Dan sudah beberapa hari, Bella tidka datang ke kantor Riko untuk belajar. Tidak kabar, tidak pesan. Jika memang tidak bisa datang, seharusnya Bella bisa menghubungi Riko sehingga tidak membuat Riko cemas.
Riko sangat khawatir sehingga sepulang kerja dia langsung datang ke rumah Bu Mira. Berharap dia akan bisa bertemu Bella dan ada penjelasan untuknya.
Akan tetapi, hati Riko sangat sedih dan kecewa saat tahu, jika Bella tidak tinggal bersama keluarganya lagi.
"Riko, maafkan ibu. Ibu tidak bisa mengajari Bella hal-hal baik. Dia itu memang kebangetan. Katanya dia pamit mau tinggal dengan kamu. Jadi kemana dia sekarang?" tanya Bu Mira.
"Dia tidak pernah bilang kalau mau tinggal bareng aku. Kalau dia bilang, aku pasti akan menerimanya. Kan di rumahku aku tinggal sama pembantu dan sopir pribadiku. Jadi tidak masalah," kata Riko sedih.
"Mungkin itu hanya alasan dia saja Mas Riko. Bella sebenarnya tidak ingin melanjutkan pertunangan ini. Mungkin dia menyesal dan menyukai orang lain," ucap Risha berusaha meyakinkan Riko dan membuat Riko salah paham.
"Terima kasih, atas pemberitahuannya. Saya akan mencari sendiri keberadaan Bella. Saya ingin tahu, apa yang sebenarnya Bella inginkan. Permisi," pamit Riko yang segera melangkah pergi.
Bu Mira dan Risha saling berpandangan. Mereka puas melihat Riko sangat marah pada Bella. Sebentar lagi hubungan mereka pasti akan kandas ditengah jalan.
Riko kembali ke mobilnya dan segera pergi dari rumah Bu Mira. Dia tidak memiliki tempat tujuan untuk mencari keberadaan Bella. Tiba-tiba dia teringat pada teman baiknya Bella. Rangga dan Vivi.
Riko segera pergi ke rumah Rangga. Saat itu, malam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Untunglah saat itu, Rangga ada di rumah dan Riko mengajak Rangga untuk pergi keluar.
__ADS_1
Riko membawa Rangga ke sebuah cafe yang biasa Rangga kunjungi bersama Bella dan Vivi. Mereka duduk berhadap-hadapan dan mereka saling berpandangan.
"Anda siapa?" tanya Rangga.
"Aku Riko, tunangan Bella," jawab Riko datar.
"Oh, jadi kamu tunangannya Bella? Benar-benar sudah dewasa dan terlihat kaya," ucap Rangga sinis.
"Apa maksudmu?" tanya Riko mulai kesal dengan sikap Rangga
"Tidak ada. Kenapa kamu mencari aku?"
"Bella tidak tinggal di ruang ibunya lagi. Apa kamu tahu Bella sekarang tinggal dimana?" tanya Riko.
Rangga tertawa mendengar pertanyaan Riko. Dia merasa lucu. Hal itu membuat Riko merasa dipermainkan oleh Rangga.
"Kenapa tertawa? Apa yang kamu tertawakan?" tanya Riko mulai kesal.
"Itu bukan urusanmu. Aku ke sini bukan ingin mendengar omong kosong kamu, tetapi aku ingin tahu, di mana Bella tinggal," ucap Riko menahan emosi.
"Aku tidak tahu. Sekalipun aku tahu, aku tidak akan memberitahukannya padamu," jawab Rangga datar.
"Kamu jangan bohong. Apa kamu sengaja menyembunyikan dia dariku karena kamu mencintainya, bukan?" tanya Riko sinis.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku mencintainya?" tanya Rangga kesal.
"Kita sama-sama laki-laki. Dari cara kamu memandangnya saja aku sudah tahu. Aku tidak masalah kamu mencintai dia, tapi yang harus kamu ingat, Bella sudah bertunangan. Dia milikku," ancam Riko.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Riko bergegas pergi meninggalkan Rangga yang tampak kesal. Tunangan Bella memang terlihat sempurna dan sulit untuk mencari kekurangannya. Tetapi kenapa Bella tidak jujur tentang permasalahannya pada Riko?
Sementara itu, Riko berjalan cepat menuju ke mobilnya. Dia masuk kedalam mobil dan dia memegang stir mobil lalu menyandarkan kepalanya di atas tangannya.
Ucapan Rangga ada benarnya juga, dia itu tunangan Bella, tetapi Bella tidak pernah berkeluh kesah tentang masalahnya pada Riko.
Jangan-jangan, Bella memang tidak mencintaiku? Batin Riko.
Riko kembali ke rumahnya untuk memikirkan cara untuk bisa menemukan Bella secepatnya. Riko bergegas ke kamar mandi dan mendinginkan hatinya yang panas karena terbakar cemburu. Cemburu pada teman dekat Bella, Si Rangga itu, yang secara terang-terangan mengejeknya.
Semalaman Riko tidak bisa memejamkan matanya karena terus terbayang wajah Bella. Riko yang terlanjur cinta, bertekad mencari Bella dan membuatnya mencintai dia. Tetapi, kemana dia harus mencarinya?
Senyumnya mengembang saat dia teringat jika Bella masih seorang pelajar. Masih ada harapan untuk bisa menemukan Bella. Riko sudah berencana mencari Bella di sekolahnya esok hari.
Pagi yang cerah dengan langit yang tampak biru. Riko bergegas pergi ke sekolah Rita bahkan sebelum jam masuk sekolah tiba.
Riko menghentikan mobilnya di depan sekolah agar bisa melihat dengan jelas kedatangan Bella.
Riko menunggu dengan sabar sambil sesekali melihat jam di tangannya. Tidak berapa lama, terlihat seorang gadis turun dari sebuah mobil. Riko menyadari jika gadis itu adalah Bella.
Hatinya tidak tahan lagi untuk segera menemui Bella dan ingin memberikan mendengar penjelasan darinya. Riko bergegas turun dari mobilnya dan mendekati Bella.
"Bella!" Suara bariton Riko mengagetkan Bella.
Bella berbalik badan dan sangat terkejut melihat Riko ada di sekolahnya. Riko semakin dekat dan tiba-tiba bel masuk telah berbunyi. Riko terdiam saat melihat Rangga menarik tangan Bella dan mengajaknya berlari ke arah gerbang sekolah.
Riko melihat sendiri, bagaimana Rangga bisa dengan begitu mudahnya membawa pergi Bella di depan matanya.
__ADS_1
Apakah aku cemburu? Batin Riko.
Kisah cinta anak sekolah, mungkin itu yang Bella rasakan saat ini. Dapatkah dia bersaing dengan pria yang sebaya dengan Bella?